Hubungan Status Gizi dengan Anemia pada Remaja di Kabupaten Bulukumba

Authors

  • Rahmaniyah Rahmaniyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Ni Luh Gede Sri Wahyudianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Jusni Jusni Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

DOI:

https://doi.org/10.55606/jig.v2i2.3215

Keywords:

Anemia, Nutritional Status, Adolescents

Abstract

Anemia is a deficiency in hemoglobin levels in the blood and is a major nutritional problem in Indonesia. The World Health Organization (WHO) in its 2021 world health statistics shows that the prevalence of anemia in women of reproductive age (15-49) in the world in 2019 was around 29.9%.  The results of the 2018 Basic Health Research report by Balitbangkes in Indonesia, the prevalence of anemia in young women is around 27.2% in the 15-24 year age group.  One of the factors causing anemia is nutritional status.  Nutritional status is a factor that is closely related to anemia. This research uses quantitative descriptive, and the research design used in this research is cross sectional. The number of samples used was 10 young women using total sampling techniques. The research was conducted at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy. Adolescents with an inappropriate BMI experienced severe anemia, namely 4 adolescents (80%), 1 respondent (20%) with an inappropriate BMI experienced severe anemia, while 5 respondents (100%) with an appropriate BMI experienced mild anemia. Based on the results of the statistical test p value = 0.004, it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiyani, K., Heriyani, F., & Rosida, L. (2020). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Homeostasis, 1, 1–7.

Afiah, & Syafriani. (2022). Hubungan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di MTS Dinul Hasanah wilayah kerja Puskesmas Balai Jaya. Ners, Retrieved from http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners

Balitbangkes RI. (2018). Laporan riset kesehatan dasar tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Budiarti, A., Anik, S., & Wirani, N. P. G. (2021). Studi fenomenologi penyebab anemia pada remaja di Surabaya.

Hermawati, N. A. G., & Gustia, Y. D. (2018). Pengaruh status gizi terhadap anemia pada remaja putri di SMP Lanud Padang. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 1(August), 79–88.

Janah, M. (2021). Hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. IJMS-Indonesian Journal on Medical Science, 2(2), 248–256.

Kemenkes RI. (2018). Buku pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

Nasruddin, H., Syamsu, R. F., & Permatasari, D. (2021). Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia.

Permata Sari, H., Dardjito, E., Anandari, D., Ilmu Gizi, P., & Kesehatan Masyarakat, J. (2018). Anemia gizi besi pada remaja putri di wilayah Kabupaten Banyumas. Iron deficiency anemia among adolescent in Banyumas.

Putri, R. (2022). Hubungan lama menstruasi, konsumsi zat besi, dan status gizi dengan kejadian anemia. Jurnal Kesehatan, 17, 33–37.

Saputri, N. (2022). Penyuluhan mengenai tanda bahaya anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan, 2(1), 7–12. https://doi.org/10.25008/altifani.v2i1.197

World Health Organization. (2021). World health statistic 2021: Monitoring health for SDGs. Switzerland. Retrieved from https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/342703/9789240027053-eng.pdf

Published

2024-04-30

How to Cite

Rahmaniyah Rahmaniyah, Ni Luh Gede Sri Wahyudianti, & Jusni Jusni. (2024). Hubungan Status Gizi dengan Anemia pada Remaja di Kabupaten Bulukumba . Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 2(2), 126–134. https://doi.org/10.55606/jig.v2i2.3215