Upaya Kyai dalam Harmonisasi Rumah Tangga Alumni

Studi Kasus Di Kec. Gading

Authors

  • M Hasan Zinul Abidin Universitas Islam Zainul Hasan Genggongi Probolinggo
  • Imam Syafi’i R Universitas Islam Zainul Hasan Genggongi Probolinggo
  • Abd. Hannan Universitas Islam Zainul Hasan Genggongi Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.5715

Keywords:

Kyai, Family Harmony, Alumni of Islamic Boarding Schools

Abstract

Marriage in Islam is a sacred institution aimed at forming a family that embodies sakinah, mawaddah, and rahmah, while also serving as a legitimate and responsible means to fulfill biological needs. In the socio-religious context, religious figures such as kyai play a significant role, particularly in guiding the community to maintain household harmony. This study explores the role of kyai in promoting household harmony among Islamic boarding school alumni in Gading District, an area where the spiritual bond between kyai and santri remains strong. These alumni often face various challenges in their domestic lives, including differences in perspectives with their spouses and shifts in social values in the modern era. In such circumstances, kyai serve as spiritual advisors, counselors, and mediators who offer solutions based on Islamic values and local wisdom. This research aims to identify the types of guidance provided by kyai, as well as the supporting factors and obstacles they encounter in fulfilling their roles. The findings are expected to enrich scholarly discourse in the field of socio-religious studies and offer practical insights for religious leaders to strengthen their roles as agents of family harmony amid the complexities of modernization.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, M. (2018). Peran majelis taklim dalam membina keluarga di pesantren. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 12(2), 45–60.

Abdullah Saeed. (2006). Interpreting the Qur'an: Towards a contemporary approach. London: Routledge.

Al-Qaradawi, Y. (2005). Keluarga bahagia dalam naungan Islam. Jakarta: Gema Insani.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bukhari & Muslim. (1996). Dalam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi. Riyadhus Shalihin. Kairo: Dar al-Hadits.

Departemen Agama RI. (2010). Al-Hikmah, al-Qur’an dan terjemahnya. Bandung: CV. Diponegoro.

Dhofier, Z. (1982). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Edi Riadi. (2015). Statistika penelitian pendidikan. Yogyakarta: Deepublish.

Esterberg, K. G. (2002). Qualitative methods in social research. New York: McGraw-Hill.

Fuad, M. (2015). Problematika rumah tangga dalam perspektif Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamzah, F. (2017). Pendekatan personal kyai dalam mengatasi konflik rumah tangga. Yogyakarta: Lembaga Studi Islam.

Hasan, K. N. S., & Sumitro, W. (1994). Dasar-dasar memahami hukum Islam di Indonesia. Surabaya: Usaha Nasional.

Hasan, M. A. (1997). Masalah fiqhiyah al-hadisah: Masalah-masalah kontemporer hukum Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hasyim, M. (2017). Peran kyai dalam kehidupan masyarakat: Sebuah kajian di Jawa Tengah. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Julir, N. (2017). Pencatatan perkawinan di Indonesia perspektif ushul fikih. Jurnal Mizani, 4(1).

Kompilasi Hukum Islam (KHI). (1991). Keputusan Presiden RI Nomor 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan KHI.

Mahmudah, R. (2021). Larangan menikah di bulan Shafar perspektif konstruksi sosial. Humanistika: Jurnal Keislaman, 7(2), 242–264.

Marcoes, L. (2005). Gender dan reinterpretasi Islam. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). California: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mukhtar, K. (1993). Asas-asas hukum Islam tentang perkawinan. Jakarta: Bulan Bintang.

Munir, H. A. Pemenuhan hak nafkah anak akibat perceraian.

Nasution, R. (2021). Musyawarah dan kesabaran dalam penyelesaian konflik keluarga menurut ajaran Islam. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 15(3), 123–139.

Rahman, A. (2020). Bimbingan pranikah dan pascanikah di pesantren: Perspektif fikih dan psikologi. Bandung: Pustaka Islam.

Sabiq, S. (1990). Fiqh Sunnah (Jilid II). Beirut: Dar al-Fikr.

Sari, D. P. (2019). Konsultasi rumah tangga dalam lingkungan pesantren: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Psikologi Islam, 7(1), 75–90.

Setiadi, E. M., & Kolip, U. (2013). Pengantar sosiologi: Pemahaman fakta dan gejala permasalahan sosial. Jakarta: Kencana.

Shihab, M. Q. (1992). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (1999). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

Soemiyati. (1993). Hukum perkawinan dalam Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Jakarta: Liberty.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Redaksi Nuansa Aulia. (2012). Kompilasi Hukum Islam (Cet. 4). Bandung: Nusantara Aulia.

Downloads

Published

2025-06-21

How to Cite

M Hasan Zinul Abidin, Imam Syafi’i R, & Abd. Hannan. (2025). Upaya Kyai dalam Harmonisasi Rumah Tangga Alumni : Studi Kasus Di Kec. Gading . Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(3), 157–172. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.5715

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.