Hubungan Antara Asupan Zat Gizi Makro saat Sarapan dengan Konsentrasi Siswa SMAN 1 Grogol, Kediri
DOI:
https://doi.org/10.55606/jig.v3i2.3614Keywords:
Breakfast, Macronutrients, TeenagersAbstract
Breakfast is important for school students, especially teenagers because schools are full of activities that require a large amount of energy that can impact concentration. This study aims to determine the relationship between macronutrient intake during breakfast and the concentration of students of SMA Negeri 1 Grogol, Kediri. The design of the study is descriptive analytics with a cross-sectional research design including a total of 88 students. The sampling technique is simple random sampling. Breakfast data collected using food recall and concentration levels used Grid Concentration Test sheets. The data analysis technique used Somers’d. The result showed there is a significant relationship between carbohydrate (p = 0,017; r = 0,219) and protein intake (p = 0,008; r = 0,266) consumed at breakfast and student concentration, the relationship between the two variables was quite weak, but there was no significant relationship between intake of fat consumed at breakfast and student concentration (p = 0,220; r = 0,112). The conclusion of this study is that carbohydrate and protein intake consumed at breakfast is associated with student concentration.
Downloads
References
Anwar, C., & Isatirradiyah, I. (2019). Hubungan status gizi dengan prestasi akademik siswa sekolah dasar di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh tahun 2017. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 4(1), 42. https://doi.org/10.33143/jhtm.v4i1.165
Bélanger, M., Allaman, I., & Magistretti, P. J. (2011). Brain energy metabolism: Focus on astrocyte-neuron metabolic cooperation. Cell Metabolism, 14(6), 724–738. https://doi.org/10.1016/j.cmet.2011.08.016
Bintang, M. (2010). Biokimia teknik penelitian (R. Astikawati, Ed. 1). Jakarta: Penerbit Erlangga. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=985021
Comandani, Y. I. (2020). Hubungan asupan sarapan (energi, karbohidrat, dan protein) dengan konsentrasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kudu Jombang (Skripsi). Surabaya: Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Escartin, C., Valette, J., Lebon, V., & Bonvento, G. (2006). Neuron: Astrocyte interactions in the regulation of brain energy metabolism: A focus on NMR spectroscopy. Journal of Neurochemistry, 99(2), 393–401. https://doi.org/10.1111/J.1471-4159.2006.04083.X
Fauziyyah, A., Riani, R. I., & Arfiyanti, M. P. (2020). Hubungan kecukupan energi dan makronutrien dalam sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS. Medica Arteriana, 2(2), 88–93.
Fikawati, S., Syafiq, A., & Veratamala, A. (2017). Gizi anak dan remaja (1st ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Fukuda, K., Vogel, E., Mayr, U., & Awh, E. (2010). Quantity not quality: The relationship between fluid intelligence and working memory capacity. Psychonomic Bulletin & Review, 17(5), 673. https://doi.org/10.3758/17.5.673
Handayani, K. M., Masrul, M., & Adrial, A. (2014). Hubungan asupan energi sarapan terhadap tingkat konsentrasi pada siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Padang tahun ajaran 2013/2014. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(3), 405–408. https://doi.org/10.25077/jka.v3i3.156
Hardinsyah, & Aries, M. (2013). Jenis pangan sarapan dan perannya dalam asupan gizi harian anak usia 6–12 tahun di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2). https://doaj.org/article/02b0e15d1bf44f4b8edeacf0a49d3b76
Heidyana, A. (2020, June 22). Kerja otak remaja sulit dimengerti, ini alasannya. Klikdokter. https://www.klikdokter.com/ibuanak/kesehatan-anak/kerja-otak-remaja-sulit-dimengerti-ini-alasannya
Jusuf, M. I. (2012, January 22). Menyehatkan otak melalui makanan. Gorontalo Post, 5.
Kementerian Kesehatan RI. (2010). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010: Laporan Nasional 2010. https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/
Kusuma, K. W. D. (2019). Konsumsi karbohidrat makan siang, obesitas sentral, dan kadar glukosa darah pada tenaga kerja di Hotel Inaya Putri Bali, Badung (Skripsi). Denpasar: Poltekkes Denpasar.
Lestari, D. P. (2016). Analisa kadar protein pada kerupuk ampas tahu (mentah) (Skripsi). Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Lipdyaningsih, S., Yuliati, Y., & Rahayu, T. (2017). Hubungan kecukupan gizi makan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar pada anak sekolah dasar. Kingdom (The Journal of Biological Studies), 6(5), 291–297. https://doi.org/10.21831/kingdom.v6i5.7787
Mamuaja, C. F. (2017). Lipida. Manado: Unsrat Press. https://doi.org/10.1007/978-981-16-0610-6_5
McKenna, M. C., Dienel, G. A., Sonnewald, U., Waagepetersen, H. S., & Schousboe, A. (2012). Energy metabolism of the brain. In D. L. P. (Ed.), Basic neurochemistry (8th ed., pp. 200–231). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-374947-5.00011-0
Muchtar, M., Julia, M., & Gamayanti, I. L. (2011). Sarapan dan jajan berhubungan dengan kemampuan konsentrasi pada remaja. Gizi Klinik Indonesia, 8(1), 28–35.
Oktavia, Y. (2018). Hubungan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar pada anak kelas 3 di SD Negeri 04 Balai Rupih Simalanggangpayakumbuh tahun 2018 (Skripsi). Padang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis.
PMK No. 41. (2014). Pedoman gizi seimbang (Pub. L. No. 41). http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No_41_ttg_Pedoman_Gizi_Seimbang
Pustika, M., Endang Nur W., S. S. M. S. M., & Pramudya Kurnia, S. M. A. (2015). Hubungan antara asupan energi dan protein dari sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri Sumber III Surakarta - UMS ETD-db. http://eprints.ums.ac.id/33476/
Rosalina, E. (2021). Hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar siswa-siswi SD 37/III di Desa Koto Tuo Kabupaten Kerinci tahun 2021. Psikologi Jambi, 06(02), 26–31.
Setiawan, M. N., & Haridito, I. (2015). Hubungan status gizi dengan tingkat konsentrasi siswa (studi pada siswa SMA Negeri 1 Widang kelas XI). Jurnal Kesehatan Olahraga, 3(1), 1–8. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-kesehatan-olahraga/article/view/11172
Sholihah, Q., Kuncoro, W., & Puni, S. (2019). Analysis of the effect of breakfast on concentration levels and student achievement. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 7(9), 321–338. www.ijicc.net
Sunarto, & Fauziyah, N. (2023). Hubungan kebiasaan sarapan pagi dan asupan zat gizi makro dengan status gizi anak di SD Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Sidrap. Media Gizi Pangan, 30(2), 111–119. https://doi.org/10.32382/mgp.v30i2.228
Syahril, Soekendarsi, E., & Hasyim, Z. (2016). Perbandingan kandungan zat gizi ikan mujair (Oreochromis mossambica) Danau Universitas Hasanuddin Makassar dan ikan Danau Mawang Gowa. Jurnal Biologi Makassar, 1(1), 1–7.
Wardoyo, H. A., & Mahmudiono, T. (2013). Hubungan makan pagi dan tingkat konsumsi zat gizi dengan daya konsentrasi belajar pada siswa sekolah dasar. Media Gizi Indonesia, 9(1), 49–53.
Weschler, D., & Seksi, P. (1992). Buku pegangan Weschler Adult Intelligence Scale. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Yuniatun, Sukandar, D., & Nurdin, N. M. (2018). Studi kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar pada remaja. Skripsi. Bogor: IPB University.
Zilberter, T., & Zilberter, E. Y. (2014). Breakfast: To skip or not to skip? Frontiers in Public Health, 2(JUN). https://doi.org/10.3389/FPUBH.2014.00059
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







