Pengetahuan Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja

Authors

  • Dewi Ambarwati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo
  • Luluk Khusnul Dwihestie Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo
  • Triani Yuliastanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v5i2.9418

Keywords:

Anemia, Knowledge, Anemia Prevention, Health Behavior, Adolescent

Abstract

Due to its effect on the caliber of generations to come, iron deficiency anemia in teenage females is one of Indonesia's most pressing reproductive health concerns. Adolescents' awareness to autonomously adopt preventative actions is shaped mostly by their knowledge. The purpose of this research is to determine whether there is a correlation between the prevalence of anemia among teenage females in Boyolali Regency and their degree of education. Using a cross-sectional design, this study employs quantitative correlational analytic methods. An accidental sampling approach was used to obtain a sample size of 80 respondents from the population of seventh grade female pupils. A digital POCT device was utilized to quantify the incidence of anemia variables based on hemoglobin (Hb) levels, while a structured questionnaire instrument was employed to gather data for knowledge variables. The Chi-Square test was used to assess the bivariate data analysis. According to the univariate analysis, 62.5% of the participants (50 respondents) had a decent level of knowledge, and 73.8% of the participants (59 respondents) did not suffer from anemia (Hb > 12 g/dL). With a p-value of 0.000 (p < 0.05), the results of the bivariate test were generated. Anemia is more common among female students at MTs Al Ihsan Doglo who have a higher degree of expertise, according to this study. School districts should keep an eye on students' iron pill use and improve their nutrition education programs.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajiyensi, Afrika, E., Anggraini, A., & Amalia, R. (2024). Hubungan pengetahuan, lama menstruasi, dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 2 Semendawai Barat Kabupaten OKU Timur tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.43628

Alfianingsih, L., & Purwito, D. (2024). Status gizi, pola makan, pola menstruasi, dan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(3). https://doi.org/10.5281/zenodo.10646142

Anwar, S., Arifin, M., & Aminarista. (2021). Akses informasi kesehatan melalui media digital dalam meningkatkan literasi gizi remaja. Jurnal Literasi Kesehatan, 5(2), 112–125.

Arifin, A. S. N., Handayani, R., & Handayani, Y. (2024). Hubungan anemia dan prestasi belajar pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Malakbi, 5(2), 78–84. https://doi.org/10.33490/b.v5i2.1366

Erni, Murlan, & Rasma. (2024). Hubungan asupan zat gizi dan pola menstruasi terhadap kejadian anemia pada remaja putri SMAN 6 Kendari tahun 2023. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 3(2), 55–60. https://doi.org/10.69677/avicenna.v3i2.72

Febrianti, K. D., Ayu, W. C., Anidha, Y., & Mahmudiono, T. (2023). Efektivitas edukasi gizi pada pengetahuan terkait anemia dan kadar hemoglobin remaja putri usia 12–19 tahun: Tinjauan sistematis dan meta-analisis. Amerta Nutrition, 7(3), 478–486. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3.2023.478-486

Fitriani, D. A., Sugiharti, I., Lubis, T., & Setiyani, S. E. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan siswi tentang pentingnya mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia saat menstruasi. Indonesia Berdaya, 6(1), 369–376. https://doi.org/10.47679/ib.2025954

Helmyati, S., Syarifa, C. A., Rizana, N. A., Sitorus, N., et al. (2024). Penerimaan program tablet tambah darah pada remaja putri di Indonesia. Amerta Nutrition, 7(3 Suppl.), 50–61. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3SP.2023.50-61

Hermanto, S. N., & Werdini, Y. E. (2026). Relationship between nutritional knowledge and dietary patterns with the incidence of anemia among adolescents in the computer and network engineering department. Infokes: Informasi Kesehatan, 16(1).

Koidah, Masrikhiyah, R., & Ratnasari, D. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan anemia dan kecukupan asupan zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Losari. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan, 7(1). https://doi.org/10.46772/jigk.v7i01.1794

Kusnadi, F. N. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1293–1298.

Latifah, S., Cahyani, D. I., Septiani, S., Pascaramadhani, A., & Rukmana, R. K. (2025). Hubungan asupan zat besi dan status hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Gizi Yarsi Pratama, 1(2), 26–34.

Meikawati, P. R., Utami, S., & Haq, I. A. (2025). Hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Terapan, 12(1). https://doi.org/10.54816/jk.v12i1.756

Mulya, S., & Rahmawati. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi asimilasi pengetahuan gizi menjadi kesadaran internal pada remaja putri. Jurnal Perilaku Kesehatan, 10(4), 175–183.

Munawaroh, & Damayanti, D. S. (2025). Hubungan pengetahuan dan status anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 17(1), 212–220. https://doi.org/10.37012/jik.v17i1.2609

Pabidang, S., Ernawati, E., & Mudrika, M. (2025). Edukasi kesehatan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di SMP Bintang Langkat. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA), 4(2), 96–105. https://doi.org/10.52943/jisomba.v4i2.1941

Pangaribuan, B. N., Kurnia, C. P., Ismunarti, D., Wasono, H. A., Triwahyuni, T., Putri, D. F., & Nusri, T. M. (2022). Studi literatur tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di beberapa wilayah Indonesia. Malahayati Nursing Journal, 4(6). https://doi.org/10.33024/mnj.v4i6.6366

Ramdhani, N. L. (2024). Hubungan pengetahuan anemia dengan asupan zat besi pada remaja putri anemia kelas VII di MTsN 2 Kuningan. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Kuningan, 4(1).

Ridwan, M., & Suryaalamsah, F. (2023). Korelasi langsung status gizi (antropometri) terhadap kadar hemoglobin remaja putri sekolah berasrama. Jurnal Gizi Masyarakat, 11(1), 14–22.

Sari, & Handayani, P. (2022). Perkembangan kognitif operasional formal remaja usia 12–15 tahun dalam menyerap informasi kesehatan kompleks. Jurnal Psikologi Perkembangan, 6(1), 45–53.

Susanti, D., & Nadiawati, E. A. (2022). Hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 10(1), 1–8.

Susilawati, Fadillah, N. M., Budhiana, J., & Suherman, R. (2024). Hubungan pengetahuan tentang anemia dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Midwifery Care, 5(1), 144–151. https://doi.org/10.34305/jmc.v5i1.1366

Swastika, W., Hidayati, L., & Puspitasari, D. I. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Surakarta. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3). https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.33808

Triana, D. (2026). Evaluasi program pemberian tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Jurnal Penelitian Kesmasy. https://doi.org/10.36656/jpksy

Widyanthini, D. N., & Widyanthari, D. M. (2021). Rendahnya cadangan zat besi heme akibat pola makan kurang beragam pada kelompok remaja putri. Jurnal Dietetik Indonesia, 9(2), 85–93.

Yuliana, A. D. (2023). Metodologi asimilasi informasi kesehatan dan pembentukan domain kognitif perilaku. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Zurhayati, & Hidayah, N. (2025). Hubungan pemberian suplemen zat besi dengan penurunan anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.45399

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Dewi Ambarwati, Luluk Khusnul Dwihestie, & Triani Yuliastanti. (2026). Pengetahuan Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 5(2), 132–145. https://doi.org/10.55606/jurrike.v5i2.9418

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.