Efektivitas Pemberian Bubur Instan Berbasis Labu Kuning terhadap Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan Baduta dengan Risiko Stunting di Wilayah Puskesmas Gunung Meriah, Aceh Singkil

Authors

  • Indah Sari Bancin Universitas Abulyatama
  • Ambia Nurdin Universitas Abulyatama
  • Dian Rahayu Universitas Abulyatama
  • Khairuman Khairuman Universitas Abulyatama

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrikes.v5i1.7699

Keywords:

Body Height, Body Weight, Instant Porridge, Pumpkin, Stunting

Abstract

Stunting remains a major chronic nutritional problem in Indonesia, including Aceh, and has serious impacts on children’s physical growth and cognitive development. Prevention efforts require appropriate, practical, and sustainable nutritional interventions, including the use of local foods such as pumpkin, which is rich in beta-carotene, vitamin A, carbohydrates, and fiber, and can be combined with animal and plant protein sources. This study aimed to evaluate the effectiveness of an instant pumpkin-based porridge in improving the weight and height of children aged 6–24 months who are at risk of stunting in the Gunung Meriah Health Center area. The study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group involving 41 children divided into intervention and control groups. The intervention group received the instant porridge for 21 days. Data analyzed using paired t-tests and independent t-tests showed significant improvements in the intervention group’s weight and height (p<0.05). The pumpkin-based instant porridge proved effective as a local food–based nutritional intervention and has the potential to be integrated into supplementary feeding programs and regional nutrition policies with broader coverage and longer duration..

Downloads

Download data is not yet available.

References

FAO. (2017). Food-based approaches to combating micronutrient deficiencies. FAO.

Hendrasty, H. K. (2003). Teknologi pengolahan labu kuning (Cucurbita maxima). Penebar Swadaya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes RI.

Nirmala Sari, M. R., & Ratnawati, L. Y. (2018). Hubungan pengetahuan ibu tentang pola pemberian makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gapura Kabupaten Sumenep. Amerta Nutrition, 2(2), 182–188. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i2.2018.182-188

Nugraha, Y., & Amalia, R. (2019). Efektivitas pangan lokal terhadap status gizi anak baduta di pedesaan. Jurnal Gizi Masyarakat, 7(3), 123–130.

Podungge, S., & Rasyid, M. (2018). Pengaruh pemberian bubur labu kuning dan daging ayam terhadap peningkatan berat badan bayi gizi kurang. Jurnal Gizi Kesehatan, 10(2), 45–53. https://doi.org/10.32662/gjph.v1i1.150

Prastia, T. N., & Listyandini, R. (2020). Keragaman pangan berhubungan dengan stunting pada anak usia 6–24 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 33–40. https://doi.org/10.32832/hearty.v8i1.3631

Pratiwi, L., & Nugroho, A. (2021). Potensi tepung labu kuning sebagai formulasi makanan tambahan. Jurnal Teknologi Pangan, 12(1), 67–75.

Ria Ambarwati. (2020). Pengembangan makanan tambahan berbasis F100 dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang. Jurnal Nutrition College, 9(2). https://doi.org/10.14710/jnc.v9i2.27033

Riyadi, S. (2020). Analisis akses pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Aceh Singkil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 221–230.

Santoso, B., dkk. (2023). Edukasi gizi dan perubahan pola makan ibu dalam pencegahan stunting. Journal of Public Health Education, 21(3), 230–245.

Setiawan, H., dkk. (2023). Kebijakan dan evaluasi program penurunan stunting: Studi komparatif. International Journal of Public Policy, 9(2), 75–90.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian status gizi. EGC.

Susanti, S., Avicenna, E., Mulyati, S., & Marliana, L. (2022). Pemanfaatan sumber pangan lokal dalam pemenuhan gizi balita pada keluarga prasejahtera di Desa Pejaten. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 1(2), 117–121. https://doi.org/10.56303/jppmi.v1i2.52

TNP2K. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan anak kerdil (stunting). Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

UNICEF. (2023). The state of the world’s children 2023. UNICEF.

WHO. (2006). WHO child growth standards. World Health Organization.

Wulandari, D., & Hartono, S. (2020). Pangan lokal sebagai alternatif pencegahan stunting di Indonesia. Jurnal Gizi Masyarakat, 8(2), 101–112.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Indah Sari Bancin, Ambia Nurdin, Dian Rahayu, & Khairuman Khairuman. (2026). Efektivitas Pemberian Bubur Instan Berbasis Labu Kuning terhadap Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan Baduta dengan Risiko Stunting di Wilayah Puskesmas Gunung Meriah, Aceh Singkil. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN, 5(1), 239–247. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v5i1.7699