Gel Kombinasi Ekstrak Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Penyembuhan Luka Sayatan

Authors

  • Anisa Nur Abidah Program Studi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Eka Wisnu Kusuma Program Studi D3 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Alip Desi Suyono Program Studi D3 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5628

Keywords:

Kenikir Leaves, Meniran Leaves, Cut Wound, Formula

Abstract

Daun meniran dan daun kenikir adalah tanaman herbal yang bermanfaat dalam menyembuhkan luka sayat. Manfaat tersebut didukung senyawa yang terkandung didalam daun meniran dan daun kenikir yaitu saponin, flavonoid, alkaloid, tannin, steroid, terpenoid. Penelitian bertujuan untuk melihat kecepatan proses penyembuhan luka sayatan dengan menggunakan gel kombinasi ekstrak daun meniran dan daun kenikir. Hewan percobaan yang digunakan berupa tikus putih jantan, berjumlah 25 ekor dengan masing-masing kelompok perlakuan berjumlah 5 ekor yaitu kelompok kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis), dan kelompok perlakuan variasi kombinasi ekstrak daun meniran : daun kenikir (10%:15%,15% :10%,20%:5%). Pengamatan dilakukan selama 14 hari, kemudian data yang didapatkan diolah dengan One Way Anova dan post hock test tukey. Hasil yang didapatkan dalam penelitian menunjukkan formula yang mampu memberikan kesembuhan luka paling cepat adalah formula 1 dengan variasi konsentrasi ekstrak daun meniran : daun kenikir 10%:15%, yaitu pada hari ke 4.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, D. M., & Hidayat, R. (2023). Uji Organoleptik Dan Uji Fisik Pada Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Aloe Vera: Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Aloe Vera. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 01(01), 1–4.

Ali Akbar, A. B. G., Wahab, M. I., Syahril, E., & Hasbi, B. E. (2023). Perbandingan penggunaan daun sirih (Piper betle L) dan povidone iodine pada penyembuhan luka. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(12), 885–892.

Ashar, M. (2016). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun Botto’-Botto’ (Chromolaena odorata L) sebagai obat jerawat dengan menggunakan variasi konsentrasi basis karbopol [Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].

Asrizal, Faswita, W., & Wahyuni, S. (2022). Buku ajar manajemen perawatan luka: Teori dan aplikasi. CV. Budi Utama.

Astika, R. Y., Sani, K. F., & Elisma. (2022). Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun kayu manis (Cinnamomum burmanni) pada mencit putih jantan. Jurnal Ilmiah Manuntung, 8(1), 14–23.

Bharat, W. S., & Monali, S. (2022). Phytochemical and pharmacological properties of Phyllanthus niruri: A review. International Journal of Research and Analytical Reviews (IJRAR), 9(4), 543–560.

Carolina, T., Nugraha, D. F., & Fetriyah, U. H. (2022). Uji aktivitas ekstrak kloroform daun sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus jantan galur Wistar. Jurnal Surya Medika, 7(2), 166–173.

Farida, R. N., Vifta, R. L., & Erwiyani, A. R. (2021). Uji aktivitas antibakteri ekstrak buah parijoto (Medinilla spesiosa B.) dengan perbandingan pelarut etanol 70% dan etanol 96% terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 4(1), 8–15.

Hastuti, S. (2024). Daya analgetik dekokta daun meniran (Phyllanthus niruri L) pada mencit dengan induksi asam asetat. Indonesian Journal on Medical Science, 11(1). https://doi.org/10.55181/ijms.v11i1.475

Indarala, R. N., Ulfa, A. M., & Angin, M. P. (2023). Formulasi dan efektivitas salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jurnal Farmasi Malahayati, 5(2), 176–187.

Kiyato, P., Kamu, V. S., & Runtuwene, M. R. J. (2022). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan fraksi pelarut dari ekstrak metanol batang pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 7(2), 1–7.

Maharani, B. F., Munawir, & Harmoni, D. N. S. (2025). Analisis Efektivitas Biaya Injeksi Aminofilin Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis Yang Diterapi Dengan Nebulizer Atrovent-Berotec Di RSUD Dr . Moewardi Analysis. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 03(01), 43–52.

Munawir, Harmoni, D. N. S., & Maharani, B. F. (2025). Isolasi dan Uji kadar Senyawa Flavonoid Pada Daun Kelor ( Moringa Oleifera Lam ) Menggunakan Metode KLT Dan Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 03(01), 27–34

Nandhini, M. S., Ahmadiahangar, R., Lavanya, R., Lathika, M., KV, M., Lavanya, M., & Shanmugapandiyan, P. (2024). A review: The therapeutic power of natural extracts in wound recovery. Future Journal of Pharmaceuticals and Health Sciences, 4(4), 94–101. https://doi.org/10.26452/fjphs.v4i4.686

Pangow, M. E., Bodhi, W., & De Queljoe, E. (2018). Skrining fitokimia dan uji toksisitas dari ekstrak etanol daun manggis (Garcinia mangostana L.) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(3), 197–209.

Priamsari, M. R., & Yuniawati, N. A. (2019). Skrining fitokimia dan aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak etanolik Morinda citrifolia L. pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 8(1), 22–28.

Sari, L. N., Kanedi, M., Yulianty, Y., & Ernawiati, E. (2019). Efektivitas ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus L.). Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 10(2), 109–120. https://doi.org/10.24042/biosfer.v10i2.4511

Sari, R. D. N., Budiawan, A., & Sumadji, A. R. (2023). Efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) secara topikal terhadap penyembuhan luka pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Ilmiah Manuntung, 9(1), 64–70.

Shalsyabillah, F., & Sari, K. (2023). Skrining fitokimia serta analisis mikroskopik dan makroskopik ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.). Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2), 1–9.

Siahaan, M. S. Y., Pangkahila, W., & Aman, I. (2017). Gel ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri) meningkatkan epitelisasi penyembuhan luka pada kulit tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). Jurnal Biomedik (JBM), 9(1). https://doi.org/10.35790/jbm.9.1.2017.15314

Singh, R., Kumar, J., Rajput, S. K., Bhardwaj, R., & Ranjan, G. (2024). Revolutionising shift in advanced wound healing therapies: Nanoengineered herbal gels. Natural Product Research, 1–16. https://doi.org/10.1080/14786419.2024.2436111

Suhartinah, S. (2023). Uji aktivitas sediaan gel ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Intan Husada: Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(01), 1–14. https://doi.org/10.52236/ih.v11i1.259

Sulistyarini, I., Sari, D. A., & Wicaksono, T. A. (2020). Skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder batang buah naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 5(1), 56–62.

Tobat, S. R., Wahyuni, F. S., Yenny, S. W., Etriyel, E., Afrianti, R., & Rani, D. N. (2024). Pengaruh pemberian salep fraksi etil asetat daun meniran (Phyllanthus niruri L.) selama 5 hari terhadap penyembuhan luka eksisi pada tikus putih jantan. Health and Medical Journal, 6(1), 19–30.

Wahyuni, W., Aliah, A. I., & Semboh, E. (2021). Formulasi gel dan uji efektivitas ekstrak etanol daun meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 16(1), 76.

Wendersteyt, N. V., Wewengkang, D. S., & Abdullah, S. S. (2021). Uji aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi ascidian (Herdmania momus) dari perairan Pulau Bangka Likupang terhadap pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, dan Candida albicans. Pharmacon, 10(1), 706.

Wintoko, R., & Yadika, A. D. N. (2020). Manajemen terkini perawatan luka. JK Unila, 4(2), 183–189.

Downloads

Published

2025-06-19

How to Cite

Abidah, A. N., Kusuma, E. W., & Suyono , A. D. (2025). Gel Kombinasi Ekstrak Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Penyembuhan Luka Sayatan. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1), 426–436. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5628