Revitalisasi Tradisi Nahunan dalam Praktik Asuhan Ibu dan Bayi Dayak Ngaju
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i2.6258Keywords:
Community Health, Cultural Tradition, Dayak Ngaju, Maternal Care, NahunanAbstract
This study explores the meaning and role of the Nahunan tradition in maternal and infant care among the Dayak Ngaju community. A descriptive qualitative method was employed, utilizing literature review and field interviews. The findings reveal that Nahunan is not merely a naming ritual, but also symbolizes spiritual protection and social acceptance of the child. The practice involves traditional leaders, herbal remedies, and natural symbols. However, modern influences have diminished the younger generation’s understanding of its values. Preserving local culture within healthcare services is essential to maintaining community identity.
Downloads
References
Arifin, M. (2019). Ritual budaya dan identitas komunitas lokal. Pustaka Pelajar.
Ayu, P. D., & Rahayu, E. (2021). Peran tokoh adat dalam praktik kesehatan tradisional. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(3), 230–236.
Cambah, F. (2022). Tradisi nahunan dalam perspektif kosmologi Dayak Ngaju. Jurnal Budaya Lokal, 7(2), 101–110.
Fitriani, A., & Susanti, I. (2021). Integrasi budaya lokal dalam pelayanan kesehatan. Jurnal Keperawatan Soedirman, 16(2), 89–97.
FolksofDayak. (2014a). Paleteng Kalangkang Sawang: Tradisi perlindungan janin pada Dayak Ngaju. http://folksofdayak.org/paleteng-kalangkang-sawang
FolksofDayak. (2014b). Transformasi budaya Dayak Ngaju di era modern. http://folksofdayak.org/modernisasi-budaya-dayak
Hamidah, N. (2020). Komunikasi antarbudaya dalam kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 18(1), 23–29.
Hidayati, R. (2023). Pendekatan holistik dalam asuhan neonatal. Jurnal Kebidanan Respati, 11(1), 35–42.
Lestari, D. A. (2020). Praktik tradisional pada masa nifas di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 32–38.
Maryani, L. (2022). Nilai tradisional dalam asuhan bayi. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(1), 55–61.
Nugroho, T., & Wahyuni, R. (2020). Sistem kepercayaan lokal dan kesehatan reproduksi perempuan Dayak. Jurnal Antropologi Budaya, 18(2), 122–136.
Nurhayati, T. (2021). Budaya dan kesehatan reproduksi. Jurnal Promkes, 9(2), 147–153.
Rahmawati, A. (2021). Pendekatan budaya dalam asuhan kebidanan. Jurnal Kebidanan Andalas, 10(2), 115–121.
Rosita, L. M. (2022). Perawatan nifas dalam budaya lokal. Jurnal Bidan Cerdas, 5(2), 118–124.
Sari, N. M., & Yunita, R. (2022). Asuhan kebidanan berbasis budaya lokal. Jurnal Kebidanan Malahayati, 8(1), 12–19.
Setiawati, E. (2021). Kajian budaya Dayak Ngaju dan kesehatan. Jurnal Sosial Humaniora, 11(3), 199–207.
Suryaningsih, I., Widiastuti, E., & Fitria, R. (2020). Peran budaya dalam perawatan ibu nifas. Jurnal Kebidanan Poltekkes Semarang, 9(3), 223–229.
Susanto, T. (2019). Kearifan lokal dalam asuhan bayi. Jurnal Antropologi Indonesia, 38(2), 91–100.
Wahyuni, S. (2020). Pelayanan kebidanan sensitif budaya. Jurnal Riset Kesehatan, 8(2), 87–93.
Yuliana, D. (2019). Peran dukun bayi dalam perawatan tradisional. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(1), 44–56.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





