Pemanfaatan Tanaman Kiambang sebagai Agen Fitoremediasi untuk Penetralan Air Asam Tambang

Authors

  • Hisni Rahmi Universitas Jambi
  • Restu Permana Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  • Nelsy Mariza Syahyuda Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  • Restu Juniah Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurritek.v4i2.5548

Keywords:

phytoremediation, kiambang plant, neutralization, mine acid water

Abstract

The pH value parameter in the mineral acid water of a coal mining company in South Sumatra is below the set environmental quality standards. The results of measuring the pH value using a pH meter at the inlet are 4.9 which is still below the environmental quality standard of 6-9. Therefore, it is necessary to make efforts to manage the environment before water is discharged into water bodies, one of which is by utilizing kiambang plants as phytoremediation agents in neutralizing mine acid water. This study aims to analyze changes in mine acid water quality and analyze the effectiveness of mine acid water neutralization. The initial quality of mine acid water for pH parameters was 4.9 TDS of 376 mg/l, Fe of <0.1 mg/l, and Mn of 3 mg/l. After the phytoremediation process, the water quality change for pH parameters was 6.6 and Mn was 0.05 mg/l. The neutrality effectiveness of mine acid water increased the pH by 34.69% and the effectiveness of reducing Mn levels by 98.33%. This kiambang plant can be a recommendation for phytoremediation agents for companies considering its availability around the company

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, F., Rafmi, H., Nelvi, A., & Arisanti, R. (2022). Analisis biaya penggunaan kalsium hidroksida terhadap parameter pH dan TSS pada penetralan air asam tambang PT. Gorby Putra Utama. Jurnal Manajemen & Akuntansi, 6(1), 9–18.

Arisanti, R., Assyakiri, M. R. A. F., Rahmi, H., & Neris, A. (2021). Analisis biaya penggunaan kapur tohor dalam penetralan air asam tambang KPL PIT 1 PT XYZ di Sumatera Selatan. Media STIE, 5(2), 95–101.

Assyakiri, M. R. A. F., Rahmi, H., & Neris, A. (2022). Kebutuhan dosis kapur tohor dalam penetralan air asam tambang KPL Pit 1 Timur Banko Barat PT Bukit Asam. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(1), 292–301.

Istighfari, S., Dermawan, D., & Mayangsari, N. E. (2018). Efektifitas tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) untuk fitoremediasi kadar BOD, COD dan fosfat pada limbah industri laundry. Conference Proceeding on Waste Treatment Technology. http://repository.ub.ac.id/id/eprint/200448/

Juniah, R., Toha, M. T., Zakir, S., & Rahmi, H. (2023). Potential economic value of water resource sustainability for sustainable environment: A case study in South Sumatra, Indonesia. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 13(1), 165. https://doi.org/10.18517/ijaseit.13.1.16223

Karyati, N., Rahman, M., & Yasmi, Z. (2019). Efektifitas beberapa jenis gulma air terhadap penurunan kadar logam berat pada air bekas galian pasca tambang batubara (Void). Aquatic, 1(1), 23–33.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Batu Bara. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Muryani, E., & Widiarti, I. W. (2019). Kadar BOD dan COD air lindi dengan perlakuan fitoremediasi tanaman teratai (Nymphaea sp.) dan apu-apu (Pistia stratiotes L.) (Studi kasus TPA Jetis Purworejo). Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan, 2(2), 72. https://doi.org/10.31315/jmel.v2i2.2389

Novita, E., Hermawan, A. A. G., & Wahyuningsih, S. (2019). Komparasi proses fitoremediasi limbah cair pembuatan tempe menggunakan tiga jenis tanaman air. Jurnal Agroteknologi, 13(1). https://doi.org/10.19184/j-agt.v13i01.8000

Pagoray, H., Ghitarina, & Nikhlani, A. (2017). Pemanfaatan tanaman kiambang (Salvinia molesta) untuk meningkatkan kualitas air kolam pasca tambang batubara yang digunakan untuk budidaya ikan. Jurnal Pertanian Terpadu, 5(1), 78–84.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pedoman Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekretariat Negara Republik Indonesia. http://www.jdih.setjen.kemendagri.go.id/

Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 16 Tahun 2005. (2005). Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Sungai.

Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 8 Tahun 2012. (2012). Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri.

Pribadi, R. N., Zaman, B., & Purwono. (2016). Pengaruh luas penutupan kiambang (Salvinia molesta) terhadap penurunan COD, amonia, nitrit, dan nitrat pada limbah cair domestik (grey water) dengan sistem kontinyu. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(4), 1–10. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan

Rahmatia, C., Hilwan, I., Mansur, I., & Noor, I. (2019). Analisis vegetasi hutan rawa buatan sebagai agen fitoremediasi di pertambangan batubara, Kalimantan Selatan. Media Konservasi, 24(1), 29–39.

Rahmi, H., Juniah, R., & Affandi, A. K. (2017). Study of chemical characteristics of the Lambidaro River for sustainable environment. Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability, 1(1), 23–26. https://doi.org/10.26554/ijems.2017.1.1.23-26

Rahmi, H., Nelvi, A., & Situmorang, B. (2023). Pengaruh fly ash dan kapur tohor terhadap kualitas air asam tambang di PT Bara Prima Pratama. E-Journal Teknologi Infrastruktur, 2, 35–43. https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/download/356/314

Rahmi, H., Susetyo, D., & Juniah, R. (2019). Utilization study of void mine for sustainable environment of the limestone mining sector at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability, 3(2), 54–59. https://doi.org/10.26554/ijems.2019.3.2.54-59

Ramadhan, N. S., & Juswardi. (2022). Efektivitas kombinasi vegetasi Salvinia molesta Mitchell dan Eichhornia solms dalam fitoremediasi logam berat Pb limbah cair kain jumputan. Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) ke-VII, 354–361.

Saputra, R. A., & Tangahu, B. V. (2020). Studi literatur kemampuan tumbuhan Salvinia molesta dan Salvinia natans terhadap penyerapan Fe dan Mn pada pengolahan air asam tambang. Jurnal Teknik ITS, 9(2), 191–196.

Sari, F. D. N. (2018). Fitoremediasi air limbah rumah tangga menggunakan tanaman wlingen (Scirpus grossus) dan teratai (Nymphea firecrest). Regional Development Industry & Health Science, Technology and Art of Life, 1(1).

Yuliani, D. E., Sitorus, S., & Wirawan, T. (2013). Analisis kemampuan kiambang (Salvinia molesta) untuk menurunkan konsentrasi ion logam Cu (II) pada media tumbuh air. Jurnal Kimia Mulawarman, 10(2), 68–73.

Yunus, R., & Prihatini, N. S. (2018). Fitoremediasi Fe dan Mn air asam tambang batubara dengan eceng gondok (Eichornia crassipes) dan purun tikus (Eleocharis dulcis) pada sistem LBB di PT JBG Kalimantan Selatan. Jurnal Sainsmat, 7(1), 73–85. http://ojs.unm.ac.id/index.php/sainsmat

Zuhria, S. A. (2017). Laju penurunan BOD dan karakteristik limbah cair perebusan kedelai pembuatan tempe hasil penanganan fitoremediasi eceng gondok. Universitas Jember.

Downloads

Published

2025-06-16

How to Cite

Hisni Rahmi, Restu Permana, Nelsy Mariza Syahyuda, & Restu Juniah. (2025). Pemanfaatan Tanaman Kiambang sebagai Agen Fitoremediasi untuk Penetralan Air Asam Tambang. JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK, 4(2), 57–68. https://doi.org/10.55606/jurritek.v4i2.5548

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)