Perilaku Masyarakat dan Lingkungan dengan Kejadian Malaria di Puskesmas Arso Kota

Authors

  • Rohmani Rohmani Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Zeth Robert Felle Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Frengky Apay Poltekkes Kemenkes Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5845

Keywords:

Behavior, Environment, Malaria, Society

Abstract

Malaria remains a significant public health issue both globally and in Indonesia, particularly affecting high-risk groups such as infants, young children, and pregnant women. The increasing incidence of malaria is closely linked to environmental and behavioral factors. This study aims to examine the relationship between community behavior and environmental conditions with malaria incidence at the Arso City Health Center, Keerom Regency. A quantitative, cross-sectional design was used, allowing analysis of variables at a single point in time. The sample was selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Findings revealed that there is no significant relationship between the habit of going outside the house and malaria incidence (p = 0.07). However, there is a significant relationship between the use of mosquito repellent and malaria incidence (p = 0.000). Similarly, using mosquito nets and gauze also showed a significant relationship with reduced malaria cases. Environmental aspects such as mosquito breeding sites and unsealed house walls were also found to be significantly associated with malaria occurrence. These results suggest that both behavioral factors—particularly protective measures—and environmental conditions contribute to malaria transmission in the community. Public health efforts should prioritize education on preventive behaviors and improvements in living environments to reduce malaria risk.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alami, R., & Adriyani, R. (2016). Tindakan pencegahan malaria di Desa Sudorogo [The prevention of malaria at Sudorogo village Kaligesin]. Jurnal Promkes, 4(2), 99–211.

Amrul, M. (2010). Nyamuk vektor malaria dan hubungannya dengan aktivitas kehidupan manusia di Indonesia. Aspirator, 1(2), 94–102.

Anjasmoro, R. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2(1), 18851.

Arsin, A. A. (2012). Malaria di Indonesia: Tinjauan aspek epidemiologi. Makassar: Masagena Press.

Atikoh, I. N. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Tahun 2014 [Skripsi, Universitas Jenderal Soedirman].

Bagaray, E. F. (2015). Hubungan antara faktor-faktor risiko dengan kejadian malaria di Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku [Skripsi, Universitas Sam Ratulangi].

Budiyanto, A. (2011). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian malaria di daerah endemis di Kabupaten OKU. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 5(2).

Bungin, B. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. (2021). Data jumlah penyakit malaria, fasilitas pelayanan, ketenagaan.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (2017). Profil kesehatan Provinsi Papua.

Ekawana, A. (2013). Hubungan antara perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dengan kejadian malaria di Kelurahan Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar.

Elnour, A. Y., Alghyamah, A. A., Shaikh, H. M., Poulose, A. M., Al-Zahrani, S. M., Anis, A., & Al-Wabel, M. I. (2019). Effect of pyrolysis temperature on biochar microstructural evolution, physicochemical characteristics, and its influence on biochar/polypropylene composites. Applied Sciences, 9(6), 1149.

Ernawati, K., Achmadi, U. F., & Hayurani, H. (2014). Hubungan tempat perindukan nyamuk dengan kejadian malaria di Pesawaran. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(3).

Hakim, L. (2010). Faktor risiko penularan malaria di Jawa Barat (Kajian epidemiologi tentang vektor, parasit plasmodium, dan lingkungan sebagai faktor risiko kesakitan malaria). Aspirator: Journal of Vector-borne Disease Studies, 2(1).

Hamsir, H., & Nurbaeti, N. (2019). Analisis kemampuan ikan hias Maanvis (Pterophylium altum) dan ikan hias cupang (Bettasplandens Crow Tail) sebagai predator jentik nyamuk. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 18(1), 86–88.

Harijanto, P. N., Gunawan, C. A., & Nugroho, A. (2017). Malaria: Tata laksana klinis & terapi.

Hasyim, H., Camelia, A., & Fajar, N. A. (2014). Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (JUKESMAS), 7(8), 291–294.

Heryanto, E. (2016). Faktor risiko kejadian malaria klinis di Desa Tanjung Dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten OKU.

Hidayat, A. A. (2010). Metode penelitian kesehatan paradigma kuantitatif. Jakarta: Heat Books.

Imbiri, J. K., & Suhartono, N. (2012). Analisis faktor risiko malaria di wilayah kerja Puskesmas Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kemenkes RI.

Komariah, Pratita, S., & Malaka, T. (2010). Pengendalian vektor. Jurnal Kesehatan Bina Husada, 6(1), 10.

Lewinsca, M. Y., Raharjo, M., & Nurjazuli, N. (2021). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Indonesia: Review literatur 2016–2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 16–28.

Mayasari, R., Andriyani, D., & Sitorus, H. (2015). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Indonesia (Analisis lanjut Riskesdas 2013). Buletin Penelitian Kesehatan, 44(1), 13–24.

Mustafa, M., Saleh, F. M., & Djawa, R. (2018). Penggunaan kelambu berinsektisida dan kawat kasa dengan kejadian malaria di Kelurahan Sangaji. MPPKI: Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 1(3), 93–98.

Nababan, R., & Umniyati, S. R. (2017). Faktor lingkungan dan malaria yang mempengaruhi kasus malaria di daerah endemis tertinggi di Jawa Tengah: Analisis sistem informasi geografis. BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 34(1), 11–18.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2016). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Noviarti, P. I., Joko, T., & Dewanti, N. A. Y. (2016). Hubungan faktor lingkungan fisik dan perilaku penghuni rumah dengan kejadian penyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Kokap II Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 417–426.

Nurhadi. (2012). Faktor risiko kejadian penyakit malaria di wilayah tambang emas Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 7(1), 16–21.

Nurlette, F. R., Ishak, H., & Manyullei, S. (2012). Hubungan upaya masyarakat menghindari keterpaparan nyamuk dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Rijali Kecamatan Sirimau Kota Ambon tahun 2012. (Laporan Penelitian).

Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (P. P. Lestari, Ed., 4th ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Puskesmas Timika. (2021). Register pasien malaria tingkat puskesmas.

Rahardjo, P. (2012). Panduan budidaya dan pengolahan kopi Arabika dan Robusta. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rangkuti, A. F., & Sulistyani, S. (2017). Faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan hasil utama Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI.

Ristadeli, T., Suhartono, S., & Suwondo, A. (2013). Beberapa faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 12(1), 82–87.

Santy, Fitriangga, A., & Natalia, D. (2014). Hubungan faktor individu dan lingkungan dengan kejadian malaria di Desa Sungai Ayak 3 Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau. Jurnal Kesehatan.

Saputro, K. P., & Siwiendrayani, A. (2015). Hubungan lingkungan sekitar rumah dan praktik pencegahan dengan kejadian malaria di Desa Kendaga Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara tahun 2013. Journal of Public Health, 4(2), 76–83.

Sarjatno, A. R., Rantetampang, A. L., Makaba, S., & Mallongi, A. (2018). Risk factors of malaria incidence in working areas Puskesmas Dawai District East Yapen Sub Province Kepulauan Yapen. International Journal of Science and Healthcare Research, 3(4), 34–45.

Sastroasmoro, S. (2014). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Selvia, D. (2015). Keluar rumah pada malam hari dan penggunaan kelambu berinsektisida dengan penyakit malaria di Desa Lempasing. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2).

Sembiring, V. (2019). Analisis spasial dan faktor risiko kejadian malaria di kecamatan endemis Kabupaten Asahan. (Skripsi, Universitas Sumatera Utara).

Sepriyani, S., Andoko, A., & Perdana, A. A. (2019). Analisis faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Kesmas Khatulistiwa, 5(3), 77–87.

Sir, O., Arsin, A., Syam, I., & Despitasari, M. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2014. Indonesian Journal of Health Ecology, 14(4), 334–341.

Sorontou. (2014). Ilmu malaria klinik. Jakarta: EGC.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutarto. (2017). Faktor lingkungan, perilaku dan penyakit malaria. Universitas Lampung.

Syamsir, S. T., & Supardi, S. (2010). Penyusunan diagnosis klinis lapangan berdasarkan gejala klinis utama dan penatalaksanaan SD dalam rangka penyusunan algoritma diagnosis malaria di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Sains Kesehatan, 15.

Widoyono, M. P. H. (2008). Penyakit tropis: Epidemiologi, penularan, pencegahan, dan pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

Widoyono. (2011). Penyakit tropis, epidemiologi, penularan, pencegahan & pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

World Health Organization. (2018). World malaria report 2018. Geneva: WHO Publication.

Downloads

Published

2025-06-26

How to Cite

Rohmani Rohmani, Zeth Robert Felle, & Frengky Apay. (2025). Perilaku Masyarakat dan Lingkungan dengan Kejadian Malaria di Puskesmas Arso Kota . JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1), 468–484. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5845