Tradisi Bapalas Bidan dalam Budaya Lokal antara Ungkapan Syukur dan Tantangan Profesionalime Kebidanan
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i2.6259Keywords:
Baayun Mulud, Bapalas Bidan, Cultural Tradition, Local Wisdom, MidwiferyAbstract
The Bapalas Bidan tradition is a ritual of the Dayak tribe in Kalimantan to express gratitude to the midwife after the birth process. The ritual includes activities such as bathing the baby, serving offerings, and performing a symbolic ceremony to spiritually "return" the baby from the midwife to its parents. In the past, these rituals had a magical element, but nowadays more prayers and Islamic principles are applied. While modern midwifery practice faces challenges to its survival, this tradition remains crucial as it strengthens culture and social connections. This study examines the meaning of the tradition, its evolution, and the ways in which communities maintain it in modern times.
Downloads
References
Baiti Rahmi, Y., Apriati, Y., & Azkia, L. (2023). Tradisi Bapalas Bidan (Makna kain tapung sasirangan dalam konteks sosial masyarakat Mandala Murung Mesjid). JTAMPS: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, 3(2), 227–239. Universitas Lambung Mangkurat.
Daud, A. (1997). Upacara dan tradisi kelahiran dalam masyarakat Banjar dan Dayak. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Dwi Septiana, S., Arianti, S., Marselina, S., & Karso. (2023). Tradisi Bapalas Bidan pada Suku Dayak Ngaju di Desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Meretas: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 113–120. Universitas PGRI Palangka Raya.
Emawati. (2016). Nilai-nilai religius dalam upacara tradisional Dayak. (Dikutip dalam Jurnal Meretas, 2023).
Ermawati. (2016). Ritual Baayun Anak dan dinamikanya. Jurnal Al-Murabbi, 2(2).
Harisuddin, A. (2021). Islamic spiritual education in the tradition of Bapalas Bidan in Banjar tribe. Dinamika Ilmu, 21(1), 81–100.
Herusantoto. (2008). Simbol dan makna dalam tradisi Nusantara. Bandung: Alfabeta. (Dikutip dalam Jurnal JTAMPS, 2023).
Jahdiah. (2022). Leksikon dalam upacara adat Bapalas Bidan pada masyarakat Banjar. SEMNALISA, Denpasar.
Koentjaraningrat. (1985). Beberapa pokok antropologi sosial. Jakarta: Dian Rakyat.
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2004). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Jakarta: Kencana.
Norsam, N. (2018). Upacara Bapalas Bidan dalam perspektif pendidikan Islam. IAIN Palangka Raya.
Patilima, H. (2005). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Resviya. (2020). Tradisi Bapalas Bidan dan dinamikanya pada masyarakat Suku Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Selatan. Jurnal Meretas, 7(1), 94–103.
Riwut, T. (1979). Kalimantan membangun. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Saifuddin, A. F. (2005). Sosiologi agama. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiana, D. S., Arianti, S., Marselina, S., & Karso. (2023). Tradisi Bapalas Bidan pada Suku Dayak Ngaju di Desa Tangkahen. Meretas: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 113–121.
Sukriani, W. (2022). Utilization of local culture "Bapalas Bidan" as postpartum counseling media on contraception tools. Bali Medical Journal, 11(3), 1559–1564.
Sztompka, P. (2007). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media.
Tardi, E. (2018). Memahami ritual Balian Palas Bidan Suku Dayak Lawangan. Jurnal Satya Widya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





