Evaluasi Pelayanan Swamedikasi di Apotek Sehat Farma Banjarharjo

Authors

  • Ifani Maesarah Universitas Muhadi Setiabudi
  • Hanari Fajarini Universitas Muhadi Setiabudi
  • Erin Nursanti Universitas Muhadi Setiabudi

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrikes.v4i3.5787

Keywords:

Drug Safety, Pharmaceutical Services, Self-medication, Service Evaluation

Abstract

Self-medication is a form of pharmaceutical service that allows the public to treat mild symptoms independently without a doctor’s prescription. While beneficial, improper self-medication practices can pose health risks such as drug resistance and misuse of prescription-only medicines. If not carried out carefully, it may lead to further issues such as bacterial resistance and dependency. This study aims to evaluate the self-medication services at Sehat Farma Pharmacy in Banjarharjo. A descriptive method was employed using interviews and direct observations to provide a comprehensive overview of self-medication practices in the field. Informants included a pharmacist, pharmaceutical vocational staff, and patients engaged in self-medication. The results indicate inconsistencies in the service flow, including the provision of prescription-only medications without proper medical consultation. There is a need to improve the understanding and adherence to appropriate service standards to enhance the safety and effectiveness of self-medication practices.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahsanull, D. (2023). Swamedikasi menurut WHO. https://www.rspatriaikkt.co.id/swamedikasi-menurut-who

Amarullah, A., & Wahyuni, K. I. (2021a). Pelayanan swamedikasi metampiron di beberapa apotek Kabupaten Jombang. Farmasis, 2(2), 1–6.

Amarullah, A., & Wahyuni, K. I. (2021b). Pelayanan swamedikasi metampiron di beberapa apotek Kabupaten Jombang (Studi dengan metode simulasi pasien). Farmasis: Jurnal Sains Farmasi, 2(2), 1–6.

Ardian. (2019). Tanggung jawab hukum perdata apoteker dalam pemberian obat kepada pasien ditinjau dari Permenkes Nomor 35 Tahun 2014. Aktualita, 2(2), 557–568.

Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Brebes dalam angka 2024. BPS Kabupaten Brebes.

F, M., & P, S. (2017). Pengkajian resep secara administratif berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 35 Tahun 2014 pada resep dokter spesialis kandungan di Apotek Sthira Dhipa. Jurnal Ilmiah Medicamento, 3(1), 12–16.

Fadli, M. R. (2008). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Modul penggunaan obat rasional.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Kefarmasian di Apotek. https://peraturan.bpk.go.id/Details/114626/permenkes-no-73-tahun-2016

Manihuruk, A. (2024). Swamedikasi obat: Studi kualitatif pelaksanaan pelayanan swamedikasi di apotek Kecamatan Doloksanggul. PREPOTIF, 8(1), 239–301.

Manihuruk, A., & Handini. (2024). Swamedikasi obat: Studi kualitatif pelaksanaan pelayanan swamedikasi di apotek Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2023. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 239–301.

Mustika, D., Fajarini, H., & Muldiyana, T. (2020). Evaluasi pelayanan obat non resep di Apotek Manjur Desa Petunjungan. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Jurnal Farmasi UMUS, 1(2), 5–12.

Noor, F. V. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (Studi pada Alfatih Business Center II HPAI Kota Bengkulu). Skripsi, IAIN Bengkulu. http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203

Notoatmojo. (2017). Metodologi penelitian kesehatan (p. 236).

Nurfazhilah, I., Fajarini, H., & Balfas, R. F. (2022). Evaluasi pengetahuan masyarakat di desa dalam penggunaan obat anti tukak lambung. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Jurnal Farmasi UMUS, 4(1), 52–63.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Pundenswari, P. (2017). Analisa pengaruh kualitas pelayanan publik bidang kesehatan terhadap kepuasan masyarakat. Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu. https://journal.uniga.ac.id/index.php/JPB/article/view/2

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40.

Republik Indonesia. (2017). Permenkes No. 9 Tahun 2017 tentang Apotek.

Sarayar, C. P., Suparlan, M. S., Tinggi, S., Kesehatan, I., & Tomohon, G. M. (2023). Analisis hubungan kualitas sistem manajemen rumah sakit dengan kepuasan pengguna di Rumah Sakit Umum Gunung Maria Tomohon. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 1349–1360. http://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/Aksara

Sari, I. N. (2022). Metode penelitian kualitatif. Pers Unisma.

Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suryono, R. R., Nurhuda, Y. A., & Ridwan, M. (2019). Analisis perilaku pengguna sistem informasi pengetahuan obat buatan untuk kebutuhan swamedikasi. Jurnal Teknoinfo, 13(1), 1–4.

Sutriani. (2019). Analisis data dan keabsahan data. Jurnal Ekonomi dan Syariah, 10–22.

Torry, G., Christian, A., Arthur, M., Kumanireng, M. K., Sikka, K., & Nusa, P. (2024). Evaluasi pelayanan swamedikasi pada pasien di apotek yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sikka Provinsi NTT. Unknown Journal, 1(73), 26–28.

Wahyudi, W. (2022). Gambaran pengetahuan dan upaya swamedikasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara Medan. Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal. http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPFH/article/view/1057

Downloads

Published

2025-09-01

How to Cite

Ifani Maesarah, Hanari Fajarini, & Erin Nursanti. (2025). Evaluasi Pelayanan Swamedikasi di Apotek Sehat Farma Banjarharjo. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN, 4(3), 01–13. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v4i3.5787