Pelaksanaan Pemberian Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

Pendekatan Kasus Nomor: 177/Pid.Sus/2021/Pn.Kpg Dan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 34/Pid/2022/Pt Kpg

Authors

  • Rezanthi Tiara Labuh Universitas Nusa Cendana
  • Karolus Kopong Medan Universitas Nusa Cendana
  • Bhisa Vitus Wihelmus Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9095

Keywords:

Human Trafficking, Law Enforcement, Restitution, TPP0, Victim Protection

Abstract

Human trafficking is a serious crime that violates human rights and causes physical, psychological, and economic harm to victims. Therefore, the state provides legal protection to victims, one of which is through restitution. This study aims to examine and analyze the implementation of restitution for victims of human trafficking and to identify the obstacles in its enforcement based on Decision Number 177/Pid.Sus/2021/PN.Kpg and Decision Number 34/Pid/2022/PT KPG. This research uses an empirical juridical method with a qualitative approach. Data were collected through interviews with public prosecutors and related parties, as well as literature studies on laws and court decisions. The results show that the implementation of restitution has not been optimal, even though it has been decided by the court. This is caused by several factors, including the inability or unwillingness of offenders to pay restitution, limitations in execution mechanisms by prosecutors as executors, lack of coordination among institutions, and low legal awareness among victims. Thus, the implementation of restitution for victims of human trafficking still faces various obstacles, resulting in the non-fulfillment of victims’ rights optimally. Therefore, stronger regulations, improved roles of law enforcement officials, and more effective implementation mechanisms are needed to ensure the protection and recovery of victims’ rights.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulkadir Muhammad. (2004). Hukum dan penelitian hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Andi Hamzah. (2014). Hukum acara pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Barda Nawawi Arief. (2016). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana. Jakarta: Kencana.

Christofel Mallaka. (2026, 13 Februari). Wawancara pribadi, Pemeriksa Tindak Pidana Khusus pada Bidang Pengawasan, Kupang.

Eddy O.S. Hiariej. (2012). Teori dan hukum pembuktian. Jakarta: Erlangga.

Lilik Mulyadi. (2007). Kompilasi hukum pidana dalam perspektif teoretis dan praktik peradilan. Bandung: Mandar Maju.

M. Yahya Harahap. (2012). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika.

Marlina, & Azmiati Zuliah. (2015). Hak restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. Bandung: Refika Aditama.

Marlina. (2009). Peradilan pidana anak di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Muladi, & Barda Nawawi Arief. (1992). Bunga rampai hukum pidana. Bandung: Alumni.

Muladi, & Barda Nawawi Arief. (2005). Teori-teori dan kebijakan pidana. Bandung: Alumni.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang tata cara penyelesaian permohonan restitusi oleh korban tindak pidana.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang tata cara perlindungan saksi dan korban.

Peter Mahmud Marzuki. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.

Purwoto S. Gandasubrata. (1997). Masalah ganti rugi dalam/karenaperkara pidana. Dalam Penegakan hukum dalam mensukseskan pembangunan. Bandung: Alumni.

Rena Yulia. (2010). Viktimologi: Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Romli Atmasasmita. (1992). Penulisan karya ilmiah tentang masalah santunan terhadap korban tindak pidana. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman.

Soeharto. (2010). Hukum pidana materiil dan formil. Bandung: Alumni.

Soerjono Soekanto, & Sri Mamudji. (2014). Penelitian hukum normatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Soerjono Soekanto. (2015). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI Press.

Sudarto. (2013). Hukum pidana I. Semarang: Yayasan Sudarto.

Topo Santoso. (2015). Hukum pidana: Suatu pengantar. Depok: Rajawali Pers.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Yesmil Anwar, & Adang. (2013). Kriminologi. Bandung: Refika Aditama.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Rezanthi Tiara Labuh, Karolus Kopong Medan, & Bhisa Vitus Wihelmus. (2026). Pelaksanaan Pemberian Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang : Pendekatan Kasus Nomor: 177/Pid.Sus/2021/Pn.Kpg Dan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 34/Pid/2022/Pt Kpg. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(4), 314–333. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i4.9095