Pengaruh Bahan dan Lama Waktu Perendaman Benih terhadap Pematahan Dormansi Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.6949Keywords:
Factorial Design, Germination Rate, Seed Soaking, Sprouting Speed, Warm WaterAbstract
More than 20% of the seeds sown did not germinate normally. The problem of low chili pepper seedling growth rates was caused by low germination rates. Internal factors contributing to low germination rates in chili pepper seeds had yet to be solved. This research aimed to analyze the effect of materials and duration of seed soaking of cayenne pepper (Capsicum frutescens) as well as the results of the soaking treatment for cayenne pepper seeds (Capsicum frutescens). This research used factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor, namely soaking material (P), includes control treatment or no soaking treatment (K), warm water with a temperature of 50˚C (P1), KNO3 solution with a concentration of 1% (P2), and colchicine solution with a concentration of 0.1 % (P3). The second factor, namely duration of seed soaking (T), includes soaking time of 12 hours (T1) and soaking time of 24 hours (T2). There were 7 treatments with each treatment having 3 replications. This research carried out dormancy observations for 7 days. The data analysis for this research was in the form of quantitative data using Two Way ANOVA and DMRT further. The parameters observed included germination capacity, and germination rate. The results of this researc that 0.1% colchicine solution (P3) and 24 hour soaking time (T2) was the best materials and seed soaking for cayenne pepper seeds with 95% germination capacity.
Downloads
References
Alif, S. (2017). Kiat sukses budidaya cabai rawit. Yogyakarta: Bio Genesis.
Avivi, S., Arum, A. P., Farisi, O. A., Prasetyo, M. A., Darmawan, D., & Noviana, S. (2021). Fisiologi benih tanaman perkebunan. Jember: UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember.
Girsang, R., Luta, D. A., Hrp, A. S., & Suriadi. (2019). Peningkatan perkecambahan benih bawang merah (Allium ascalonicum L.) akibat interval perendaman H₂SO₄ dan beberapa media tanam. Journal of Animal Science and Agronomy Panca Budi, 24–28.
Halimursyaddah, Syamsuddin, Hasanuddin, Efendi, & Anjani, N. (2020). Penggunaan kalium nitrat dalam pematahan dormansi fisiologis setelah pematangan pada beberapa galur padi mutan organik spesifik lokal Aceh. Jurnal Kultivasi, 1061–1068.
Hayati, P. D., Bustamam, T., Martinius, Rozen, N., & Anwar, A. (2019). Penuntun praktikum ilmu dan teknologi benih. Padang: LPTIK Universitas Andalas.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Petunjuk teknis sertifikasi benih tanaman (Nomor 620). Jakarta: Kementerian Pertanian.
Lagiman, & Supriyanta, B. (2021). Karakterisasi morfologi dan pemuliaan tanaman cabai. Yogyakarta: LPPM UPN Veteran Yogyakarta.
Laisbuke, G. (2022). Pematahan dormansi benih cabai rawit lokal (Capsicum frutescens L.) dengan perlakuan KNO₃. Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering, 52–54.
Mulyani, E. (2022). Respon viabilitas dan vigor benih tumbuhan terhadap priming campuran ekstrak kunyit dan KNO₃ [Tesis, Politeknik Negeri Lampung].
Nahak, L. (2021). Pematahan dormansi benih cabai rawit lokal (Capsicum frutescens L.) asal Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan aplikasi plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering, 57–60.
Nurhafidah, Rahmat, A., Karre, A., & Juraeje, H. H. (2021). Uji daya kecambah berbagai jenis varietas jagung (Zea mays) dengan menggunakan metode yang berbeda. Jurnal Agrolantae, 30–39.
Prabhandaru, I., & Saputro, T. B. (2017). Respon perkembangan benih padi (Oryza sativa L.) varietas lokal Si Gadis hasil radiasi sinar gamma. Jurnal Sains dan Seni ITS, 48–52.
Pradana, D., & Hartatik. (2019). Pengaruh kolkisin terhadap karakter morfologi tanaman terung (Solanum melongena L.). Berkala Ilmiah Pertanian, 155–158.
Purbosari, P., & Puspitasari, D. (2018). Pengaruh ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) dan kolkisin terhadap perkecambahan biji cabai rawit hibrida. Jurnal Pendidikan Biologi, 181–187.
Puspitasari, N., Makhziah, & Pribadi, D. (2023). Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kolkisin terhadap karakter morfologi dan agronomi semangka (Citrullus lanatus). Agricultural Journal, 731–739.
Putri, A. A., Budiman, K., Kalsum, U., & Miska, M. E. E. (2021). Pengaruh perlakuan pematahan dormansi terhadap kemampuan perkecambahan benih aren (Arenga pinnata Merr.). Jurnal Pertanian Presisi, 44, 147–159.
Saputra, J., Amir, R., Mumin, N., & Sutariyati, G. (2020). Persistensi dan pematahan dormansi benih cabai rawit lokal menggunakan teknik bio invigorasi benih. Jurnal Agrotek Tropika, 391–400.
Sari, S. P., & Purmaningsih, S. L. (2020). Pematahan dormansi benih menggunakan KNO₃ dan H₂O pada beberapa tanaman. Jurnal Produksi Tanaman, 626–632.
Setiawan, K. (2019). Metodologi penelitian (ANOVA satu arah): Buku ajar. Lampung: Jurusan Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Sitanggang, K., Saragih, S., & Fadillah, M. (2021). Pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) dengan perendaman kolkisin. Jurnal Agroplasma, 24–27.
Sopian, K. A., Nurmauli, N., Ginting, Y., & Ermawati. (2021). Pengaruh varietas dan pelembapan pada viabilitas benih kedelai (Glycine max [L.] Merrill) pascasimpan tujuh belas bulan. Jurnal Kelitbangan, 327–340.
Sulizawati. (2016). Validasi metode uji viabilitas menggunakan ecogerminator tipe IPB 72-1 pada beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) [Skripsi, Institut Pertanian Bogor].
Wijayanti, P. R. (2023). Review pematahan dormansi biji dengan metode skarifikasi mekanik dan kimia. Jurnal Agroteknologi Tropika Lembap, 109–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





