Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 26 Tahun dengan Kekurangan Energi Kronik dan Riwayat Tuberculosis di Puskesmas Paguyangan

Authors

  • Iqlima Fristy Wahrolis Akademi Kebidanan KH Putra
  • Maryam Maryam Akademi Kebidanan KH Putra
  • Widi Astuti Akademi Kebidanan KH Putra

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i3.6936

Keywords:

Choronic Energi Deficiency, Family Planning, Labor and Postpartum, Maternal Mortality Rate, Midwifery Care

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), in 2023, around 305,000 per 100,000 live births of women will die due to prevalence due to CED related to pregnancy throughout the world, MMR in ASEAN in 2023 will be 100 per 100,000 live births with prevalence due to CED 40%, MMR in Indonesia in 2023 will be 4,129 with a prevalence due to KEK of 17.3%, MMR in Central Java will be 183 per live birth with a prevalence due to KEK of 6.7%. The MMR in Brebes is 1,083 with a prevalence due to CED of 5%, in Paguyangan women with a prevalence of CED from 2023-2024 is 119 cases. To find out about cases of pregnancy, childbirth, childbirth, postpartum and birth control Mrs. A with CED and history of TB. Qualitative descriptive research method with a case study approach. Comprehensive Care for Mrs. A was found to have problems with pregnancy with CED and a history of TB. Childbirth was carried out by induction based on KPD indications, there were no problems or abnormalities in the postpartum period, the postpartum period was still CED and had mild anemia, there were no complications during the postpartum period. Mrs. A chose the KB implant and there were no complaints after installation. It can be concluded that comprehensive midwifery care for Mrs. At 26 years of pregnancy, childbirth and postpartum there is a gap between theory and practice.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfarizi, A. (2021). Kekurangan energi kronik pada ibu hamil dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 88–95.

Ariani, F., Rahmawati, N., & Yuliani, T. (2022). Kunjungan antenatal care sebagai deteksi dini komplikasi kehamilan. Jurnal Bidan Indonesia, 10(1), 34–41.

ASEAN. (2023). Maternal mortality ratio in ASEAN countries. ASEAN Health Report. https://asean.org

Astuti, E. (2022). Involusi uteri pada ibu nifas: Tinjauan fisiologis dan klinis. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(1), 45–52.

Badan PPSDM Kemenkes RI. (2022). Standar pelayanan antenatal care. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

BBPK Kemenkes RI. (2020). Standar pelayanan antenatal terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

BBPK Kemenkes RI. (2022). Standar pelayanan antenatal care. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Buku Ajar Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. (2018). Jakarta: EGC.

Ciselia, D., & Oktari, A. (2021). Pola istirahat pada ibu nifas dan kaitannya dengan pemulihan pascapersalinan. Jurnal Keperawatan Maternitas, 6(2), 77–85.

Demsa, R. (2018). Risiko obstetri pada ibu hamil dengan KEK dan penyakit infeksi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(2), 102–109.

Dinas Kesehatan Brebes. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Brebes. Brebes: Dinkes Brebes.

Ekayanthi, N. (2018). Kala III persalinan dan manajemennya. Jurnal Kebidanan Nusantara, 8(1), 55–61. https://doi.org/10.26751/jikk.v8i2.268

Hidayati, S. (2021). Anemia pada ibu nifas: Faktor risiko dan penatalaksanaannya. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(3), 120–127.

Hikmah, N., Sari, D., & Utami, F. (2020). Status gizi ibu hamil berdasarkan ukuran lingkar lengan atas (LILA). Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 15–23.

Irianto, K. (2014). Kesehatan reproduksi. Bandung: Alfabeta.

Kartini, R. (2017). Hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Jurnal Gizi dan Kesehatan Reproduksi, 3(2), 40–47.

Kartini, R. (2018). Penyakit infeksi sebagai faktor risiko komplikasi persalinan. Jurnal Obstetri dan Kebidanan, 6(1), 55–61.

Kemenkes RI. (2019). Pedoman pemberian makanan tambahan ibu hamil KEK. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman perawatan luka insisi pada kontrasepsi implan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2021). Buku pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2023). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusuma, D. (2022). Bayi baru lahir normal: Kriteria dan penanganan awal. Jurnal Neonatal Indonesia, 7(1), 12–20.

Liana, D. (2019). Antenatal care dan deteksi dini komplikasi kehamilan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 10(2), 60–67.

Manuaba, I. (2019). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC.

Manuaba, I. (2021). Induksi persalinan dan komplikasi obstetri. Jurnal Obstetri Indonesia, 15(2), 80–88.

Maryam, S. (2016). Faktor risiko kejadian KEK pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan Indonesia, 5(1), 25–32.

Mathad, J., & Gupta, A. (2023). Tuberculosis in pregnancy: Global impact and challenges. Journal of Clinical Tuberculosis and Mycobacterial Diseases, 30, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.jctube.2023.100326

Norma, L. (2013). Ketuban pecah dini: Definisi dan faktor risikonya. Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(2), 70–75.

Nugroho, T. (2012). Asuhan persalinan normal. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nurhayati, S. (2019). Lama kala II persalinan pada primigravida. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(2), 105–111.

Oktari, A. (2021). Pemenuhan nutrisi pada ibu nifas untuk pemulihan kesehatan. Jurnal Kebidanan Nusantara, 11(2), 90–97.

Palimbo, R. (2021). Hubungan pengetahuan gizi dengan risiko KEK pada ibu hamil. Jurnal Gizi dan Kebidanan, 8(2), 135–142.

Prawirahardjo, S. (2020). Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Prawirahardjo, S. (2021). Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: EGC.

Prawirahardjo, S. (2022). Keluarga berencana dan kontrasepsi modern. Jakarta: EGC.

Profil Puskesmas Paguyangan. (2023). Profil tahunan Puskesmas Paguyangan. Brebes: Puskesmas Paguyangan.

Profil Puskesmas Paguyangan. (2024). Laporan kasus KEK pada ibu hamil. Brebes: Puskesmas Paguyangan.

Suhartika, R. (2018). Lama kala I persalinan pada primigravida dan multigravida. Jurnal Kebidanan Indonesia, 7(2), 67–74.

Sukarni, & ZH, A. (2013). Asuhan kebidanan pada persalinan normal. Jakarta: Salemba Medika.

Sutanto, A. (2019). Perubahan lochea pada masa nifas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 9(1), 22–28.

Sutanto, A. (2021). Tanda bahaya masa nifas pada ibu postpartum. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 45–53.

Tejayanti, T. (2020). Pencegahan BBLR melalui deteksi dini KEK pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 11(2), 89–96.

Waspodo, R. (2010). Laserasi perineum: Klasifikasi dan penatalaksanaan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 2(1), 40–48.

WHO. (2023). Maternal mortality and morbidity: Global fact sheet. Geneva: World Health Organization.

Yuliani, T., Rahmawati, N., & Fitria, D. (2021). Asuhan neonatal dini pada bayi risiko tinggi. Jurnal Neonatal Indonesia, 6(2), 50–59.

Zuriati, N. (2020). Strategi penanggulangan KEK melalui pemberian PMT pada ibu hamil. Jurnal Gizi Kesehatan Reproduksi, 5(1), 25–33.

Downloads

Published

2025-10-08

How to Cite

Iqlima Fristy Wahrolis, Maryam Maryam, & Widi Astuti. (2025). Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 26 Tahun dengan Kekurangan Energi Kronik dan Riwayat Tuberculosis di Puskesmas Paguyangan. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(3), 256–268. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i3.6936

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.