Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Puluh Tahun 2024

Authors

  • Yessi Rahayu Universitas Abdurrab
  • Yulnefia Yulnefia Universitas Abdurrab
  • Irgi Rahmaddani Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.6017

Keywords:

Basic immunization, stunting, toddlers

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers caused by a lack of nutritional intake for a long time so that the child becomes too short for his age. Based on the results of the Indonesian Nutrition Standards Survey (SSGI) in 2022 in Riau province, it reached 17.0%. The prevalence rate of stunting in Pekanbaru reached around 16.8% in 2022. According to the Health Office in 2022, Lima Puluh Health Center recorded the highest prevalence of stunting at 4.47% or 60 cases. One of the risk factors that contributes to stunting is the low coverage of complete basic immunization, which can prevent infectious diseases that can interfere with children's growth and development. However, the lack of public knowledge and awareness of the importance of complete basic immunization increases the risk of infection. The long-term impacts of stunting include cognitive impairment, developmental delays, and low productivity in the future. Knowing the relationship between the completeness of basic immunization and the incidence of stunting in toddlers aged 24-36 months in the Lima Puluh Health Center work area, Pekanbaru City. to determine the relationship between the completeness of basic immunization and the incidence of stunting in toddlers aged 24-36 months in the Lima Puluh Health Center work area, Pekanbaru City. From the results of data analysis, a relationship has been found between the completeness of immunization and the incidence of stunting in toddlers aged 24-36 months in the Lima Puluh Health Center work area (p-value = 0.03; OR of 11.66; (95% CI = 1.22-110.95). Completeness of basic immunization is related and is a risk factor for stunting in toddlers aged 24-36 months in the Limapuluh Health Center work area.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriansyah, E., & Fitriyani, L. (2023). Hubungan riwayat imunisasi dasar lengkap dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita > 5 tahun di Kota Depok tahun 2023. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3, 2282–2289. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i8.10768

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan (The factors affecting stunting on toddlers in rural and urban areas), 3(1).

Darmin, A., et al. (2023). Pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mapalus, 1(2), 15–21.

Dasman, H. (2019). Empat dampak stunting bagi anak dan negara Indonesia. 22–24.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2022). Profil kesehatan Provinsi Riau tahun 2022 (pp. 136–137).

Domili, I., et al. (2023). Pencegahan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(6), 5778. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i6.19181

Esha, D., Mubin, A., & Hakim, F. (2023). Mengenal lebih dalam ciri-ciri stunting, cara pencegahannya, dan perilaku hidup sehat dan bersih. Journal of Chemical Information and Modeling, 2(6), 24–28.

Halim, R. G. (2016). Campak pada anak. 43(3), 186–189.

Heriani, S., et al. (2023). Peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan pentingnya imunisasi dasar lengkap di Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. ABDIKESMAS MULAWARMAN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 6–10. https://doi.org/10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i2.530

Igiany, P. D. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala, 2(1), 67. https://doi.org/10.32585/jikemb.v2i1.818

Juwita, S., et al. (2019). Hubungan jumlah pendapatan keluarga dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Pidie. 2(4), 1–10.

Karim, O. (2018). Gambaran pemberian vaksin Bacillus Calmette Guerin (BCG) terhadap kejadian infeksi tuberkulosis pada anak yang kontak dengan penderita tuberkulosis paru MDR.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku saku hepatitis. P2PML Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kemenkes RI No HK.01.07/MENKES/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting (pp. 1–52).

Khalid, S. H., Patimah, S., & Asrina, A. (2022). Persepsi masyarakat mengenai penyebab dan dampak stunting di Kabupaten Majene Sulawesi Barat tahun 2020. Journal of Muslim Community Health (JMCH), 3(4), 80–94. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1177

Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor kejadian stunting pada balita: Systematic review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 28–40. https://doi.org/10.33221/jikm.v12i01.1844

Kim, H., et al. (2023). Risk factors of pertussis among older adults in South Korea: A nationwide health data-based case–control study. Infectious Diseases and Therapy, 12(2), 545–561. https://doi.org/10.1007/s40121-022-00747-0

Maulana, A. (2021). Aspek klinis, diagnosis dan tatalaksana campak pada anak. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 4(3), 6–37.

Muniroh, L., & Ni’mah, C. (2015). Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu dengan wasting dan stunting pada balita keluarga miskin. 84–90.

Nasution, I. S., & Susilawati. (2022). Analisis faktor penyebab kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan. FLORONA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), 82–87. https://doi.org/10.55904/florona.v1i2.313

Novianda, D. G., Bagus, M., & Qomaruddin. (2020). Faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan imunisasi dasar. Journal of Health Science and Prevention, 4(2), 125–133. https://doi.org/10.29080/jhsp.v4i2.402

Nugroho, M. R., Sasongko, R. N., & Kristiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia dini di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2269–2276. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169

Nurbawena, H., et al. (2019). Hubungan riwayat sakit dengan kejadian stunting pada balita. 3(3), 213–225. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i3.2019

Pebriandi, M., et al. (2023). Sosialisasi pencegahan stunting pada masyarakat Desa Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. ARRUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 2964–1195.

Purba, S. K. R., & Ginting, R. Y. M. (2023). Gambaran hasil pemeriksaan HIV pada penderita tuberculosis paru di Rumah Sakit Khusus Paru Medan. Suplemen, 15(2), 58–66.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.253

Rizkya, A., et al. (2024). Dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Singandaru. Jurnal Kedokteran Untirta, 11(1), 14–19.

Rochmatun Hasanah, F., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.59025/js.v2i1.54

Salsabila, S. G., Damailia, R., & Putri, M. (2021). Hubungan kejadian stunting dengan pengetahuan ibu tentang gizi di Kecamatan Cikulur Lebak Banten tahun 2020. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 3(1), 100–103. https://doi.org/10.29313/jiks.v3i1.7336

Satari, H. I. (2018). Eradikasi polio. 18(3), 245–250.

Saunders, R., & Suarca, I. K. (2019). Diagnosis dan tatalaksana difteri. Jurnal Medika Utama, 46(2), 402–406.

Simanullang, P., Nasution, Z., & Siregar, L. (2022). Hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada bayi di Poli Anak RSIA Stella Maris Medan. Jurnal Darma Agung Husada, 9(1), 37–45.

Sitaremi, M. N., et al. (2023). Jadwal imunisasi anak usia 0–18 tahun rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2023. Sari Pediatri, 25(1), 64. https://doi.org/10.14238/sp25.1.2023.64-74

Sofiyati. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio di wilayah kerja Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 2(2), 52–65. https://doi.org/10.55606/jikki.v2i2.483

Sriatmi, A., et al. (2018). Buku saku: Mengenal imunisasi rutin lengkap. FKM-Undip Press.

Sugiono. (2019). Analisa data. Jurnal Penelitian dan Analisa Data, 3(1), 190–202.

Sutarto, Mayasari, D., & Indriyani, R. (2018). Stunting. Agromedicine, 5(1), 243–243. https://doi.org/10.1201/9781439810590-c34

Tebi, H., et al. (2022). Literature review faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada anak balita. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 1(3), 234–240. https://doi.org/10.33096/fmj.v1i3.70

Tjampakasari, C. R., & Hanifah, R. (2022). Bakteri anaerob Clostridium botulinum dan toksin yang dihasilkannya. 49(5), 260–264.

Vasera, R. A., & Kurniawan, B. (2023). Hubungan pemberian imunisasi dengan kejadian anak stunting di Puskesmas Sungai Aur Pasaman Barat tahun 2021. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik), 6(1), 82–90. https://doi.org/10.30743/stm.v6i1.376

Zahara, R. (2023). Efektivitas pemberian human tetanus immunoglobulin pada pasien tetanus. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 6(4), 18–26.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Yessi Rahayu, Yulnefia Yulnefia, & Irgi Rahmaddani. (2025). Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Puluh Tahun 2024. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1), 559–568. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.6017

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.