Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Sadeng Gunung Pati Kota Semarang

Authors

  • Christina Ary Yuniarti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Semarang
  • Mirza Fathan Fuadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Semarang
  • Zidna Sabela Naja Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jig.v2i2.3140

Keywords:

nutritional status, hypertension, women of childbearing age

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are one of the biggest health challenges globally. Based on data from the World Health Organization or WHO, data shows that of the 56 million deaths that occurred in the world in 2021, there were 38 million or almost three quarters. Based on data from the Semarang City Health Service, the gender of those receiving health services for Hypertension Sufferers in 2022 shows that the female gender is 161,877 (56%) which is greater than the male gender which is 129,033 (44%), and in the working area of ​​the Gunungpati Community Health Center it is in the fifth highest position. Hypertension sufferers. Nutritional status is also influenced by a good diet and is also influenced by age, especially in women of childbearing age less than 40 years because they have a greater potential for experiencing hormonal imbalances in the body. The respondents in this research were WUS in the Sadeng Gunung Pati sub-district, Semarang city, totaling 101 respondents. The aim of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in suburban age women (WUS) in the Sadeng Gunung Pati sub-district, Semarang City. This research method uses a cross sectional approach which was carried out in the Sadeng Gunung Pati sub-district. Data collection was carried out from March to May 2024. The results showed that the correlation between nutritional status and the incidence of hypertension in women of childbearing age (WUS) in Sadeng subdistrict was carried out using the Chi Square test, obtained with a P value = 0.0001, OR = 5.15 , CI = (2.16 – 12.26), where the majority of respondents with hypertension were 57.4% (aged 15-49 years) with a BMI classification in the thin category of 18.5. The conclusion of this study is that there is a relationship between nutritional status and the incidence of women of suburban age (WUS) in the Gunung Pati sub-district, Semarang city.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almurdi, Y. (2022). Hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2022. Nusantara Hasana Journal, 3(2).

Arieanie, C. P. (2019). Buku pedoman manajemen penyakit tidak menular. Jakarta: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB). Retrieved from https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/lpb/article/view/3539

Dinas Kesehatan Kota Semarang. (2020). Profil kesehatan tahun 2020: Dinas Kesehatan Kota Semarang (p. 283). Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Dinkes Kota Semarang. (2022). Profil Dinas Kesehatan Kota Semarang. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Fajar, S. A. (2014). Handbook buku saku gizi (Pediatric, youth, adult, geriatri). Bandung: Svastha Harena.

Fitriana, R., et al. (2015). Hubungan antara konsumsi makanan dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia (studi di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Wuluhan Kabupaten Jember). Artikel Ilmiah, 27.

Herrera Marcano, T., Cachada, A., Rocha-Santos, T., Duarte, A. C., & Roongtanakiat, N. (2020). Penilaian status gizi. Nov, 132(3343), 817.

Kartika, M., & Mirsiyanto. (2020). Faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2020. Buku Kedokteran. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Mubin, M. F., et al. (2010). Karakteristik dan pengetahuan pasien dengan motivasi melakukan kontrol tekanan darah di wilayah kerja Puskesmas Sragi I Pekalongan. Vol. 6(1), 2013.

Novendy, S., et al. (2022). Faktor risiko kejadian hipertensi pada wanita usia produktif. Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis, 2(1).

Pibriyanti, M., et al. (2023). Hubungan status gizi dan tekanan darah terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur di pondok pesantren. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 9(2).

Puspitasari, A. A. (2018). Faktor risiko kejadian hipertensi pada usia 20-44 tahun di Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 2(2), 67-70. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/ghidza/article/view/11259

Rosenstock, I. M. (2015). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 4(5).

Sulymbona, N. (2024). Jurnal pengabdian masyarakat terintegrasi, 3(1).

Supriatiningrum, F., et al. (2022). Potensi status gizi dan sosio ekonomi berdampak pada wanita usia subur (WUS) mengalami penyakit hipertensi. Jurnal Gizi dan Kesehatan.

Tendean, A. F. (2019). Korelasi indeks masa tubuh (IMT) dengan tekanan darah. Journal Nutrition, 3(2).

Yasril, A. I., & Rahmadani, W. (2019). Hubungan pola makan terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2019. Jurnal Sehat Mandiri, 2(33).

Published

2024-04-30

How to Cite

Christina Ary Yuniarti, Mirza Fathan Fuadi, & Zidna Sabela Naja. (2024). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Sadeng Gunung Pati Kota Semarang . Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 2(2), 119–125. https://doi.org/10.55606/jig.v2i2.3140