Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Maumere Ditinjau dari Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia

Authors

  • Johanes Bronfilio Keytimu Institut Filsafat dan Teknolgi Kreatif Ledalero
  • Fransiskus Alexius Baga Institut Filsafat dan Teknolgi Kreatif Ledalero
  • Jhon Petrus Sihite Institut Filsafat dan Teknolgi Kreatif Ledalero
  • Everianus Tae Institut Filsafat dan Teknolgi Kreatif Ledalero
  • Yohanis Raga Sama Institut Filsafat dan Teknolgi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9205

Keywords:

TPPO Maumere, TPPO Law Enforcement, Protection of Victims' Human Rights, Prevention of TPPO, Restoration of Victims' Rights

Abstract

The crime of human trafficking (TPPO) is a serious that fundamentally violates human rights (HAM). The TPPO cases occurring in Maumere, Sikka Regency, East Nusa Tenggara, face unique challenges due to geographic, social, and economic factors. This article aims to analyze the TPPO handling process in Maumere in depth, evaluate its compliance with human rights principles, and identify obstacles and existing solutions. In writing this article, the author used qualitative methods with literature review techniques. The results indicate that the handling of TPPO cases in Maumere has been carried out in accordance with legal provisions, but in several aspects, it still does not fully comply with human rights principles, particularly regarding victim protection, fulfillment of the right to justice, and rehabilitation of victims. Frequently encountered obstacles include limited law enforcement resources, weak coordination between agencies, and a lack of public understanding. In this article, the author recommends the need to increase the capacity of law enforcement, collaborate among stakeholders to ensure just and human rights-based TPPO handling, and provide adequate facilities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aizid, R. (n.d.). Aliran-aliran dalam filsafat Barat dan filsafat Timur. IRCiSoD.

Akhirudin, & Gunadi, A. (2024). Tinjauan hukum mengenai tindak pidana perdagangan orang. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10), 1–11.

Alfitra. (2022). Pertanggungjawaban tindak pidana perdagangan manusia. Raih Asa Sukses.

Amin, I. (2023). Pencegahan tindak pidana perdagangan orang dalam meminimalisir kejahatan. Jurnal Kompilasi Hukum, 8(1), 24–34.

Antara News Yogyakarta. (2026). LPSK menemukan satu dari 13 korban TPPO di Maumere asal Jabar anak di bawah umur. Diakses 26 Februari 2026, dari https://jogja.antaranews.com/berita/808878/lpsk-menemukan-satu-dari-13-korban-tppo-di-maumere-asal-jabar-anak-dibawah-umur

Ashfiya Nur, A., et al. (2025). Perlindungan hak warga negara dalam negara demokrasi: Perspektif konstitusional dan hak asasi manusia. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(2), 174–186. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.352

Ayuningtyas, W. (2025). Relasi hukum dan hak asasi manusia serta implementasinya di Indonesia. Global Review of Law and Human Rights, 1(1), 4–20.

Duda, L. M., et al. (2025). Perlindungan hak asasi manusia dalam hukum tata negara Indonesia. Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 2(3), 140–151. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i3.1028

Hidaya, S. E., et al. (2025). Perlindungan hukum bagi korban perdagangan orang melalui media sosial dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7), 1–15.

Imron, M., & Panjaitan, J. D. (2025). Pemulihan korban tindak pidana perdagangan orang dalam sistem peradilan Indonesia. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 15(7), 1–9. https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Jebadu, A. (n.d.). Manusia bukan kambing. Ledalero.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2026). Pemulangan 13 korban TPPO Sikka NTT ke Jawa Barat, Kemen PPPA pastikan layanan komprehensif. Diakses 4 Februari 2026, dari https://www.kemenpppa.go.id/siaran-pers/pemulangan-13-korban-tppo-sikka-ntt-ke-jawa-barat-kemen-pppa-pastikan-layanan-komprehensif

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2022). Laporan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 17 anak di Maumere. Diakses 30 Maret 2022, dari https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/laporan-tindak-pidana-perdagangan-orang-tppo-terhadap-17-anak-di-maumere

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2026). Kasus dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI dorong perlindungan korban dan penanganan hukum menyeluruh. Diakses 24 Februari 2026, dari https://www.kpai.go.id/publikasi/kasus-dugaan-tppo-di-pub-eltras-sikka-kpai-dorong-perlindungan-korban-dan-penanganan-hukum-menyeluruh

Muliadi, & Adnan, I. (2024). Analisis hukum dan kebijakan dalam penanggulangan perdagangan orang di Indonesia. Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam, 4(1), 22–43.

Nasution, R. (2025). Tantangan penegakan hukum dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang dengan modus operandi pengiriman tenaga kerja di luar negeri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, 6(4), 914–924.

Nuraeny, H. (n.d.). Tindak pidana perdagangan orang. Sinar Grafika.

Nussbaum, M. (n.d.). Creating capabilities. Harvard University Press.

Pelokilla, J. (2023). UUD 1945 sebagai landasan konstitusional terhadap perlindungan hak warga negara Indonesia. Journal of Civic Education Research, 1(1), 24–28. https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.11

Seftiniar, I. N., et al. (2024). Upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang berdasarkan UU No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 196–203. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i2.1664

Sulubara, S. M., Basri, T. S., & Iskandar. (2024). Analisis konstitusional terhadap perlindungan hak asasi manusia dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Kabar Masyarakat, 2(4), 198–211. https://doi.org/10.54066/jkb.v2i4.2653

Tribrata News Sikka. (2026). Perlindungan total korban TPPO, Polres Sikka Polda NTT siagakan personel di TRUK F Maumere. Diakses 5 Februari 2026, dari https://tribratanewssikka.com/perlindungan-total-korban-tppo-polres-sikka-polda-ntt-siagakan-personel-di-truk-f-maumere

Wadji, F. (n.d.). Etika profesi hukum. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Johanes Bronfilio Keytimu, Fransiskus Alexius Baga, Jhon Petrus Sihite, Everianus Tae, & Yohanis Raga Sama. (2026). Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Maumere Ditinjau dari Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(4), 385–396. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9205

Similar Articles

<< < 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.