Makna Sekapur Sirih pada Tarian Persembahan Andun dalam Upacara Pernikahan di Bengkulu Selatan

Authors

  • Anggi Mutiara Universitas Negeri Semarang
  • Utami Arsih Universitas Negara Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v5i1.7957

Keywords:

Andun Dance, Cultural Meaning, Sekapur Sirih, South Bengkulu, Wedding Ceremony

Abstract

The Andun Offering Dance is an important tradition in the traditional wedding ceremony of the Serawai people in South Bengkulu. It contains the main cultural symbol, Sekapur Sirih, which not only functions as a ritual complement but also has a philosophical meaning that represents the noble values ​​of the local community. This study aims to uncover the symbolic meaning of Sekapur Sirih in the Andun Offering Dance and explain the request to strengthen social relations between families united through the traditional wedding procession. The research method uses a qualitative descriptive approach through literature studies, observations, and interviews with traditional leaders of South Bengkulu. The results show that Sekapur Sirih contains values ​​of respect, welcome, purity, harmony, and prayer for the bride and groom. In addition, the existence of Sekapur Sirih functions as a cultural communication medium that maintains the identity of the Serawai people amidst social change. These findings preserve the importance of preserving traditional symbols in traditional ceremonies as an effort to maintain the continuity of local culture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M., & Yuliana, D. (2020). Simbolisme budaya dalam ritual adat masyarakat Nusantara. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 145–158.

Agustina, R., & Herlina, T. (2021). Makna simbolik dalam tradisi penyambutan tamu adat Melayu. Jurnal Humaniora Nusantara, 12(1), 33–45.

Ardana, S., & Mulyadi, R. (2022). Fungsi tari tradisional sebagai media komunikasi budaya di Indonesia. Jurnal Seni dan Budaya, 8(2), 101–118.

Dewi, S. P., & Sari, M. (2020). Representasi nilai budaya dalam prosesi pernikahan adat di Sumatera. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(3), 212–226.

Fitriani, A. (2021). Estetika gerak dalam tari persembahan Nusantara. Jurnal Tari dan Musik, 13(1), 55–68.

Harahap, M. (2020). Identitas budaya sebagai pembeda antar kelompok masyarakat. Jurnal Sosiologi Budaya, 8(2), 33–48.

Harun, F., & Nilam, Y. (2022). Identitas budaya lokal dalam upacara adat pernikahan masyarakat pesisir. Jurnal Etnografi dan Budaya, 17(1), 44–59.

Hendri. (2021). Persepsi generasi muda terhadap Tarian Persembahan Andun di Bengkulu Selatan (Skripsi, Program Studi Antropologi). Universitas Bengkulu.

Hidayat, M., & Putri, W. (2023). Perubahan bentuk dan fungsi tarian tradisional di era modernisasi. Jurnal Kesenian Indonesia, 9(1), 22–37.

Lestari, D. (2021). Semiotika budaya dalam kajian tradisi dan simbol masyarakat. Jurnal Kajian Budaya, 9(1), 23–36.

Nugraha, R. (2022). Fleksibilitas metode kualitatif dalam menggali makna simbol budaya. Jurnal Penelitian Sosial dan Budaya, 13(2), 45–59.

Prasetyo, A. (2020). Simbol budaya sebagai representasi nilai sosial masyarakat. Jurnal Antropologi Budaya, 12(2), 85–98.

Putra, A. R., & Melati, F. (2021). Pelestarian budaya daerah melalui pendidikan seni berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(4), 299–310.

Rahayu, S. (2021). Penelitian kualitatif dalam studi budaya: Perspektif nilai dan simbol. Jurnal Metodologi Sosial, 10(1), 15–28.

Ramadani, N., & Apriyanti, D. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara adat pernikahan Sumatera bagian Selatan. Jurnal Sejarah dan Budaya, 14(2), 77–88.

Santoso, A. (2023). Unsur-unsur ritual budaya dan maknanya dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Antropologi dan Budaya, 14(1), 12–27.

Sari, N., & Pratama, B. (2022). Dinamika budaya dalam praktik simbolik masyarakat adat. Jurnal Komunikasi Budaya, 6(2), 88–104.

Sholikhah, R. L., Udasmoro, W., & Fitriasari, R. P. D. (2020). Male gaze dalam Tari Sekapur Sirih Jambi. Jantra, 15(2).

Suryani, H., & Amelia, N. (2023). Signifikansi simbol dalam tradisi sirih masyarakat Melayu dan serumpun. Jurnal Etnologi Kontemporer, 4(1), 17–30.

Wicaksono, R. (2022). Fungsi budaya: Perspektif sosial dan estetis dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Ilmu Budaya, 11(2), 45–59.

Wulandari, E. (2021). Makna sirih dalam tradisi adat pernikahan masyarakat Serawai Bengkulu. Jurnal Budaya Serumpun, 2(2), 91–102.

Downloads

Published

2026-02-03

How to Cite

Anggi Mutiara, & Utami Arsih. (2026). Makna Sekapur Sirih pada Tarian Persembahan Andun dalam Upacara Pernikahan di Bengkulu Selatan. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain Dan Media, 5(1), 62–72. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v5i1.7957