Gambaran Perilaku Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Timur Marpoyan Damai

Authors

  • Fitria Mardhotilah Universitas Riau
  • Arneliwati Arneliwati Universitas Riau
  • Febriana Sabrian Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrikes.v5i1.7992

Keywords:

Action, Aedes Aegypti, Community Behavior, Dengue hemorrhagic fever (DHF), Dengue Prevention

Abstract

Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a serious disease transmitted by the aedes aegypti mosquito. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito and is still a public health problem. The high incidence of dengue fever is often caused by a lack of knowledge, attitudes, and actions of the community in carrying out appropriate prevention efforts. The goal is to identify the picture of community behavior in dengue prevention, including aspects of knowledge, attitudes, and actions. Method: was a quantitative descriptive with 100 respondents selected by random sampling in East Sidomulyo Village, Marpoyan Damai. Data were collected through questionnaires and analyzed univariately. Results: The variables of community behavior were obtained in the knowledge of most of the people who were low as many as 52 respondents (52%), most of the people's attitudes were obtained negative attitudes as many as 77 respondents (77%), the actions of the community mostly had less actions with the number of 59 respondents (59%), and the behavior of the community was relatively low. Conclusions and Suggestions: This study shows that the majority of the people of East Sidomulyo Village have lacking knowledge, attitudes, and actions in the prevention of dengue. Low preventive behavior is caused by a lack of knowledge and concern. Intensive, community based education is needed to raise awareness and preventive measures in an ongoing manner.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bachtiar, H. (2019). Tindakan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 145–152.

Chairil, & Dames, A. (2017). Gambaran sanitasi lingkungan masyarakat terhadap kejadian DBD di RW 11 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru. Jurnal Sain dan Kesehatan, 7(02), 127–129.

Damayanti, R., & Suryani, L. (2021). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan DBD di masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 45–52.

Dewi, A. R. (2020). Tindakan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah endemis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–52.

Febry H., M. K., Gusni Rahma, S. K., M. Epid, & Nurul Prihastita Rizyana, M. K. (2020). Buku ajar pengendalian vektor (Ndari Pangesti, Ed.). Ahlimedia Press.

Kemenkes RI. (2021). Situasi DBD di Indonesia minggu ke 50 tahun 2021. 22 Desember.

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. PT Rineka Cipta.

Nurdin, Ismail, & Sri Hartati. (2019). Metodologi penelitian sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.

Rahman, M. (2022). Effectiveness of health education on dysmenorrhea. International Journal of Health Sciences.

Rahmawati, C., Ningsih, S. (2020). Edukasi mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat lingkungan Dasan Sari Ampenan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 9688.

Rasjid, A., Zaenab, & Budirman. (2020). Training modifikasi dan pembuatan light trap serta larva trap pada siswa sekolah dasar dan kader kesehatan dalam menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah di Kec. Biringkanaya Kota Makassar. Media Implementasi Riset Kesehatan, 1.

Rochmawati, A., Asih, P., & Syafiuddin, A. (2021). Analisis perilaku masyarakat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 416–422.

Salam, I. (2021). Analisis dinamik kejadian demam berdarah dengue di Sulawesi Selatan. Analisis Dinamik pada Demam Berdarah Dengue, 3(1), 1–67.

Sartiwi, W., Apriyeni, E., & Sari, I. K. (2016). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku keluarga tentang pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Medika Saintika.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif dan R&D. ALFABETA.

Suryaningsih, M., & Lestari, E. (2020). Implementasi kebijakan peraturan daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2010 tentang pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang (Puskesmas Kedungmundu). Journal of Public Policy and Management Review, 8(2), 1–10.

Waris, A., & Yuana, R. (2020). Tindakan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.

World Health Organization (WHO). (2022). Dengue and severe dengue. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/newsroom/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Yuliana. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Yuniarti, Y., & Rachmawati. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang demam berdarah dengue dengan pengetahuan penanganan awal demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Fitria Mardhotilah, Arneliwati Arneliwati, & Febriana Sabrian. (2026). Gambaran Perilaku Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Timur Marpoyan Damai. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN, 5(1), 367–380. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v5i1.7992