Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Anemia, Kebiasaan Makan dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.55606/jig.v3i2.4423Keywords:
Anemia, Attitude, Eating Habbits, KnowledgeAbstract
Iron deficiency anemia is a common condition that occurs in female students, influenced by many factors such as knowledge, attitudes and eating habits. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes about anemia, eating habits with the incidence of anemia in female students at the Faculty of Engineering, Unesa. This study used a cross-sectional design. Sample from this study were 105 female students from 10 study programs. The data measured were knowledge and attitudes of anemia, eating habits containing intake of iron, vitamin C, calcium, and hemoglobin (Hb) levels. Bivariate analysis using the Spearman's Rank Test. The data showed that the majority of respondents had moderate knowledge (55.2%), positive level for attitude (49.5%), iron intake was severe deficit level (70.5%), excessive of vitamin C intake (40.9%) and calcium intake at a severe deficit level (99%). The results of the bivariate test showed a relationship between several variables with the incidence of anemia , such us knowledge about anemia (p = 0.000 <0.05), attitude of anemia (p = 0.007 <0.05), and eating habits of vitamin C (p = 0.007 <0.05). While the habit of iron and calcium intake showed no relationship with the incidence of anemia (p = 0.083> 0.05) and (p = 0.107> 0.05). It concluded that knowledge and attitude about anemia also intake of vitamin C have relation with the incidence of anemia in female students at faculty of engineerig, Unesa while the intake of iron and calcium does not.
Downloads
References
Alfiah, S., & Dainy, C. (2023). Asupan zat besi, vitamin C dan konsumsi tablet tambah darah berhubungan dengan kejadian anemia remaja putri SMPIT Majma'ul Bahrain Bogor. Jurnal Gizi Dietetik, 2(2), 103–108.
Anwar, H. (2009). Penilaian sikap ilmiah dalam pembelajaran sains. Jurnal Pelangi Ilmu, 2(5).
Arya, N. P., Anak, Y., Gede, A., & Pratama, W. (2022). Anemia defisiensi besi: Diagnosis dan tatalaksana. Ganesha Medicina Journal, 2(1), 49–56.
Astuti, E. R. (2023). Literature review: Faktor-faktor penyebab anemia pada remaja putri. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 550–561.
Ayupir, A. (2021). Pendidikan kesehatan dan terapi tablet zat besi (Fe) terhadap hemoglobin (Hb) remaja putri. Journal of Public Health Research and Development, 5(3), 441–451.
Behere, S. P., Yadav, R., & Behere, P. B. (2011). A comparative study of stress among students of medicine, engineering, and nursing. Indian Journal of Community Medicine, 33(2), 2–5.
BKKBN. (2021, Juli 22). Remaja, ingat pahamilah kesehatan reproduksi agar masa depan cerah dan cegah penyakit menular seksual. https://www.bkkbn.go.id/
Dania, O. (2018). Hubungan antara asupan seng dan kalsium terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMA Negeri 5 Kota Malang (Skripsi). Universitas Brawijaya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. (2018, Mei 1). Kenali gejala anemia, khususnya bagi remaja putri. https://dinkes.tangerangselatankota.go.id
Febrianto, M. A. B. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan konsumsi jajanan sehat di MI Sulaimaniyah Mojoagung Jombang (Skripsi). Universitas Brawijaya.
Gopalan, C. (2003). Nutrition research in Southeast Asia. New Delhi: WHO.
Handayani, D., Pamungkasari, E. P., & Sulaeman, E. S. (2019). Application of path analysis on incidence of anemia in female adolescents. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(1), 37–44. https://doi.org/10.25182/jgp.2019.14.1.37-44
Hardiansyah, A., Violeta, Z. S., & Arifin, M. (2023). Pengetahuan tentang anemia, asupan protein, zat besi, seng dan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 18(3), 213–224.
Hariyanto, N., et al. (2022). Relationship between diet patterns and the incidence of anemia among adolescent girls at SMA GIKI 1 Surabaya. Malaysian Journal of Nursing, 14(2), 14–19.
Hariyanto, N., Fatimawati, I., Hastuti, P., Budiarti, A., & Poddar, S. (2022). Relationship between diet patterns and the incidence of anemia among adolescent girls at SMA GIKI 1 Surabaya. Malaysian Journal of Nursing, 14(2), 14–19. https://doi.org/10.31674/mjn.2022.v14i02.003
Hutabarat, A., et al. (2018). Hubungan pengetahuan anemia, asupan zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Yayasan Bandung Kabupaten Deli Serdang. Journal of Nutrition and Culinary, 4(1), 38–44.
Iftitah, O., & Hanum, F. (2022). Kejadian anemia ditinjau dari pola makan sehari-hari pada remaja di Desa Waru. Jurnal Ecopen Indonesia, 6, 1–10. https://doi.org/10.21070/acopen.6.2022.1692
IUPAC. (1994). Chelation. https://goldbook.iupac.org/terms/view/C01012
Jainuri, M. (2019). Skala pengukuran. https://www.slideshare.net/slideshow/skala-pengukuran-138019935
Junita, F., Wati, P. K., & Ulfah, R. (2023). Nutritional status with the incidence of anemia in students of LSPR Jakarta Institute of Communication and Business. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 288–294. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.994
Kaimudin, N. I., Lestari, H., & Afa, J. R. (2017). Skrining dan determinan kejadian anemia pada remaja putri SMA Negeri 3 Kendari tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(6), 1–10.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Jakarta: Kemenkes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pelatihan untuk pelatih (Edukasi Gizi pada 1000 HPK dengan metode Emo-Demo bagi petugas kesehatan). Jakarta: Kemenkes.
Khomsan, A. (2000). Teknik pengukuran pengetahuan gizi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Khotimah, K., & Darwati, S. (2017). Aspek-aspek dalam evaluasi pembelajaran. Islamic Education Journal, 1(2), 11–22.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A., dkk. (2019). Buku referensi metode Orkes-Ku (Raport Kesehatanku) dalam mengidentifikasi potensi kejadian anemia pada remaja putri (Edisi 1). Bantul, Yogyakarta: Ev.Mine.
Riza, N. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang anemia dengan kejadian anemia dalam kehamilan di Gampong Ceurih. Getsempena Health Science Journal, 2(1), 13–23. https://ejournal.bbg.ac.id/ghsj/article/view/2089
Salim, A., dkk. (2021). Hubungan asupan zat besi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi tahun 2020. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 170–178.
Sharief, S. A. (2021). Kebiasaan makan dan kejadian anemia. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12, 168–172. https://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf12nk131/12nk131
Simanungkalit, S. F., & Simarmata, O. S. (2019). Pengetahuan dan perilaku konsumsi remaja putri yang berhubungan dengan status anemia. Buletin Penelitian Kesehatan, 47(3), 175–182. https://doi.org/10.22435/bpk.v47i3.1269
Situmeang, I. R. (2022). Psikologi pendidikan kajian terhadap modul reproduksi Fakultas Kedokteran. Jurnal IKRAITH-HUMANIORA, 6(2), 146–159.
Sumartini, & Hasnelly. (2019). Hubungan pengetahuan gizi, pola konsumsi dan raihan nilai pada matakuliah ilmu gizi pangan mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Unpas Bandung. Pasundan Food Technology Journal, 6(1), 31. https://doi.org/10.23969/pftj.v6i1.1509
Suryani, D., dkk. (2015). Analisis pola makan dan anemia gizi besi pada remaja putri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 11–18.
Syagata, dkk. (2022). Modul penilaian konsumsi pangan. Yogyakarta: Unisa Press. www.unisayogya.ac.id
Syah, M. N. H. (2022). Hubungan obesitas dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 355–359.
Syahrainy, T. M. K., & Septriana. (2023). Hubungan tingkat stres, kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja. Student Journal of Nutrition, 2(2016), 56–65.
Syahroni, dkk. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan anak usia prasekolah (4–6 tahun) ditinjau dari capaian gizi seimbang. Jurnal Tata Boga, 10(1), 12–22.
Syarfaini, dkk. (2023). Kejadian anemia pada mahasiswi: Kontribusi pengetahuan dan asupan makanan. Journal of Public Health, 2(2), 123–129.
UCSF Health. (2022). Hemoglobin (Hb) dan fungsi zat besi. Diakses 26 Juni 2024, dari https://www.ucsfhealth.org/education/hemoglobin (Hb)-and-functions-of-iron
Waluyo, D., & Daud, A. C. (2022). Hubungan kebiasaan makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Poowo Barat Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Gema Wiralodra, 13(1), 34–42. https://doi.org/10.31943/gemawiralodra.v13i1.221
Widianto, R. (2021). Perbedaan hasil pemeriksaan hemoglobin (Hb) dengan Point of Care Testing (POCT) pada sampel darah vena dan kapiler. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 4(1), 267–271.
William, T. K., & Dworken, H. J. (2024). Calcium in human digestive system in features of the gastrointestinal tract. Diakses dari https://www.britannica.com/science/human-digestive-system/Calcium
World Health Organization. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva, Switzerland: WHO.
World Health Organization. (2023). Anaemia. Diakses 1 Mei 2023, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







