Pelaksanaan Eksekusi Hak Tanggungan oleh Kreditur yang Dilakukan Sebelum Jatuh Tempo Perjanjian

Studi Putusan Yurisprudensi PutusanMahkamah Agung Nomor 3/Yur/Ag/2018

Authors

  • Sarah Nabila Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Ruslan Ruslan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Adi Mansar Lubis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6906

Keywords:

Default, Execution, Legal Certainty, Murabahah Financing, Sharia Mortgage Rights

Abstract

The execution of Mortgage Rights (Hak Tanggungan) represents legal certainty as regulated in Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights. Execution of the collateral object can be carried out through private sale, parate execution, or based on an executorial title. This mechanism reflects good faith and trust between the creditor and debtor in a lending agreement. In line with Sharia principles, the murabahah financing contract also allows for collateral (rahn tasjily), granting the creditor the authority to execute the collateral object if the debtor defaults. This study aims to analyze the implementation of Mortgage Rights execution in Sharia financing, specifically under the murabahah contract. The method used is normative juridical research with a descriptive approach, employing statutory and case study analysis, and based on literature and relevant regulations. The results indicate that land rights can serve as collateral under Mortgage Rights in Sharia financing. This is confirmed in the Supreme Court Decision Number 179K/Pdt/2017, which serves as jurisprudential precedent for Decision Number 3/Yur/2018, where the collateral is executed through a Deed of Granting Mortgage Rights. The position of the creditor in a murabahah contract is equivalent to that in conventional financing, as confirmed in the DSN-MUI Fatwa, thus the creditor retains the right to execute even if the debtor defaults before the due date.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2005). Fatwa Nomor 47/DSN-MUI/II/2005 tentang Penyelesaian Piutang Murabahah bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2008). Fatwa Nomor 68/DSN-MUI/III/2008 tentang Rahn Tasjily.

Firmansyah, R. (2020). Perlindungan hukum bagi kreditur dan debitur dalam akad murabahah berbasis jaminan hak tanggungan. Bandung: Alfabeta.

Lubis, M. (2018). Analisis pelaksanaan eksekusi hak tanggungan dalam perbankan syariah di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Mahkamah Agung. (2017). Putusan Nomor 179K/Pdt/2017.

Mardani. (2017). Aspek hukum lembaga keuangan syariah di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Marnita. (2016). Eksekusi jaminan hak tanggungan sebagai upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah (Studi pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Lampung). Fiat Justisia, 3(10). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v10no3.791

Muhammad, & Solikhun Hadim. (2003). Pegadaian syariah: Suatu alternatif konstruksi sistem pegadaian nasional (Edisi 1). Jakarta: Salemba Diniyah.

Noor Hafidah. (2017). Hukum jaminan syariah; Implementasinya dalam perbankan syariah di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Pengadilan Agama Makasar. (n.d.). Putusan Nomor 2779/Pdt.G/PA.Mks.

Pengadilan Tinggi Agama. (n.d.). Putusan Nomor 101/Pdt.G/PTA.Mks.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016. Penjelasan kewenangan PPAT. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v6i2.408

Puspoyudo, A. I., & Handok, W. (2022). Pertanggungjawaban pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dalam pelaksanaan pembuatan akta pemberian hak tanggungan (APHT). Notarius, 15(2). https://doi.org/10.14710/nts.v15i2.36548

Salim, H. S. (2004). Perkembangan hukum jaminan di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sutedi, A. (2011). Hukum gadai syariah. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Sarah Nabila, Ruslan Ruslan, & Adi Mansar Lubis. (2025). Pelaksanaan Eksekusi Hak Tanggungan oleh Kreditur yang Dilakukan Sebelum Jatuh Tempo Perjanjian: Studi Putusan Yurisprudensi PutusanMahkamah Agung Nomor 3/Yur/Ag/2018. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 508–530. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i1.6906

Similar Articles

<< < 23 24 25 26 27 28 

You may also start an advanced similarity search for this article.