Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Kelapa (Cocos Nucifera L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum Lycopersium L.) di Polybag

Authors

  • Ratna Dewi Universitas Graha Karya Muara Bulian
  • Dina Yuliasty Lamefa Universitas Graha Karya Muara Bulian
  • Bangun Joko Laksono Universitas Graha Karya Muara Bulian
  • Sri Harimurti Universitas Graha Karya Muara Bulian
  • Reza Yunistianti Universitas Graha Karya Muara Bulian

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.6752

Keywords:

Compost, Coconut, Growth Result, Residue, Tomato

Abstract

This research discusses the effect of coconut dregs compost (Cocos nucifera L.) on the growth and yield of tomato plants (Solanum lycopersicum L.) cultivated using polybag media. This research is motivated by the importance of utilizing organic waste, especially coconut dregs, which has not been utilized optimally. Coconut dregs contain organic materials and nutrients that have the potential to increase soil fertility and improve the structure of the planting medium, so it is expected to support the vegetative and generative growth of tomato plants. The research design used was a Randomized Block Design (RBD) with six treatments and four replications. The treatments given were different doses of coconut dregs compost, namely P0 (control without compost), P1 (100 g/polybag), P2 (200 g/polybag), P3 (300 g/polybag), P4 (400 g/polybag), and P5 (500 g/polybag). The parameters observed included plant height, stem diameter, fresh weight, number of fruits per plant, root length, and estimated yield per hectare. The results showed that the application of coconut pulp compost significantly affected several growth parameters, such as plant height, stem diameter, and fresh weight. However, no significant effect was found on the number of fruits per plant or yield per hectare. The most prominent response was seen in the root length parameter, which showed a significant increase with increasing compost dosage. From the observations, the best treatment was at a dosage of 300 g/polybag (P3), which provided an optimal balance between vegetative growth and potential generative yield.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asneti, S. (2015). Ampas kelapa sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan aplikasinya sebagai materi pada pembelajaran biologi SMA. Pembelajaran Biologi, 2(1), 1-10.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik produksi tanaman sayuran 2021. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2023). Kabupaten Batang Hari data: Survei pertanian hortikultura 2023. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Banu, L. S. (2020). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan ampas kelapa sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan beberapa tanaman sayuran. Ilmiah Respati, 11(2), 1-10. https://doi.org/10.xxxx/respati112

Cahaya, T. S. A., & Nugroho, D. A. (2008). Pembuatan kompos dengan menggunakan limbah padat organik (ampas sayuran dan ampas tebu). Semarang, Indonesia: Jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro.

Cahyono, B. (2003). Tomat: Budidaya dan analisis usaha tani. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

Farhan, Z. (2018). Pengaruh pemberian dosis pupuk organik ampas kelapa terhadap produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 12(1), 1-10.

Hadi, S. (2020). Pemberian kompos ampas kelapa dan air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara]. Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Harjadi, S., & Setyadi, S. (2010). Pengantar ilmu tanah. Jakarta, Indonesia: PT Gramedia.

Hasibuan, S., Sukemi, I. S., & Nurbaiti. (2012). Pengaruh kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian, 1(2), 1-12.

Hayatul, R. (2020). Pengaruh aplikasi kompos ampas kelapa dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara]. Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Hikmah, N., Heiiyani, T., & Sofyan. (2022). Pengaruh bokashi ampas kelapa terhadap hasil panen tanaman pakcoy. Agroteknologi, 15(2), 126-132. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v15i2.14925

Ifa, L., Takdir, S., Safrudin, H., & Sangkala. (2020). Pembuatan pupuk kompos dari limbah produksi biohidrogen yang berbahan baku ampas kelapa. Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia. https://doi.org/10.47398/iltek.v15i02.25

Kurnia, K. U. (2016). Pengaruh pemberian ampas teh dan ampas kelapa pada media tanah terhadap pertumbuhan tanaman. [Artikel ilmiah].

Lakitan, B. (2007). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta, Indonesia: PT Raja Grafindo Persada.

Leovini, H. (2012). Pemanfaatan pupuk organik cair pada budidaya tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) [Skripsi tidak dipublikasikan]. Universitas Gadjah Mada.

Mieela. (2012). Manfaat unsur hara nitrogen pada tanaman: Pengantar ilmu agronomi. Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura.

Msmb Indonesia. (2014). Cara membuat kompos pupuk siap digunakan setelah sekitar 20 hari. Msmb Indonesia. Retrieved from http://www.msmbindonesia.com

Nopricha, E. (2021). Pengaruh penambahan hasil degradasi ampas kelapa oleh bakteri selulolitik Bacillus subtilis pada media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). [Artikel ilmiah].

Oktavia. (2004). Pupuk dan cara pemupukan. Jakarta, Indonesia: PT Rineka Cipta.

Pracaya. (1998). Bertanam tomat. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

Priyono, W. (2016). Penyebab dan cara mengatasi bunga rontok pada tanaman dikotil. [Artikel ilmiah].

Sahera, W. O., & Sembiring, M. (2012). Pertumbuhan dan produksi tomat (Solanum lycopersicum L.) pada berbagai dosis bokashi kotoran sapi dan jarak tanam. Jurnal Agronomi, 1(2), 102-106.

Samadi, B. (1996). Pembudidayaan tomat hibrida. Solo, Indonesia: CV Aneka.

Subali, B., & Ellianawati. (2010). Pengaruh waktu pengomposan terhadap rasio unsur C/N dan kadar air dalam kompos. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIV HFI Jateng & DIY, Semarang, 10 April, 49-53.

Syahputra, E., Fauzi, & Razali. (2015). Karakteristik sifat kimia sub grup tanah Ultisol di beberapa wilayah Sumatera Utara. Jurnal Agroteknologi, 4(1), 1796-1803.

Syaifudin, L. N. (2013). Pemanfaatan limbah sayur-sayuran untuk pembuatan kompos dengan penambahan air kelapa (Cocos nucifera) dan ampas teh sebagai pengganti pupuk kimia pada pertumbuhan tanaman. [Artikel ilmiah].

Tarigan, S., & Sembiring, M. (2017). Perubahan pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) akibat pengaruh pupuk organik dan dosis pupuk KCl. Jurnal Pertanian, 1(2), 1-10. https://doi.org/10.36764/ja.v1i2.35

Van Soest, P. J. (2006). Rice straw: The role of silica and treatment to improve quality. Journal of Animal Feed Science and Technology, 129(3-4), 1-12. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2006.01.023

Downloads

Published

2025-09-22

How to Cite

Ratna Dewi, Dina Yuliasty Lamefa, Bangun Joko Laksono, Sri Harimurti, & Reza Yunistianti. (2025). Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Kelapa (Cocos Nucifera L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum Lycopersium L.) di Polybag. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 4(2), 75–84. https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.6752