Quarter Life Crisis di Masa Dewasa Awal

Studi Pada Pemuda Jawa yang Belum Bekerja

Authors

  • Joti Dyana Handayani Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7542

Keywords:

Culture, Early Adulthood, Javanese Youth, Quarter Life Crisis, Unemployment

Abstract

Quarter life crisis is a phase of identit, emotional, and life purpose crisis commonly experienced during early adulthood, especially when faced with pressure related to life achievements, employment, and social expectations. this study aims to describe the dynamics of quarter lufe crisis experienced by unemployed Javanese young adults. a qualitative approach using a case study method was employed to understand the participants subjective experiences. Data were collected through in depth interview with three informants aged 18-29 ears, residing in Central Java, who were currently unemployed. The findings show that these young Javanese individuals tend to experience symptoms of quarter life crisis such as anxiety about the future, feelings of worthlessness, social pressure from family and surroundings, and confusion about life direction. Moreover, the patriarchal nature of Javanese culture adds further pressure on the informants. This study concludes that the quarter life crisis among Javanese young adults has unique characteristics shaped by cultural context and socioeconomic conditions. These findings are expected to serve as a foundation for developing more culturally contextual psychological interventions and contribute to cross cultural studies on early adulthood development.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adellia, R., & Varadhila, S. (2023). Dinamika permasalahan psikososial masa quarter life crisis pada mahasiswa. [Nama Jurnal tidak disebutkan], 18(1), 29–41.

Alam, S. (2016). Tingkat pendidikan dan pengangguran di Indonesia (Telaah serapan tenaga kerja SMA/SMK dan sarjana). Jurnal Ilmiah Bongaya (Manajemen & Akuntansi).

Argasiam, B. (2019). Hubungan perbandingan sosial dan resiliensi dengan quarter-life crisis pada kelompok milenial. [Skripsi/Tesis, jika relevan].

Artiningsih, R. A., & Savira, S. I. (2021). Hubungan loneliness dan quarter life crisis pada dewasa awal. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41218/35541

Asrar, A. M., & Taufani, T. (2022). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap quarter-life crisis pada dewasa awal. JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.30984/jiva.v3i1.2002

Ayis, A., & Sugiharti, L. (2021). Kecenderungan setengah penganggur perdesaan menurut karakteristik individu dan pekerjaan. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian dan Pengembangan, 5(1), 78–92. https://doi.org/10.32630/sukowati.v5i1.255

Bagus, R., & Wijaya, A. (2021). Konsep diri pada masa dewasa awal yang mengalami maladaptive daydreaming. Jurnal Psikologi Islam: Al-Qalb, 12(2), 179–193.

Basrowi, Yuliana, S., Prayogo, A. D., Liana, J. E., Andriansyah, M., & Astridinata, I. K. (2018). Pengangguran (Perspektif teoretis). OSF.

Brahmana, K. M. (n.d.). Pengaruh ideologi maskulin terhadap konflik peran gender pada laki-laki suku Batak Karo. Jurnal Psikologi. http://jurnal.uhn.ac.id/index.php/psikologi

Dan, T., & Mustar, E. E. (2005). Dinamika pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi, 16(1), 61–?.

Dwi Jayanti, R., Mujab Masykur, A., & Soedarto Tembalang Semarang, J. S. (2015). Pengambilan keputusan belum menikah pada dewasa awal (Vol. 4, Issue 4).

Habibie, A., Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2019). Peran religiusitas terhadap quarter-life crisis (QLC) pada mahasiswa. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(2), 129–138. https://doi.org/10.22146/gamajop.48948

Herawati, I., & Hidayat, A. (2020). Quarterlife crisis pada masa dewasa awal di Pekanbaru. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 5(2), 145–156. https://doi.org/10.33367/psi.v5i2.1036

Hermawan, A., Mufiedah, M., Madina, V., Santika, Z. M., Kasim, M. F., & Siagian, T. H. (n.d.). Kesenjangan kondisi pengangguran lulusan SMK/MAK di Indonesia: Analisis antargender dan variabel-variabel yang memengaruhinya. https://doi.org/10.47198/naker.v18i3.246

Husodo, E., & Sethio, A. C. (2021). Destruction of Indonesian men’s masculinity as a result of perfect male-lead portrayal in Korean dramas. http://digital.library.ump.ac.id/view/divisions/BookChapterISTED/2021.html

Ishak, O. K., & Sy, M. E. (n.d.). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran dan implikasinya terhadap indeks pembangunan di Indonesia.

Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Kencana Prenada Media Group.

Karpika, I. P., & Segel, N. W. W. (2021). Quarter life crisis terhadap mahasiswa: Studi kasus di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Widyadari, 22(2), 513–527. https://doi.org/10.5281/zenodo.5550458

Khodijah Ishak, S. H. I., & M. E. S. (2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran dan implikasinya terhadap indeks pembangunan di Indonesia. http://digilib.unila.ac.id/4949/15/BAB II.pdf

King, L. A. (2013). Psikologi umum. Salemba Humanika.

Maryati, S. (2015). Dinamika pengangguran terdidik: Tantangan menuju bonus demografi di Indonesia. Economica, 3(2), 124–136. https://doi.org/10.22202/economica.2015.v3.i2.249

Megawati, G., P., & Sumanto, A. (2022). Pengaruh tingkat pengangguran dan tenaga kerja terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 19(2).

Miko, R. B., Wijaya, O., & Diah Utami, E. (n.d.). Determinants of unemployment of vocational high school graduates in Indonesia in 2020.

Miranda Agustina, S., & Nurida Fitriani, P. (n.d.). Studi deskriptif quarterlife crisis pada fase emerging adulthood di Kota Mataram saat masa pandemi.

Nabila, J., & Retnaningsih. (2022). Apakah adversity quotient terkait dengan quarter-life crisis pada dewasa awal? Jurnal Psikologi, 15(2), 349–360. https://doi.org/10.35760/psi.2022.v15i2.6971

Nugsria, A., Pratitis, N. T., & Arifiana, I. Y. (2023). Quarter life crisis pada dewasa awal: Bagaimana peranan kecerdasan emosi? INNER: Journal of Psychological Research, 3(1), 1–10.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human development. Kencana.

Prasetya, G. M., & Sumanto, A. (2022). Pengaruh tingkat pengangguran dan tenaga kerja terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Kinerja, 19(2), 467–477. https://doi.org/10.30872/jkin.v19i2.10956

Puddin, A., Ubaidillah, A., & Setyawan, B. W. (2021). Pengaruh budaya dan tradisi Jawa terhadap kehidupan sehari-hari pada masyarakat di Kota Samarinda. Jurnal Adat dan Budaya, 3.

Robinson, O. C. (2017). A longitudinal mixed-methods case study of quarter-life crisis during the post-university transition: Locked-out and locked-in forms in combination. [Jurnal tidak disebutkan], 15(1), 165–175. https://core.ac.uk/download/pdf/196255896.pdf

Rosalinda, I., & Michael, T. (2019). Pengaruh harga diri terhadap preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang mengalami quarter-life crisis. JPPP - Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 8(1), 20–26. https://doi.org/10.21009/jppp.081.03

Suyono, T. A., Kumalasari, A. D., & Fitriana, E. (2021). Hubungan quarter-life crisis dan subjective well-being pada individu dewasa muda. Jurnal Psikologi, 14(2), 301–322. https://doi.org/10.35760/psi.2021.v14i2.4646

Tanti Hermawati. (2007). Budaya Jawa dan kesetaraan gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1).

Tanzeh, A., & Arikunto, S. (2019). Metode penelitian, 22–34.

Thahir, A. (2018). Psikologi perkembangan. Aura Publishing. http://repository.radenintan.ac.id/10934/

Zamroni, I. (2014). Diskursus kepemimpinan suami–istri dalam keluarga: Pandangan mufassir klasik dan kontemporer. Jurnal Umul Qura, 4(2), 10–31.

Downloads

Published

2025-12-11

How to Cite

Joti Dyana Handayani. (2025). Quarter Life Crisis di Masa Dewasa Awal: Studi Pada Pemuda Jawa yang Belum Bekerja. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 484–503. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7542

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.