Perbedaan Efektifitas Konsumai Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Tablet Zat Besi (Fe) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri

Authors

  • Rahmawati A. Sau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo
  • Nurain R. Ismail Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55606/jig.v4i2.8851

Keywords:

Adolescent Girls, Anemia, Hemoglobin, Iron Tablets, Moringa Leaf Tea

Abstract

Anemia remains a significant nutritional problem among adolescent girls due to increased iron requirements during growth and menstruation. Iron (Fe) tablet supplementation is commonly used for prevention, but low compliance often limits its effectiveness. Moringa oleifera leaf tea offers a potential local food–based alternative intervention. This study aimed to compare the effectiveness of Moringa oleifera leaf tea and iron tablets in increasing hemoglobin levels among anemic adolescent girls. A quasi-experimental two-group pretest–posttest design was employed in December 2025 at two junior high schools in Gorontalo City. The sample consisted of 18 adolescent girls with mild to moderate anemia, divided equally into a Moringa leaf tea group and an iron tablet group. The tea group consumed Moringa leaf tea twice daily for 14 days, while the tablet group consumed one iron tablet per week for two weeks. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a digital hemoglobin analyzer. Data analysis using the Wilcoxon signed-rank test and Mann–Whitney test showed that both interventions significantly increased hemoglobin levels. However, the increase was greater in the Moringa group (ΔHb 1.4–3.2 g/dL; p = 0.008) compared to the iron tablet group (ΔHb 0.5–0.8 g/dL; p = 0.007). A significant difference between groups (p < 0.001) indicates that Moringa oleifera leaf tea is more effective as an alternative intervention.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, Y., & Idealistiana, L. (2024). Efektivitas teh daun kelor terhadap peningkatan Hb pada remaja putri dengan anemia. Malahayati Nursing Journal. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i7.11418

Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. (2020). Laporan evaluasi pelaksanaan suplementasi TTD nasional tahun 2020.

Citanigsih, M. A. (2024). Efektivitas teh daun kelor terhadap peningkatan Hb pada remaja putri dengan anemia di SMP Negeri 1 Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah (Karya tulis ilmiah, Universitas Malahayati).

Fadhilah, T. (2024). Efektivitas edukasi gizi pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Ilmiah.

Fadillah, R., & Yuliani, D. (2023). Efektivitas suplementasi TTD terhadap pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 8(1), 56–63.

Febriayanti, S., Masfufah, M., & Kariani, N. K. (2024). Indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin remaja putri. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(1), 10–17. https://doi.org/10.61132/vitamin.v3i1.729

Hikmatullah, H., Imansari, A., & Masfufah, M. (2026). Analisis kandungan zat gizi lemak dan natrium klorida (NaCl) pada jajanan pentol di sekolah dasar Kelurahan Tondo Kota Palu. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 4(1), 179–184. https://doi.org/10.61132/vitamin.v4i1.2099

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri. Direktorat Gizi Masyarakat.

Maghfirah, N., Masfufah, M., & Febrianti, N. (2024). Screen time dan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.61132/vitamin.v3i1.730

Mawouma, A. T., Toumba, A., et al. (2024). Bioaccessibility and speciation of iron from aqueous extracts of Moringa oleifera leaves. Journal of Food Biochemistry. https://doi.org/10.1155/2024/9312118

Nida, Y., Risnawati, & Ba’diah, A. (2025). Efektivitas pemberian tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri di Pekanbaru. Al Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan, 14(1). https://doi.org/10.35328/kebidanan.v14i1.2869

Nisa, L., Qomariyah, Q., & Maharani, K. (2025). Pengaruh program edukasi berbasis peer education terhadap tingkat pengetahuan remaja putri terkait pemeriksaan payudara sendiri. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(4), 14–24. https://doi.org/10.61132/vitamin.v3i4.1693

Rahmawati, D., & Zulkarnaen, A. (2022). Efektivitas suplementasi tablet zat besi terhadap peningkatan hemoglobin remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 5(2), 33–40.

Sari, D. A. R., Purnamasari, D., & Novitasari, E. (2026). Pengaruh pemberian teh daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Rejoagung Banyuwangi. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 4(1), 196–205. https://doi.org/10.61132/vitamin.v4i1.2103

World Health Organization. (2021). Anaemia in adolescents: A global health challenge. WHO.

Wulandari, N., Sari, F., & Putri, L. (2021). Faktor risiko anemia gizi pada remaja putri di Kota Surabaya. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 10(3), 112–119.

Wulandari, S., & Prasetyo, D. (2021). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(2), 75–82.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Rahmawati A. Sau, & Nurain R. Ismail. (2026). Perbedaan Efektifitas Konsumai Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Tablet Zat Besi (Fe) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri . Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 4(2), 111–117. https://doi.org/10.55606/jig.v4i2.8851