Rekonstruksi Kesenian dalam Tradisi Resam Munoling Etnik Gayo Kabupaten Aceh Tengah

Authors

  • Fathia Juhra Universitas Syiah Kuala
  • Neva Nabila Universitas Syiah Kuala
  • Cut Thiya Arifa Universitas Syiah Kuala
  • Ananda Zhafira Mazaya Universitas Syiah Kuala
  • Gustiana Gustiana Universitas Syiah Kuala
  • Irma Rahmayani Universitas Syiah Kuala
  • Rida Safun Selian Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v2i2.10098

Keywords:

Art Reconstruction, Gayo Ethnic, Gotong Royong, Local Wisdom, Resam Munoling

Abstract

The Resam Munoling tradition is a cultural heritage of the Gayo community in Kebayakan, Central Aceh, reflecting mutual cooperation (gotong royong) and artistic values in rice harvesting. However, modernization has caused this tradition to fade, particularly the traditional singing elements and the accompaniment of canang music. This descriptive qualitative study aims to analyze the strategy of reconstructing the arts within Resam Munoling to ensure they remain preserved and relevant. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation with artists, farmers, and community leaders in Kebayakan Subdistrict. The study identified five key reconstruction strategies: mapping and documentation, training, artist collaboration, technology utilization, and government support. The results indicate that reconstruction can be achieved by documenting artistic elements (music, songs, costumes), involving local artists for regeneration, and utilizing digital technology for promotion. Government support through policies, funding, and cultural festivals is also highly significant. This reconstruction not only revives traditional art but also strengthens the cultural identity and social solidarity of the Kebayakan community

Downloads

Download data is not yet available.

References

_____, (2010). Metode Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

_____, (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Amanah, Sidiq. (2019). Rekonstruksi Nilai-Nilai Kebudayaan Nusantara Melalui Pendidikan Seni. Surabaya : Universitas Negri Surabaya.

Anton, Moeliono. (2019). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Arikunto, S. (1989). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara.

Arikunto. (2006). Prosedur Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Budiarti, R. P. N., & Yudianto, F. (2019). Penerapan Analisa Big Data pada Klasifikasi Kondisi Jalan untuk Mendukung Smart City. Applied Technology and Computing Science Journal, 2(2), 79-89. Compassiana.com. (2020). Diakses pada tanggal 20 Maret 2024. https://www.kompasiana.com/silihnara/5f51fc53097f361da83827d2/panen-ala-tradisi-gayo-takengon.

Djelantik, M. (1999). Estetika. Bandung: Arti. Line.

Fauziah. (2014). Pergeseran Nilai Sosial Budaya Tradisi (Adu Kepala) Pada Masyarakat Desa Ntori Kecamatan Wawo Kabupaten Bisma. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makasar. Diakses pada tanggal 25 Februari 2024. https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/5104-Full_Text.pdf.

Fitriawati, D. M. I., Dewi, I. A. K., Diana, G. A. M., & Winarta, I. B. G. N. (2023). UPAYA MELESTARIKAN TARIAN TRADISIONAL DI ERA

Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta : Gaung Persada Group.

Ismail.Faisal. (1997). Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yokyakarta : Titian Ilahi Press.

Junita, Noviza. (2023). Rekonstruksi Tari Batin Di Sanggar Helau Budaya Kabupaten Tanggamus. Skripsi. Universitas Lampung. Diakses pada tanggal 23 Mei 2024. http://digilib.unila.ac.id/69424/3/3.%20SKRIPSI%20FULL%20TANPA% 20BAB%20PEMBAHASAN.pdf.

KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Diakses pada tanggal 7 July 2024. https://kbbi.web.id/rekonstruksi .

Koentjaraningrat. (1988). Paradigma Kebudayaan. Jakarta : Ui. Press.

Kompas.com. (2013). Diakses pada tanggal 22 Februari 2024. https://www.kompasiana.com/muhammadsyukri/551f8961813311686e9de 29a/resam-munoling-liburan-sambil-belajar-kearifan-lokal.

MODERN. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 78-88. Gayo Lintas. (2019). Diakses pada tanggal 22 Februari 2024. https://lintasgayo.com/25468/resam-munoling-kaya-filosofi-tradisi-yang-mulai-ditinggalkan.html.

Moleong, L.J. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Rosdakarya. Pemerintahan Aceh. Diakses pada tanggal 9 July 2024. https://pkk.acehtengahkab.go.id/halaman/profil-kabupaten-aceh-tengah.

Ratna, Nyoman K. (2010). Metodologi Penelitian : Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yokyakarta: Pustaka Pelajar

Smith, J. (1985). Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. (Terjemahan Ben Suharto, S.ST). Yokyakarta : Ikalasti.

Sugiono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.

Sumarto, S. (2018). Budaya, pemahaman dan penerapannya:“Aspek sistem religi, bahasa, pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi”. Jurnal Literasiologi, 1(2), 16-16.

Sumiati, L., & Jatnika, A. (2022). Revitalisasi Tari Tradisi di Situasi Pandemi. Panggung, 31(4).

Surokim, S. (2016). Riset Komunikasi Strategi Praktis bagi Penelitian Pemula. Suryono, A. (2019). Teori dan Strategi Perubahan Sosial. Bumi Aksara.

Wikipedia. (2023). Diakses pada tanggal 20 Maret 2024. https://id.m.wikipedia.org/wiki/story:Tradisi#:~:text=Tradisi%20atau%20l eluri%20(bahasa%20latin,sehingga%sekelompok%20orang%20tersebut% 20melestarikannya

Yulianingsih. (2014). Kajian Pustaka Kesenian. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Downloads

Published

2023-10-31

How to Cite

Fathia Juhra, Neva Nabila, Cut Thiya Arifa, Ananda Zhafira Mazaya, Gustiana Gustiana, Irma Rahmayani, & Rida Safun Selian. (2023). Rekonstruksi Kesenian dalam Tradisi Resam Munoling Etnik Gayo Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain Dan Media, 2(2), 277–290. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v2i2.10098