Pengaruh Implementasi Nucleus (Inti) terhadap Pertumbuhan Mutiara Diperairan Palabusa Kecamatan X
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrimipa.v4i2.6598Keywords:
Nacre Quality, Nucleus Implantation, pearl growth, Pteria Penguin, Sustainable Cultivation.Abstract
This research is motivated by the potential of the waters of South Palabusa, Buton, as an ideal habitat for pearl oyster cultivation. This region has ecological advantages that can support the growth of oysters producing high-value pearls. However, pearl production is still strongly influenced by the application of nucleus implantation techniques and the condition of the aquatic environment. Therefore, this study aims to determine the effect of nucleus implantation on pearl growth and quality and identify environmental factors that play a significant role. The research method used is descriptive quantitative, with subjects being Pteria penguin oysters cultivated by the local community for a period of one month. The main parameters observed included the oyster survival rate, pearl size growth, and the quality of the resulting nacre. The findings provide valuable insight into how nucleus implantation can optimize pearl farming practices. The results showed that oysters implanted with nucleus implants had a survival rate of between 85–90%. Pearl diameter growth reached 1–2 cm per month, with a thicker nacre layer and brighter color than oysters without nuclei. Environmental factors, such as water temperature of 28–30°C, salinity of 30–35 ppt, pH 7.5–8.5, moderate water currents, and high plankton availability, have been shown to support successful cultivation. These environmental factors act as natural enhancers that improve pearl quality and survival rates. The findings of this study imply that the application of appropriate nucleus implantation techniques, accompanied by good environmental management, can increase pearl yield and quality. This not only provides significant economic benefits for cultivators but can also serve as a basis for developing sustainable pearl cultivation strategies in potential Indonesian waters. Thus, sustainable pearl aquaculture can become a promising sector for local communities.
Downloads
References
Budiyati. (2021). Teknik insersi nucleus dan penanganan pasca operasi tiram mutiara (Pinctada maxima). Jurnal Salamata, 3(2). Universitas Muslim Indonesia. https://doi.org/10.15578/salamata.v3i2.11262
Dahuri, R. (2003). Keanekaragaman hayati laut: Aset pembangunan berkelanjutan Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Harfan. (2022). Studi kebiasaan makanan kerang mutiara (Pteria penguin) di perairan Palabusa. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 7(4). Universitas Halu Oleo.
Iskandar, D., & Arifin, Z. (2019). Budidaya kerang mutiara: Prospek dan tantangan di Indonesia. Jurnal Ilmu Kelautan, 24(2), 67–75. https://doi.org/10.14710/jik.24.2.67-75
Kamaruddin, A., & Rasyid, M. (2020). Budidaya mutiara: Teori dan praktik. Penerbit Agromedia.
Luruk, A. (2023). Pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan kerang mutiara (Pinctada maxima) pada metode longline. Jurnal JVIP, 4(1). Universitas Nusa Cendana. https://doi.org/10.35726/jvip.v4i1.7086
Mukhlis, A. (2024). Penyuluhan pembesaran benih kerang mutiara Pinctada maxima untuk mendukung minawisata dan mata pencaharian berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.
Nahak, A. A. (2024). Pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara (Pinctada maxima) di PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. Jurnal JVIP, 4(2). https://doi.org/10.35726/jvip.v4i2.7200
Nardiyanto. (2017). Optimasi pertumbuhan kerang mutiara (Pinctada maxima) yang dibudidayakan pada kedalaman yang berbeda di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Ngibad, K. (2023). Aktivitas antioksidan, kadar flavonoid, dan fenolik total cangkang kerang mutiara (Pinctada maxima). Jurnal Riset Kimia, 9(1). Universitas Maarif Hasyim Latif. https://doi.org/10.22487/kovalen.2023.v9.i1.16281
Purnamasari, A., & Setiawan, B. (2018). Manajemen budidaya mutiara: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Perikanan, 10(2), 67–75.
Putra, R. A. (2024). Pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil kerang mutiara (Pinctada margaritifera) di perairan Desa Tanah Merah. Universitas Nusa Cendana.
Sari, D. P., & Hidayati, S. (2021). Faktor lingkungan dan pertumbuhan mutiara di perairan pantai. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 15(1), 23–30.
Satria. (2019). Pengaruh jumlah inti terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang Pteria penguin. Shells, 4(1).
Supriharyono. (2014). Konservasi ekosistem sumber daya hayati di wilayah pesisir dan laut tropis. Pustaka Pelajar.
Supriyanto, E. (2019). Pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan mutiara di perairan Sulawesi. Jurnal Ilmu Kelautan, 12(3), 45–52.
Tanjung, R. (2022). Kualitas air dan pertumbuhan mutiara di wilayah perairan Indonesia. Jurnal Riset Perikanan, 14(4), 101–110.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





