Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Upaya Pelestarian Masjid Agung Banten sebagai Warisan Sejarah Islam Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7364Keywords:
Collaborative Governance, Community Collaboration, Cultural Heritage Preservation, Government, Great Mosque of BantenAbstract
The Great Mosque of Banten is a historical heritage that reflects cultural acculturation and the glory of Islam in the Indonesian archipelago. This study aims to analyze the forms of collaboration between the government, local communities, and site managers in preserving the Great Mosque of Banten using the Collaborative Governance theory by Ansell and Gash (2007). A descriptive qualitative approach was applied through interviews, field observations, and document studies conducted in the Great Mosque area. The findings reveal that collaboration among stakeholders has not yet reached optimal levels due to limited communication, trust gaps, and conflicting interests. Nevertheless, functional cooperation has emerged through joint activities in sanitation, security, and tour guide training. Based on the five indicators of the collaborative process, direct communication (face to face dialogue) and trust building remain major challenges, while shared understanding between government agencies, the foundation, and the community has begun to develop. This study highlights the importance of sustainable collaborative governance in preserving the religious, historical, and social values of the Great Mosque of Banten while supporting the welfare of the surrounding community.
Downloads
References
Alamsyah, D., Mustari, N., Hardi, R., & Mone, A. (2020). Collaborative governance dalam mengembangkan wisata edukasi di Desa Kamiri Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 4(2), 112–127. https://doi.org/10.24903/fpb.v4i2.748
Alif.id. (2021). Masjid Agung Banten: Identitas komunitas yang memakmurkan. https://alif.id/read/susi-ivvaty/masjid-agung-banten-identitas-komunitas-yang-memakmurkan-b220154
Amrulloh, A., Jumiati, I. E., & Yulianti, R. (2022). Collaborative governance dalam pengelolaan kawasan strategis daerah Banten Lama. JIPAGS: Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies, 6(2). https://doi.org/10.31506/jipags.v6i2.12446
Anisah, H., Nurhafifah, I., Fitrian, I., Utari, E., & Rifqiawati, I. (2023). Banten Lama sebagai daya tarik wisata bersejarah di Kabupaten Serang. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 67–75. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i3.4690
Annisarizki, & Sucahya, M. (2018). Manajemen wisata religius Kesultanan Banten (Bauran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah wisatawan). Nyimak: Journal of Communication, 2(2), 187–205. https://doi.org/10.31000/nyimak.v2i2.928
Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Antara News. (2019, May 23). Kemendikbud tetapkan Banten Lama jadi warisan cagar budaya nasional. Antara News.
Ariesmansyah, A., Busthomi Ariffin, R. H., & Respati, L. A. (2023). Collaborative governance dalam pengembangan desa wisata. Jurnal EL-RIYASAH, 14(1), 58. https://doi.org/10.24014/jel.v14i1.25060
Bila, A., & Saputra, B. (2019). Strategi collaborative governance dalam pemerintahan. Jurnal Transformasi Administrasi, 9(2), 196–210.
Cahyani, N. P. T., Yudartha, I. P. D., & Lukman, J. P. (2024). Collaborative governance dalam menanggulangi kekerasan perempuan dan anak di Kota Denpasar. Ethics and Law Journal: Business and Notary, 2(2), 72–84. https://doi.org/10.61292/eljbn.164
Daniswari, D. (2022, May 5). Sejarah Singkat Masjid Agung Banten, ciri-ciri, makam, dan peninggalan.
Fadillah, A. (2023). Dinamika pelestarian situs Banten Lama: Antara modernisasi dan konservasi sejarah. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 15(2), 101–115.
Fadillah, M. A. (2022). Pelestarian situs Banten Lama: Perspektif arkeologi publik. Kritis, 11, 64–80.
Gunawan, A., & Ma’ruf Farid, M. (2020). Collaborative governance dalam upaya merespon pengaduan masyarakat terkait lalu lintas (Studi pada Radio Suara Surabaya dan Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya). Journal of Public Sector Innovation, 1–10. https://library.unismuh.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/ZmQ4NGZiNjBkN2NiOTdjYjBkM2U2MTdiNzkxNzcxM2QxY2FhNTVlMQ==.pdf
Hendri. (2025, August 27). Masjid Agung Banten: Dari pusat dakwah hingga ikon ziarah.
Iqbal, M., & Hikmawan, M. D. (2023). Collaborative governance dalam upaya konservasi hutan mangrove di Kota Serang tahun 2017–2022. JISIPOL: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(3).
Irvansetiawan. (2018). Masjid Agung Banten Lama. Kemendikbud. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/masjid-agung-banten-lama/
Jessika, Sarah, S., & Sujana, A. M. (2025). Tradisi ziarah di Banten. Reflection: Islamic Education Journal, 2(3), 220–229.
Kemdikbud. (2024). Masjid Agung Banten sebagai cagar budaya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
Kompas. (2024, March 18). Sejarah Masjid Agung Banten, masjid berusia 5 abad peninggalan Kesultanan Banten. Kompas.id.
Lestari, A. A., Sururi, A., & Berthanilla, R. (2021). Pengaruh revitalisasi kawasan Banten Lama terhadap tingkat kunjungan wisatawan kawasan wisata religi Keraton Kesultanan Banten di Kecamatan Kasemen Kota Serang. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.37058/jipp.v7i1.2242
Lukito, R., & Syahid, A. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pelestarian masjid kuno di Banten. Jurnal Konservasi Budaya, 8(1), 45–59.
Maulana, M. P. W. A. A., & Ariesmansyah, A. (2024). Analisis collaborative governance di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2008), 4986–5004.
Menteri Budaya resmikan revitalisasi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. (n.d.). https://share.google/xVU7VqbUIeFyH1nRP
Pakhudin, A., & Stiawati, T. (2019). Implementasi kebijakan pengembangan pariwisata daerah Banten Lama Kota Serang. Sumber, 4(16), 11.
Pelestarian kawasan bersejarah Banten Lama jadi prioritas penataan wilayah – Jendela Nusantara. (n.d.). https://share.google/2YT9WqzGi0czbDzND
Peninggalan. (2022). Sejarah Singkat Masjid Agung Banten: Ciri-ciri, makam, dan peninggalan. KOMPAS.com. https://regional.kompas.com/read/2022/05/05/172744178/sejarah-singkat-masjid-agung-banten-ciri-ciri-makam-dan-peninggalan?page=all
PERDA. (n.d.). https://share.google/M2SFIVKgfMOsuvdyi
Raharjo, W. B., & Hendra, A. (2024). Collaborative governance dalam pengembangan wisata budaya Keraton Kacirebonan Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat (Doctoral dissertation, IPDN).
Religi. (2025). Masjid Agung Banten: Dari pusat dakwah hingga ikon ziarah. Surau.co. https://www.surau.co/2025/08/31080/masjid-agung-banten-dari-pusat-dakwah-hingga-ikon-ziarah
Reviana, M. N., Jumiati, I. E., Salsabilla, D., & Prasetio, A. (2025). Model kebijakan mixed scanning dalam implementasi kebijakan pengembangan pariwisata di Provinsi Banten yang berkelanjutan. JAKD: Jurnal Administrasi Karya Dharma, 4(1), 1–23.
Revitalisasi wisata sejarah Banten Lama, Rp 220 milyar disiapkan. (n.d.). Tempo.co. https://share.google/mIUqqpEVXu8wWlEF1
Sholeh, K., & Aulia, D. (2020). Konflik konservasi cagar budaya: Strategi kepemimpinan gubernur dalam pelestarian cagar budaya kawasan Kesultanan Banten Lama. Prosiding Simposium Nasional Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0, 86–106.
Supriatna, E., Widjojoko, A., Sutarjo, A., Wardana, D., & Romdoni, D. I. (2022). Dampak revitalisasi kawasan Banten Lama terhadap kunjungan wisatawan mahasiswa/pelajar sebagai sumber belajar IPS di SD. Jurnal Ilmiah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Syahid, A., Maddeppungeng, A., & Subekti, Y. (2024). Konservasi situs keagamaan di Banten: Tantangan dan peluang. Jurnal Warisan Nusantara, 12(1), 77–93.
Turama, A. R. (2020). Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons. EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies, 2(1), 58–69.
Universitas Kristen Satya Wacana. (2022). Revitalisasi kawasan bersejarah berbasis partisipasi masyarakat. Jurnal Kritis, 6(1), 45–56.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





