Peran Pendidikan Seni Tari dalam Membentuk Karakter dan Kreativitas Generasi Muda

Studi Kasus SMP Negeri 1 Wonogiri

Authors

  • Brilyant De Gusman Universitas Negeri Semarang
  • Galuh Fatma Hedianti Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v4i2.7424

Keywords:

Character Building, Creativity, Cultural Arts Learning, Dance Arts Education, Junior High School Students

Abstract

The current education system is facing a crucial dilemma: the intensifying focus on cognitive achievement amidst the specific challenges faced by Generation Z. Junior high school students aged 12–15, who are digital natives, are at risk of reduced social interaction and mental health issues due to high screen time. Addressing this urgency, this study aims to describe the strategic role of dance arts education in shaping character and creativity, and to identify implementation solutions at SMP Negeri 1 Wonogiri. This descriptive qualitative study utilized 8 students active in dance as primary subjects, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that dance arts, through an embodied learning approach based on physical movement, is highly effective in cultivating character. Values such as discipline, which is transferred from the punctuality required in practice to general school life , collective responsibility , and self-confidence that overcomes social awkwardness, grew significantly. Furthermore, dance reinforces authentic cooperation and cultural appreciation. In terms of creativity, the activity encourages movement exploration, improvisation, and creative problem-solving. Psychologically, dance practice functions as a positive coping mechanism that effectively lowers adolescent stress levels. Although constraints exist, such as limited instructional time (80 minutes per week) , adaptive solutions like strengthening extracurricular activities and the peer tutoring system are being implemented. This research concludes that dance arts education is an essential and strategic medium for developing holistic competencies, including the 4Cs (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) and the Profil Pelajar Pancasila.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, R., Aulia, R., Firmansyah, M., & Daeng, A. A. (2024). Intensitas penggunaan gawai tidak berpengaruh pada siklus tidur namun memengaruhi kesehatan mental siswa sekolah menengah pertama di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Jurnal Kedokteran Komunitas, 12(1), 1–8. https://jim.unisma.ac.id/index.php/jkkfk/article/view/24231

Alfarez, T. D., & Putra, B. H. (2022). Bentuk dan proses penciptaan Tari Barong Wadon karya Tantin Hermawati di Sanggar Tondonegoro Kabupaten Pati. Jurnal Seni Tari, 11(1), 45–55. https://doi.org/10.15294/jst.v11i1.55910

Antonia, L., & Lakapu, S. (2024). Upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V A pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya melalui alat bantu ajar pianika di SD Inpres Oesapa tahun ajaran 2023/2024. Jurnal Penciptaan, Pengkajian dan Pertunjukkan Musik, 4(1), 31–47. https://doi.org/10.52960/jt.v4i1.361

Aryani, E. D., Fadjrin, N., & Azzahro, T. A. (2022). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter. Jurnal Gema Keadilan, 9(20), 1–13. https://doi.org/10.14710/gk.2022.16430

Cantik, M., & Aditya, P. (2024). Revitalisasi Tari Radat Selimut Putih: Menjembatani pendidikan karakter dan pemahaman budaya lokal melalui manajemen seni pertunjukan. Academy of Education Journal, 15(1), 348–356. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2193

Farnaz, T. A., Oktavyana, K. M. C., Patahillah, M., Inayah, E. D. R., & Azzalina, C. (2025). Dampak positif ekstrakurikuler seni tari terhadap pengembangan kreativitas siswa madrasah ibtidaiyah negeri. Pena Merdeka: Journal of Education, 1(2), 15–26.

Hidayat, H., Jalil, D. M., Wulansari, D., & Rusmiati, E. (2025). Manajemen supervisi pendidikan: Meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital (Edisi pertama).

Jesika, A., & Dilfa, A. H. (2025). Upaya guru mengoptimalkan penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran seni budaya (tari) kelas VII C SMPN 35 Kerinci. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 2(1), 113–125. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i6.493

Juniasih, I. (2015). Peningkatan kreativitas gerak melalui kegiatan tari pendidikan berbasis cerita (Tarita). Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 319–342. https://doi.org/10.21009/JPUD.092.08

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2025). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah (Issue 021).

Komara, E., Karlina, H., Nisa, Z. H., & Suryadi, T. (2023). Tingkat pemahaman guru terhadap penerapan peer-learning sebagai model pembelajaran inovatif di sekolah. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 16(1), 134–156. https://doi.org/10.26418/jvip.v16i1.67374

Kusumastuti, E., Putra, B. H., & Cahyono, I. N. (2023). Pelatihan Tari Jaran Kepang Semarangan berbasis teknologi kepada generasi milenial. Varia Humanika, 4(1), 29–38.

Mhike, S. (2018). Estetika Tari Sekapur Sirih sebagai tari penyambutan tamu di Kota Jambi. Ilmu Humaniora, 2(2), 365–377.

Milles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. UI Press.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Nadia, I. Q., & Muthohar, S. (2024). Kegiatan ekstrakurikuler dalam memperkuat efektivitas profil pelajar Pancasila di lembaga PAUD. Jurnal Kumara Cendekia, 12(4), 370–380. https://doi.org/10.20961/kc.v12i4.92603

Nisa, F., Fathurohman, I., & Setiawan, D. (2021). Karakter kedisiplinan belajar anak SDN 2 Muryolobo pada masa pembelajaran daring. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(4), 1179–1186.

Nur, E., Ubaidila, A., & Sidoarjo, U. M. (2025). Penguatan profil pelajar Pancasila melalui ekstrakurikuler Tari Eklek dalam membangun karakter bergotong royong siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Puyung. BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 120–130. https://doi.org/10.37216/badaa.v7i2.2189

Papadja, A., Metan, Y., & Taek, D. A. (2025). Peningkatan kreativitas seni tari melalui pelatihan gerak tari tradisional atau kreasi NTT bagi siswa-siswa SMAN 3 Fatuleu. I-Com: Indonesian Community Journal, 5(1), 418–427. https://doi.org/10.70609/icom.v5i1.6660

Pauziah, E. (2025). The role of Galombang dance as a legitimisation of status for user communities in Nagari Tanjung Balik, X Koto District, Solok Regency. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(1), 66–74. https://avant-garde.ppj.unp.ac.id/index.php/avant-garde/index

Putri, F. M., & Yanuartuti, S. (2017). Pembelajaran seni budaya (seni tari) tahun pelajaran 2016/2017 di SMA Negeri 1 Kertosono. Jurnal Pendidikan Seni, 5(1), 1–15.

Raco, J. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik dan keunggulannya. PT Grasindo.

Renden, S., & Hamid, S. (2023). Peran kegiatan ekstrakurikuler seni tari dalam membangun kepercayaan diri siswa di SD Kristen Makale 2 Kabupaten Tana Toraja. Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 54–60. https://doi.org/10.47178/tongkonan.v2i1.2062

Rochman, E. Y. (2016). Mengembangkan karakter tanggung jawab pada pembelajaran. Al Murabbi, 3(1), 36–54.

Sabililhaq, I., & Utami, L. D. (2024). Meninjau domain afektif remaja generasi Z melalui asesmen PAI berbasis keluarga. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 7(3), 814–826. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i3.1100

Sania, S. S., & Kasmahidayat, Y. (2023). Pembelajaran seni tari dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kota Sukabumi. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 3(1), 68–78.

Sari, E., & Julta, A. (2025). Estetika gerak Tari Sambut Sebiduk Sehaluan di Kabupaten OKU Timur. Alacrity: Journal of Education, 5(1), 523–531. https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i1.653

Suardipa, I. P. (2019). Kajian creative thinking matematis dalam inovasi pembelajaran. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 3(2), 15–22.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi kedua; S. Sutopo, Ed.). Penerbit Alfabeta.

Tambunan, M. D. C., Siregar, A., & Yaakob, N. H. B. (2025). Pendekatan efek jera dalam budaya kasih sayang untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di Sekolah Kebangsaan. ITQAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 16(1), 77–91. https://doi.org/10.47766/itqan.v16i1.6140

Wafa, A. S., Abdurrahmat, A. S., Nana, N., Hernawati, D., & Badriah, L. (2025). Profil keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran fisika. Edutech: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 5(1), 46–53. https://doi.org/10.51878/edutech.v5i1.4522

Yulianti, N., Sya’idah, N., Desyandri, & Mayar, F. (2022). Pentingnya penerapan pembelajaran seni tari dalam membentuk mental siswa di kelas 3 sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(3), 1877–1882.

Yuna, Y., & Hartati, Z. (2024). Pendampingan P5 Tari Nusantara untuk meningkatkan keterampilan kerja sama siswa kelas VII di SMP 8 Palangkaraya. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negeri, 2(5), 46–54. https://doi.org/10.61132/ardhi.v2i5.718

Zairani, E. S., & Cahyono, A. (2020). Koreografi dan fungsi Tari Gagrak Maritim di Kampung Seni Kota Tegal. Jurnal Seni Tari, 9(2), 160–174.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Brilyant De Gusman, & Galuh Fatma Hedianti. (2025). Peran Pendidikan Seni Tari dalam Membentuk Karakter dan Kreativitas Generasi Muda : Studi Kasus SMP Negeri 1 Wonogiri. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain Dan Media, 4(2), 559–571. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v4i2.7424