Daya Terima Cookies Dengan Substitusi Tepung Kacang Merah Dan Penambahan Tepung Daun Kelor Sebagai Snack Sehat Untuk Remaja Putri Anemia Defisiensi Besi
DOI:
https://doi.org/10.55606/jig.v2i3.3108Keywords:
Anemia, Adolescent Girls, Cookies, Red Bean, MoringaAbstract
The growth of new innovations makes snacks rich in iron and protein in the form of cookies using red bean flour substitution and the addition of moringa flour. This study aims to determine the effect of red bean flour substitution, the addition of moringa flour, and the interaction of the two factors on the acceptability of cookies (color, aroma, taste, and crispness), as well as the protein and iron content contained in the best cookie formula. The study was conducted in Surabaya on adolescent girls. This type of research is experimental with a two-factor randomized complete block design (RAL). The study used descriptive analysis of nutritional content (protein and iron) obtained from the laboratory. Acceptability will be tested parametric statistics using Two-ways Anova statistics. The results showed that red bean flour affects the color and crispness of cookies (<0.05); Moringa leaf flour affects the color, aroma and crispness (<0.05); the interaction between the two only affects the crispness (<0.05); and protein and iron in accordance with SNI dan Nutritional Adequancy Rates.
Downloads
References
Aditiya, A. P., & Ismawati, R. (2023). Uji sensori, kandungan gizi, dan nilai ekonomi cookies yang disubstitusi tepung kacang merah dan tepung biji labu kuning sebagai snack tinggi zat besi. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 3(2), 297–305.
Afkar, M., Nisah, K., & Sa’diah, H. (2020). Analisis kadar protein pada tepung jagung, tepung ubi kayu dan tepung labu kuning dengan metode Kjedhal. Amina, 1(3).
Agustin, S. (2021). 5 manfaat kacang merah bagi kesehatan tubuh. Alodokter.com. https://www.alodokter.com/badan-sehat-dengan-manfaat-kacang-merah
Agustin, S. (2022). Memahami fungsi hemoglobin dan kadar normalnya dalam tubuh. Alodokter.com.
Amalia, A., & Tjiptaningrum, A. (2022). Diagnosis dan tatalaksana anemia defisiensi besi. Jurnal Majority, 2(1), 49–56.
Anjaya, P. U., & Rohmah, Z. N. (2020). Faktor–faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Journal of Holistic and Traditional Medicine, 06(02), 402–406.
Anonim. (2006). Pengujian organoleptik (evaluasi sensori) dalam industri pangan.
Anonim. (2013). Laporan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013. https://doi.org/10.1517/13543784.7.5.803
Anonim. (2013). Nutrisi pada remaja. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Apriliani, I. M., Purba, N. P., Dewanti, L. P., Herawati, H., & Faizal, I. (2021). Pengaruh penggunaan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung biji kacang hijau (Vigna radiata) pada pembuatan cookies terhadap sifat organoleptik. Citizen-Based Marine Debris Collection Training: Study Case in Pangandaran, 2(1), 56–61.
Arbi, A. S. (2009). Pengenalan evaluasi sensori. Praktikum Evaluasi Sensori, 1–42.
Augustyn, G. H., Tuhumury, H. C. D., & Dahoklory, M. (2017). Pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap karakteristik organoleptik dan kimia biskuit mocaf (Modified Cassava Flour). Agritekno, Jurnal Teknologi Pertanian, 6(2), 52–58. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2017.6.2.52
Budiarti, A., Anik, S., & Wirani, N. P. G. (2021). Studi fenomenologi penyebab anemia pada remaja di Surabaya. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 6(2). https://doi.org/10.36053/mesencephalon.v6i2.246
Cahyakarista, T. D. (2022). Sifat fisik, sifat organoleptik dan kadar Fe puding susu dengan campuran kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) sebagai alternatif makanan kudapan tinggi Fe untuk pencegahan anemia. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Daniel, B. K., & Harland, T. (2017). Higher education research methodology. https://doi.org/10.4324/9781315149783
Dewi Marliyan, S., & Diah Apriana, H. (2022). Uji kinerja instrumen spektrofotometer serapan atom (AAS) Shimadzu 6650 F terhadap. Journal of Laboratory, 5(2), Online.
Dewi, D. P. (2018). Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar Fe. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 104. https://doi.org/10.35842/ilgi.v1i2.22
Dianna. (2020). Dasar-dasar penelitian akademik: Analisis data kualitatif dan kuantitatif. Jurnal Akuntansi, 1–10.
Dwiningrum, R., Pisacha, I. M., & Nursoleha, E. (n.d.). Review: Analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan protein pada olahan bahan pangan. http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/jfa.
Elfianis, R. (2020). Klasifikasi dan morfologi tanaman kelor.
Fajariah, R. A., Ismawati, R., Kristiastuti, D., & Nurlaela, L. (2020a). Pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan jenis keju terhadap hasil jadi kastangel. Jurnal Tata Boga, 9(1), 23–29.
Fapetu, A. P., Karigidi, K. O., Akintimehin, E. S., Olawuwo, T., & Adetuyi, F. O. (2022). Effect of partial substitution of wheat flour with Moringa oleifera leaf powder on physical, nutritional, antioxidant and antidiabetic properties of cookies. Bulletin of the National Research Centre, 46(1). https://doi.org/10.1186/s42269-022-00746-8
Gusti, I., Ayu, A., Triandini, H., Adi, G., Wangiyana, S., Ilmu, F., Universitas, K., Kencana, B., & Barat, J. (2022). Mini-review uji hedonik pada produk teh herbal hutan. Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science, 5(1), 12–19.
Hamzah, H., & Yusuf, N. R. (2019). Analisis kandungan zat besi (Fe) pada daun kelor (Moringa oleifera Lam.) yang tumbuh dengan ketinggian berbeda di daerah Kota Baubau. Indo. J. Chem. Res., 6(2), 88–93. https://doi.org/10.30598/ijcr.2019.6-has
Hendarto, A., Febriyanto, R., & Kaban, R. K. (2018). Defisiensi besi dan anemia defisiensi besi pada anak remaja obes. Sari Pediatri, 20(1), 1. https://doi.org/10.14238/sp20.1.2018.1-6
Ibtisamah, S. (2021). Manfaat daun kelor bagi kesehatan. Ners.unair.ac.id. https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1228-manfaat-daun-kelor-bagi-kesehatan
Kamaruddin, M., Supu, L., Sada, M., & Marsella, Y. (2022). Nilai gizi dan daya terima cookies dengan penambahan bayam merah dan hati ayam sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK), 2(1), 31–37.
Kapoh, S. R., Rotty, L. W. A., & Polii, E. B. I. (2021). Terapi pemberian besi pada penderita anemia defisiensi besi. E-Clinic, 9(2), 311. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.34408
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. https://doi.org/10.1517/13543784.7.5.803
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama riskesdas 2018.
Kholisah, N., Amelia, R., & Desriyani, S. (2020). Pengaruh pemberian cookies daun kelor dan kacang merah terhadap kadar Hb ibu hamil dengan anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Lemah Abang Kabupaten Karawang tahun 2019. Journal for Quality in Women’s Health, 3(1), 37–44.
Kusuma, A. (2021). Daun kelor yang kaya nutrisi dan ragam manfaat kesehatannya. Alodokter.com. https://www.alodokter.com/daun-kelor-yang-kaya-nutrisi-dan-ragam-manfaat-kesehatannya
Kusuma, A. (2023). Daun kelor yang kaya nutrisi dan ragam manfaat kesehatannya. Alodokter.com. https://www.alodokter.com/daun-kelor-yang-kaya-nutrisi-dan-ragam-manfaat-kesehatannya
Laili, F. N., Fathonah, S., & Sari, L. A. (2022). Uji organoleptik dengan metode hedonic test dan uji kadar Fe telur asin dengan penambahan daun kelor. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1205–1214.
Lipoeto, N. I. (2023). Pencegahan anemia pada remaja: Suplementasi dan fortifikasi zat gizi.
Martha, T. S., Zainuddin, Z., & Lahming, L. (2020). Penerapan metode fenol-sulfur pada analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan zat besi. Jurnal Teknologi, 10(1), 78–85. https://doi.org/10.30598/jtekno.2020.10-mart
Mayangsari, D. S., & Laili, R. (2021). Hubungan pemberian tablet besi (Fe) terhadap kejadian anemia pada remaja putri di MAN 1 dan MAN 3 Kota Kediri. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKI), 2(1), 41–45.
Nasution, L. P. (2018). Hubungan antara aktivitas fisik dan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 5 Batang Kuis. Jurnal Kesehatan, 1(2), 123–130.
Oktariani, I. (2018). Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan makanan tambahan dan suplemen untuk mengatasi masalah anemia. Jurnal Gizi dan Pangan, 13(2), 145–152.
Peni, S. H., & Wijanarka, A. (2021). Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan, 6(1), 72–89.
Prasetyo, R. D., Suhartati, S., & Wijayanti, E. S. (2021). Pengaruh pemberian tepung kacang merah terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMK PGRI 3 Kediri. Jurnal Gizi, 2(1), 30–35.
Ratnasari, D., & Wahyuni, L. (2020). Potensi tepung kacang merah sebagai bahan dasar pembuatan kue kering kaya zat besi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 87–95.
Rosidi, A., & Anisah, S. (2022). Pengaruh penggunaan tepung kacang merah terhadap kandungan protein dan serat pangan kue kering. Jurnal Teknologi Pangan, 1(1), 23–29.
Setianingsih, E., Nurhayati, E., & Muniroh, L. (2020). Pengaruh pemberian tablet Fe dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 1 Jember. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 101–110.
Sholikhah, L., Lestari, R. D., & Rakhman, R. (2021). Hubungan antara pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan pada remaja putri di SMP Negeri 1 Semarang. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 23–31.
Sutomo, R. (2020). Pengaruh pemberian bubuk daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMA Negeri 1 Kediri. Jurnal Kesehatan, 3(1), 78–85.
Wulandari, F., & Sari, L. A. (2021). Uji organoleptik dan kadar Fe cookies dengan penambahan tepung kacang merah. Jurnal Gizi dan Pangan, 13(2), 154–160.
Zaini, N. S., & Maharani, S. (2018). Efektivitas pemberian ekstrak daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMA Negeri 1 Batang. Jurnal Kesehatan, 9(1), 45–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







