Pengaruh Proses Blanching pada Pembuatan Tepung Terhadap Organoleptik Tepung Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius)

Authors

  • Abdul Hairuddin Angkat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Katherine Angeline Tambunan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Wanda Lestari Institut Kesehatan Helvetia

DOI:

https://doi.org/10.55606/jig.v2i3.3072

Keywords:

blanching, pepaya, organoleptic, flour

Abstract

Japanese pepaya leaves have many benefits in the body, especially preventing anemia. Making Japanese pepaya leaf flour can encourage the emergence of various and practical processed products. One physical method for modifying flour is blanching. The aim of this research was to determine the effect of blanching on the organoleptic properties of Japanese pepaya leaf flour. This research was experimental with Randomized Control Design (RCD), with 3 treatments, namely making flour without blanching, making flour with water blanching and making flour with steam blanching and 2 repetitions. Data were collected using organoleptic tests which included color, taste and aroma of Japanese pepaya leaf flour by 20 panelists. The organoleptic test results showed that the most preferred color of Japanese pepaya leaf flour was treatment A with a value of (4.05) and p=0.00. In terms of aroma, treatment C was the most liked with a value of (4.1), p value = 0.00. Based on the taste of treatment C, it was liked with a value of (4.15) in the very, very like category and p = 0.00.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abay, U. (2019). Pepaya Jepang, Makanan Superfood untuk Perbaikan Gizi. Pepaya Jepang, Makanan Superfood Untuk Perbaikan Gizi, https://www.swadayaonline.com/artikel/4934/Pepaya-Jepang-Makanan- Superfood-untuk-Perbaikan-Gizi/

BAPPENAS. (2011). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) Tahun 2011-2015. Jakarta, 1–86.

Cantika, S.D., Solichah, K.M.A. and Alfitri, K.N.,(2024). Uji Organoleptik dan Kandungan Zat Besi Mochi Kacang Tanah Dengan Penambahan Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) dan Stroberi (Fragaria Ananassa). Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia, 1(1), pp.19-27.

Dewirosita. (2012). Bab 1 pendahululuan. Pangan, 66, 37–39.

Hathiqah, N. (2018) Karakteristik Kimia Tepung Daun Kelor (Moringa Oleiferalamk.) Dengan Suhu Pengeringan Yang Berbeda. Universitas Islam Negeri

Kongarut, W. (2017). Pepaya Jepang: Jenis Sayuran Yang Lezat Dan Bermanfaat.

Kusuma, E., Larasati, D., & Haryati, S. (2017). Pengaruh Lama Blanching Daun Kelor terhadap Fisikokimia dan Organoleptik Nori Daun Kelor (Moringa oleifera.). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 21–25. http://www.elsevier.com/locate/scp

Kusuma, E., Larasati, D., & Haryati, S. (2017). Pengaruh Lama Blanching Daun Kelor terhadap Fisikokimia dan Organoleptik Nori Daun Kelor (Moringa oleifera.). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 21–25. http://www.elsevier.com/locate/scp

Kusuma, I. (2016). Studi Karakteristik Mutu Tepung Serai Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Perlakuan Blansir Yang Berbeda. 1–3.

Lamusu, D. (2018). Uji Organoleptik Jalangkote Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), 9–15. Https://Doi.Org/10.31970/Pangan.V3i1.7

Nisriinaa Ayu M, 2017. (2014). Nisriinaa Ayu M, 2017 Inovasi Produk Lemper Menggunakan Isi Olahan Daun Pepaya Sebagai Subtitusi Melalui Analisis Uji Daya Terima Konsumen.

Nugraheni, M.A., Indarto, D. and Pamungkasari, E.P., (2024). Uji Organoleptik Jeli dengan Substitusi Tepung Biji Salak (Salacca edulis Reinw.) sebagai Makanan Tambahan untuk Anemia Defisiensi Besi. Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia, 1(1), pp.64-71.

Pratiwi P, A. D., Nurdjanah, S., & Utomo, T. P. (2020). Pengaruh Suhu Dan Lama Pemanasan Saat Proses Blansing Terhadap Sifat Kimia, Fisikokimia Dan Fisik Tepung Ubi Kayu. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 17(2), 117. https://doi.org/10.21082/jpasca.v17n2.2020.117-125

Rahman, F. A. (2017). Teknologi Pengolahan Pangan II Oven Microwave. Semarang, U. M. (2013). Persiapan Uji Organoleptik. Universitas Muhammadiyah Semarang, 31.

Shakespeare, W. (2014). bab 2. Pangan, 28.

Sultan Syarif Kasim Riau.

Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu. 2008, 2010–2013.

Wibawani, N.S.H., Oppusunggu, R. and Bakara, T.L., (2023). Pengaruh Penambahan Tepung Biji Durian Terhadap Daya Terima Mie Basah Tepung Biji Durian. Media Gizi Ilmiah Indonesia, 1(1), pp.1-9.

Published

2024-07-15

How to Cite

Abdul Hairuddin Angkat, Katherine Angeline Tambunan, & Wanda Lestari. (2024). Pengaruh Proses Blanching pada Pembuatan Tepung Terhadap Organoleptik Tepung Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius). Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 2(3), 81–90. https://doi.org/10.55606/jig.v2i3.3072