Analisis Pengaruh Bakteri Rhizobium SP terhadap Petumbuhan Sengon di Lahan Bekas Tambang Kapur

Authors

  • Ratu Salma Aqilla Institut Teknologi Sumatera
  • M. Akbari Danasla Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurritek.v4i3.6684

Keywords:

Chalk Marks, Media Polybag, Mining Land, Rhizobium Sp, Sengon Plant

Abstract

The land of the former Pit B limestone mine of PT Semen Baturaja has failed to plant and grow dwarf plants at several locations due to low nutrient content, such as Nitrogen, Phosphorus, Potassium, Soil PH, C-Organic, and cation exchange capacity (KTK). This condition causes the plant not to grow optimally. This study aims to determine the effect of the application of Rhizobium sp bacteria on the growth of Sengon plants (Falcataria moluccana) using polybag media on the land. The method used was an experiment with the treatment of giving Rhizobium sp in various doses. The results of the study showed that the administration of Rhizobium sp had a real effect on increasing the growth of sengon plants. Based on laboratory observations and analysis, there is a change in soil pH from slightly alkaline to neutral after treatment. The C-Organic content increased from medium to very high, while the Nitrogen content rose from medium to high. The elements of Phosphorus, Potassium, and KTK have also increased significantly and are classified as very high. The best treatment is obtained at a dose of 30 grams of Rhizobium sp, which gives optimal results on an increase in plant height and root length. These findings suggest that the application of Rhizobium sp can be an effective biotechnology alternative in post-mining land rehabilitation, particularly in improving soil fertility and forestry crop productivity. This research contributes to environmental management and the use of microorganisms in the restoration of degraded ecosystems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian. (2023). Analisis kimia tanah, tanaman, air, dan pupuk (Vol. 3).

Caribu Hadi Prayitno, D. S. (2024). Karakteristik dan potensi lahan bekas tambang kapur sebagai penghasil hijauan pakan.

Ceng Asmarahman, & Indra Gumay Febryano. (2008). Pemanfaatan rhizobium untuk meningkatkan pertumbuhan semai sengon (Paraserianthes falcataria) pada media tanah bekas tambang semen. Jurnal Ilmiah, 45–57.

Demetrius Natanael, Muhammad Firmansyah, & Andy Mizwar. (2019). Perbaikan sifat fisika dan kimia tanah pada tanah bekas tambang intan di Cempaka dengan metode composting berbahan dasar kotoran sapi. Jurnal Ilmiah Pertanian, 23(2), 102–115.

Dhian Dwi Ramadhana, Donny Donantho, & Ria Rachel. (2019). Penilaian status kesuburan tanah pada lahan pascatambang di areal PT. Trubaindo Coal Mining Kabupaten Kutai Barat. Assessment of Soil Fertility Status in Post-Mining Land in the PT. Trubaindo Coal Mining, West Kutai Regency, 2(1), 110–120.

Ermal Subhan, Salampak, Andrie Elia, & Masliani. (2019). Analisis tingkat kesuburan tanah lahan bekas penambangan batubara PT. Senamas Energindo Mineral Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Pertanian dan Sumber Daya Alam, 30(4), 211–220.

Ikbal, Iskandar, & Sri Wilarso Budi. (2016). Peningkatan kualitas tanah bekas tambang nikel untuk media pertumbuhan tanaman revegetasi melalui pemanfaatan bahan humat dan kompos. Jurnal Silvikultur Tropika, 153–158.

Lisa, Muhammad Basir, & Uswah Hasanah. (2022). Status hara nitrogen, fosfor, kalium dan tingkat kesuburan tanah pada tiga penggunaan lahan berbeda di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Jurnal Ilmu Tanah dan Pertanian, 18(2), 98–106.

Mhd. Irsyad, Fernanda Reza, Safa Syahlabi. (2024). Pebandingan karakteristik tanah pada empat jenis tutupan lahan pascatambang kapur. Institut Pertanian Bogor, 19(2), 88–95.

Monica Sinaga, R. A., Suwadji, S., & Bowo Woesono, H. (2023). Pertumbuhan awal bibit tanaman reklamasi di lahan bekas tambang dengan pemberian kompos plus dan mulsa alami di sektor Kalimaya. Initial Growth of Reclamation Plant Seeds on Ex-Mining Land with Compost Plus and Natural Mulch in Kalimaya Sector, 13(1), 24–35.

Nurhasybi, S. D. J., & Suita, E. (2019). Kriteria bibit tanaman hutan siap tanam: Untuk pembangunan hutan dan rehabilitasi lahan. Jurnal Kehutanan Indonesia, 14(2), 115–130.

Pelyarni, Muh. Noor Azizu, Wula Riski Yanti, & Ridwan. (2022). Analisis kadar nitrogen, fosfor dan kalium pada lahan tambang aspal Buton. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(3), 230–240.

Prayudyaningsih, R., & Sari, R. (2016). Aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan kompos untuk meningkatkan pertumbuhan semai jati (Tectona grandis Linn.F.) pada media tanah bekas tambang kapur. Jurnal Pertanian Tropika, 22(4), 189–195.

Rohani, F., Srianjelina, D., Pujawati, D., & Yamani, A. (2023). Respon pertumbuhan bibit sengon (Paraserianthes falcataria) dengan berbagai dosis mikoriza pada media tanah bekas tambang intan. Jurnal Sumber Daya Alam dan Pertanian, 16(2), 103–114.

Sembiring. (2008). Sifat kimia dan fisik tanah pada areal bekas tambang. Jurnal Ilmu Tanah, 7(3), 200–210.

Sriwanty, Meldi, & Jenny J. Rondonuwu. (2021). Kajian nitrogen, fosfor, kalium dan C-organik pada tanah berpasir pertanaman kelapa Desa Ranoketang Atas. Jurnal Tanah dan Agrokompleks, 18(2), 79–89.

Try Koryati, Fatimah, & Dolly Sojuangan. (2020). Peranan rhizobium dalam fiksasi N tanaman legum. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 4(1), 65–75.

Downloads

Published

2025-09-12

How to Cite

Ratu Salma Aqilla, & M. Akbari Danasla. (2025). Analisis Pengaruh Bakteri Rhizobium SP terhadap Petumbuhan Sengon di Lahan Bekas Tambang Kapur. JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK, 4(3), 275–287. https://doi.org/10.55606/jurritek.v4i3.6684

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.