Studi Kearifan Lokal Petani Lembang Tumbang Datu dalam Proses Usaha Tani Padi
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.7037Keywords:
Lembang Tumbang Datu, Local Traditions, Local Wisdom, Rice Farming, Sustainable AgricultureAbstract
Agricultural practices that take local wisdom into account can provide significant benefits to the environment and society. Local wisdom plays a crucial role in sustainable agricultural practices. Time-tested knowledge and practices can provide solutions to the challenges faced by modern farmers, particularly in the context of climate change and environmental degradation. However, despite extensive research, a significant research gap remains, specifically how local wisdom in the Tumbang Datu Valley can be integrated into broader agricultural policies. The research used was descriptive with a qualitative approach. Qualitative research aims to understand social phenomena from the perspective of participants. Initial informants were selected purposively, selecting informants deemed to have extensive knowledge of the conditions in the village under study, using a snowball sampling technique. The first step was to identify key informants, who in this study consisted of 16 traditional leaders and farmers familiar with the culture in Lembang Tumbang Datu and directly involved in the practice. The local wisdom in the rice farming process, from pre-planting, planting, maintenance, to harvesting and post-harvest, is implemented based on ancestral heritage in line with environmental conservation. Farmers demonstrate their concern for nature through natural soil cultivation, selection of superior seeds, use of organic fertilizers, and implementation of efficient planting and irrigation systems. The application of Integrated Pest Management (IPM) and post-harvest technology demonstrates the farmers' ability to adapt to innovation while maintaining local wisdom. Overall, the rice farming system in Lembang Tumbang Datu demonstrates the synergy between tradition and modernity, supporting food security while preserving cultural heritage.
Downloads
References
Ari, S., & Antariksa. (2009). Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional Indonesia. Universitas Brawijaya Press.
Aulia, A., & Dharmawan, A. H. (2012). Kearifan lokal dan pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(3), 45–59.
Azam, & Diana, W. (2022). Positif negatif game online pada anak-anak dan tindakan pencegahannya. TRIDARMA Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 5(1), 164–179. https://doi.org/10.35335/abdimas.v5i1.2274
Berkes, F. (2017). Sacred Ecology: Traditional Ecological Knowledge and Resource Management (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315114644
Budiarto, D. (2023). Manajemen irigasi dan peningkatan efisiensi penggunaan air dalam pertanian berkelanjutan. Jurnal Teknik Pertanian Indonesia, 25(1), 12–25.
Caroline Nyamai-Kisia. (2010). Local Knowledge and Sustainable Development in Africa: A Case Study Approach. African Centre for Technology Studies (ACTS Press).
Daniah. (2015). Kearifan lokal dan ketahanan sosial budaya masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora, 17(2), 143–150.
Indah, P. R. (2022). Manajemen pascapanen padi dan pengaruhnya terhadap kualitas gabah. Jurnal Teknologi Pertanian Tropika, 13(2), 98–107.
Juliyanti, N., & Usman, M. (2018). Hubungan luas lahan dengan tingkat pendapatan petani padi sawah di Sulawesi Selatan. Jurnal Agrisocionomics, 2(1), 44–52. https://doi.org/10.29103/jepu.v1i1.501
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Statistik Pertanian 2022. Kementerian Pertanian RI.
Khairullah, M., Rahmadani, N., & Fauzi, R. (2017). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam masyarakat pedesaan. Jurnal Antropologi Indonesia, 38(2), 101–115.
Khairullah, R., Rahim, M., & Nur, A. (2017). Kearifan lokal dalam sistem pertanian tradisional Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(2), 33–42.
Kurniawan, D. (2023). Pengendalian gulma terpadu dalam sistem pertanian padi berkelanjutan. Jurnal Agroteknologi Nusantara, 15(2), 45–56.
Lestari, W. (2022). Efektivitas pengendalian hama terpadu (PHT) terhadap penurunan serangan organisme pengganggu tanaman. Jurnal Perlindungan Tanaman, 11(1), 67–79.
Mayang, R., & Putri, A. (2021). Kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Jurnal Ekologi dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 67–75.
Nasruddin, R., Hakim, L., & Adnan, H. (2011). Kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan hidup masyarakat pedesaan di Indonesia. Jurnal Kebudayaan dan Lingkungan, 8(2), 45–59.
Nuraini, L. (2022). Perbandingan efektivitas pupuk organik dan anorganik terhadap hasil padi sawah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(4), 311–321.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan. Kementerian Dalam Negeri RI.
Prasetyo, R. (2023). Teknologi pascapanen padi untuk mengurangi kehilangan hasil. Jurnal Keteknikan Pertanian, 21(1), 42–55.
Rahayu, S. (2021). Nilai budaya dan keberlanjutan praktik pertanian di masyarakat pedesaan Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 12(1), 33–49.
Rahmawati, N. (2023). Pemilihan varietas unggul padi untuk ketahanan terhadap hama dan perubahan iklim. Jurnal Pangan dan Pertanian, 9(1), 1–12.
Sari, M. P. (2023). Pengaruh waktu panen terhadap mutu gabah dan rendemen beras. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(2), 45–57.
Setiawan, B. (2023). Penerapan sistem tanam jajar legowo dalam meningkatkan produktivitas padi. Jurnal Agrotek Indonesia, 19(2), 55–68.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Supriyadi, T., Ranteallo, H. R., & Manda, Y. (2022). Pengaruh pengolahan tanah terhadap hasil padi sawah di wilayah pegunungan Toraja. Jurnal Agroekologi Indonesia, 14(3), 101–115.
Supriyanto, B., Toding, M., & Rante, Y. (2020). Pengetahuan lokal dan sistem pertanian padi masyarakat Tana Toraja. Jurnal Kearifan Lokal, 3(1), 21–35.
Sutopo, H. B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Universitas Sebelas Maret Press.
Utami, L., & Kurniawan, D. (2020). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya air untuk pertanian berkelanjutan. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 7(2), 89–101.
Widodo, T., & Hastuti, R. (2017). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar pembangunan masyarakat berkelanjutan. Jurnal Filsafat dan Budaya, 25(1), 21–34.
Yulianti, S. (2022). Teknik pembibitan padi dan pengaruhnya terhadap produktivitas tanaman. Jurnal Agrosains dan Teknologi Pangan, 15(1), 20–33. https://doi.org/10.24853/jat.6.1.15-24
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





