Membentuk Peserta Didik Jauh dari Konflik dan Fanatisme Sempit
DOI:
https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i3.7709Keywords:
Multicultural Education, Narrow Fanaticism, Social Conflict, Students, ToleranceAbstract
The diversity of Indonesian society, which consists of various ethnic groups, religions, cultures, and races, represents a great potential for the creation of a harmonious social life. However, the reality shows that intolerance and narrow fanaticism still often arise and even begin to influence students in the educational environment. This has the potential to create social conflicts and damage the nation's character in the future. This study aims to examine the role of education in shaping students to avoid fanatic behavior and social conflicts. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through relevant literature studies. The results of the study show that schools have a strategic role in instilling values of tolerance, inclusive attitudes, and religious moderation through learning, teacher role models, and a school culture that respects diversity. In addition, synergy between schools, families, and communities is needed to create an educational environment that is conducive to the development of students' character. Through the implementation of multicultural education and the strengthening of national values on a sustainable basis, students are expected to become a generation with strong character, tolerant, and able to live peacefully alongside others in a pluralistic society.
Downloads
References
Abdurrahman, W. (2001, December). Tantangan bagi Islam moderat untuk ambil inisiatif. Harian Kompas.
Ayuna, Q., & Nurdin, S. (2016). Fanatisme dalam tinjauan psikologi agama. Jurnal Suloh, 1(1), 75–82.
Bakar, A. (2015). Konsep toleransi dan kebebasan beragama. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(2). https://doi.org/10.24014/trs.v7i2.1426
Busyro, B., Ananda, A. H., & Adlan, T. S. (2019). Moderasi Islam (wasathiyyah) di tengah pluralisme agama Indonesia. Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, 3(1), 1. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v3i1.1152
Didiyanto, D. (2017). Paradigma pengembangan kurikulum PAI di lembaga pendidikan. Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 122–132. https://doi.org/10.33650/edureligia.v1i2.740
Djollong, A. F. (2019). Peran guru pendidikan agama Islam dalam penanaman nilai-nilai toleransi antar umat beragama peserta didik untuk mewujudkan kerukunan. Jurnal Al-Ibrah, 8(1).
Effendi, J. (1978). Dialog antar agama, bisakah melahirkan teologi kerukunan. Prisma.
Faozan, A. (2020). Moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam untuk masyarakat multikultur. Hikmah: Journal of Islamic Studies, 16(2), 219. https://doi.org/10.47466/hikmah.v16i2.170
Ghazali, A. M. (2016). Toleransi beragama dan kerukunan dalam perspektif Islam. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 1(1).
Ginting, R., & Aryaningrum, K. (2009). Toleransi dalam masyarakat plural. Majalah Lontar, 23(4), Article 4. https://doi.org/10.26877/ltr.v23i4.665
Hanafi, I. (2018). Agama dalam bayang-bayang fanatisme: Sebuah upaya mengelola konflik agama. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 48–67. https://doi.org/10.24014/trs.v10i1.5720
Hermawan, A. (2020). Nilai moderasi Islam dan internalisasinya di sekolah. Insania: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 25(1), 31–43. https://doi.org/10.24090/insania.v25i1.3365
Hidayatullah, M. S. (2019). Fanatisme beragama dalam al-Quran: Studi tematik surah al-An’am: 159 menurut para mufassir [Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel].
Hilmy, M. (2015). Radikalisme agama dan politik demokrasi di Indonesia pasca-Orde Baru. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 39(2), Article 2. https://doi.org/10.30821/miqot.v39i2.33
Ibrahim, D. (2019). Al-Qawa’id Al-Fiqhiyah (Kaidah-kaidah Fiqih). Noer Fikri.
Ismail, S., Saepulmillah, A., Ruswandi, U., & Arifin, B. S. (2019). Analisis kritik terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 43–51. https://doi.org/10.22236/jpi.v11i2.5901
Jamil, A. W. (2019). Islam radikal dan moderat: Diskursus dan kontestasi varian Islam Indonesia. Elex Medis Komputindo.
Julianti. (2013). Internalisasi nilai toleransi melalui model telling story pada pembelajaran PPKN untuk mengatasi masalah tawuran (Studi kasus tawuran pelajar sekolah menengah di Sukabumi). Jurnal Penelitian Pendidikan, 14(1).
Kemenag. (2017). Survei Balitbang Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah.
Misbah, M. (2014). Tradisi keilmuan pesantren salafi. IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 12(2), 241–258. https://doi.org/10.24090/ibda.v12i2.449
Misbah, M. (2019). Pergeseran pemikiran pendidikan Islam antar generasi. STAIN Press.
Muhaemin, E. (2015). Ketimpangan pendidikan: Antara intelektualitas dan moralitas.
Muqoyyidin, A. W. (2014). Membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk deradikalisasi pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, II(1), 131–151. https://doi.org/10.14421/jpi.2013.21.131-151
Nuqtoh, H. (2015). Standar nasional PAI lahir dari kritik. Kompas.
Nurrohim, A. (2011). Prinsip-prinsip tahapan pendidikan profetik dalam Al-Quran [Master's thesis, UIN Sunan Kalijaga].
Prastowo, A. (2020). Profil guru pembelajar di Indonesia dalam merespon tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0. Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 12(2), 88–105. https://doi.org/10.18860/mad.v12i2.9061
Rahma, I. F. (2012). Menumbuhkembangkan sikap toleransi peserta didik beda agama melalui pelajaran religiusitas kelas XI di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Skripsi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Rahman, K. (2016). Strategi pengembangan nilai toleransi dan pluralisme dalam pendidikan pesantren. Hikmah Journal of Islamic Studies, 12(1), 107–140. https://doi.org/10.47466/hikmah.v12i1.59
Respati, A. (2004). Living Values Activities for Children Age 8-14. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Roqib, M. (2016). Filsafat Pendidikan Profetik. Pesma An-Najah Press.
Rubaidi, R. (2019). Konteksualisasi sufisme bagi masyarakat urban. Jurnal Theologia, 30(1), 127–152. https://doi.org/10.21580/teo.2019.30.1.3145
Saptono, D. (2011). Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis. Esensi.
Shihab, M. Q. (2014). Fanatisme. https://quraishshihab.com/akhlak/fanatisme/
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabeta.
Surahmad, W. (2004). Pengantar Penelitian Ilmiah. Tarsito.
Yunus, M. (2017). Implementasi nilai-nilai toleransi beragama pada pembelajaran pendidikan agama Islam (Studi pada SMP Negeri 1 Amparita Kec. Tellu Limpoe Kab. Sidrap). Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 166–187. https://doi.org/10.35905/alishlah.v15i2.566
Zuriah, N. (2009). Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





