Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia pada Remaja Putri di Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa pada Tahun 2023

Authors

  • Naela Alfin Ni’mah Universitas Islam Sumatera Utara
  • Faisal Balatif Universitas Islam Sumatera Utara
  • Marzuki Samion Universitas Islam Sumatera Utara
  • Anna Yusria Universitas Islam Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.4715

Keywords:

Dietary Habit, Dyspepsia, WHO

Abstract

Based on WHO data, cases of dyspepsia in the world reach 13-40% of the total population each year. Dyspepsia is one type of non-communicable disease that occurs not only in Indonesia, but also in the world. Irregular eating patterns, consumption of certain types of food such as sour, spicy and irritating foods are some of the factors that cause dyspepsia. To determine the relationship between dietary patterns and dyspepsia in female adolescents at the Hidayatullah Tanjung Morawa Islamic Boarding School in 2023. This study uses an analytical observational method with a cross-sectional approach, data collection using questionnaires and interviews. Data analysis using univariate tests and bivariate tests using the chi-square test. The majority of respondents were aged <16 years (70.3%). The incidence of dyspepsia was 70.3% or 45 respondents, of which 25 people (39.1%) had poor diet. Of the 29.7% of respondents who did not experience dyspepsia, 13 people (20.3%) had good diet. The majority of respondents often consumed spicy foods (67.1%) but rarely consumed sour foods (56.2%) and irritative foods (65.6%). The bivariate results between the relationship between diet and dyspepsia, spicy foods and dyspepsia, sour foods and dyspepsia, and irritative foods and dyspepsia were p-values ​​of 0.037, 0.041, 0.013, 0.526, respectively. There is a relationship between dietary patterns, types of sour and spicy foods with the incidence of dyspepsia, but there is no statistically significant relationship between the types of irritating foods and the incidence of dyspepsia in female adolescents at the Hidayatullah Tanjung Morawa Islamic Boarding School.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashari. (2021). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Jurnal Kesehatan Tambusai.

Faridah, R., Nurhayati, L., & Arifin, M. (2021). Prevalensi dan faktor risiko dispepsia pada remaja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 123–130.

Fauziyyah, A. N., Mustakim, & Sofiany, I. R. (2021). Pola makan dan kebiasaan olahraga remaja. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2), 115–122.

Gulo, R. (2019). Prevalensi dispepsia di kalangan remaja Kota Medan. Jurnal Kedokteran Tropis, 6(1), 33–38.

Handajani, Y. (2018). Perilaku konsumsi makanan dan gaya hidup remaja. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Irfan, W. (2019). Hubungan pola makan dan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta [Skripsi, Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].

Karyanah, I. (2018). Pengaruh jadwal makan tidak teratur terhadap gangguan lambung pada remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 5(1), 45–50.

Kefi, C. G. B., et al. (2022). Hubungan pola makan dengan sindroma dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Cendana Medical Journal (CMJ), 10(1).

Lestari, S., Sari, D. N., & Nugroho, A. (2022). Faktor risiko dispepsia di kalangan remaja perempuan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 8(3), 72–80.

Maulidiyah, S. (2020). Analisis pola makan dan hubungannya dengan dispepsia. Jurnal Kesehatan Medika, 9(2), 98–104.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, H., Yuliani, R., & Putri, M. D. (2021). Konsumsi makanan pedas dan kejadian dispepsia. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 45–53.

Parawansa, D. A., Baharuddin, R., & Syamsu, S. (2020). Hubungan konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 150–156.

Purnama, Y. (2019). Dispepsia dalam perspektif klinis dan gaya hidup modern. Jakarta: Mitra Medika Press.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardjo. (2015). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Bumi Aksara.

Tobelo, C. D., et al. (2021). Gambaran pola makan pada mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama masa pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10, 58–64.

Toharin, S. N. R., Cahyati, W. H., & Zainafree, I. (2015). Unnes Journal of Public Health, 4(2), 153–161.

Wijaya, A., Sari, D., & Hafid, M. (2020). Dispepsia: Patofisiologi dan faktor pemicu. Jurnal Medika Nusantara, 15(1), 20–27.

World Health Organization. (2020). Global health estimates 2020: Noncommunicable diseases. Geneva: WHO Press.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Naela Alfin Ni’mah, Faisal Balatif, Marzuki Samion, & Anna Yusria. (2025). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia pada Remaja Putri di Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa pada Tahun 2023. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1), 220–229. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.4715

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.