SIMBOL ROMANTISISME PADA PUISI "AKU MEMBAWA ANGIN" KARYA HERI ISNAINI

Authors

  • M. Zaki Alfriandi IKIP Siliwangi
  • Fitria Dwi Astuti IKIP Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.55606/jurribah.v1i1.131

Keywords:

Romantisisme, Semiotika, Puisi

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol romantisisme pada salah satu puisi karya Heri Isnaini yang berjudul “Aku Membawa Angin”. Konsep romantisisme ini dilatarbelakangi oleh salah satu tokoh romantik dari Belanda yaitu Williem Kloos sebagai aliran filosofi atau konsep kesenian yang mengunggulkan perasaan, intuisi, dan imajinasi yang cenderung pada fenomena dan reaksi alam. Sumber data dalam penelitian ini adalah pada buku “Montase Sepilihan Sajak”. Dalam metodologi penelitiannya menggunakan metode deskriptif analisis dan bersifat kualitatif. Adapun prosedur langkah-langkah yang digunakan untuk pengumpulan data (1) membaca puisi tersebut, (2) mengidentifikasi nilai romantisme dalam puisi, (3) mencatat dan mendeskripsikan nilai romantisme puisi berdasarkan interpretasi dengan pendekatan semiotik yang digagas oleh Charles Sanders Peirce dan terakhir (4) menyusun hasil analisis. Hasil analisis puisi secara tekstual, simbol diksi angin dapat diartikan sebagai media pengirim pesan/perasaan yang diciptakan oleh Tuhan untuk membawa jiwa atau ingatan orang yang sedang kita pikirkan. Jika dikorelaskan dengan salah satu ciri romantisisme berkaitan dengan prinsip kembali ke alam sebagai ekspresi untuk mengemukakan perasaan romantik melalui lanskap imajinasi yang mengerucut pada reaksi-reaksi alam.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

H. Isnaini. “Konsep Cinta Pada Puisi-Puisi Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Semiotika Carles Sanders Pierce”. Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6., hlm-3, Maret 2021, 10.36722/sh.v%vi%i.436.

A.A. Damayanti. “Romantisisme di Indonesia dan Belanda Pada Awal Abad ke-20”. Susastra FIB Universitas Indonesia, hlm-60, Februari 2019.

Heath. D. dan Boreham. Introduction Romanticism. Cambridge: IconBook,inc, 1999.

S.D. Damono, dkk. Membaca Romantisme Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2005, hlm 51.

Ferber, M. A Companion To European Romanticism. New York: Blackwell Publishing, 2005, hlm 5.

R. Noyes. English Romantic Poetry and Prose. Oxford: Oxford University Press, 1956.

Ratna, N.K. Sastra dam Studi Kultural. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2005, hlm 48.

Sehandi, Yohanes. Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Ombak, 2016, hlm 150.

Hadimaja, A. K. Aliran-Aliran Klasik, Romantik, dan Realisme. Jakarta: Pustaka Jaya, 1972, hlm 40.

Hadimaja, A. K. Aliran-Aliran Klasik, Romantik, dan Realisme. Jakarta: Pustaka Jaya, 1972, hlm 105.

H. Isnaini, "Memburu "Cinta" dengan Mantra: Analisis Puisi Mantra Orang Jawa Karya Sapardi Djoko Damono dan Mantra Lisan," Semantik, vol. 3, no. 2, pp. 158-177, 2017.

Waluyo, Herman J. Teori Sastra dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga, 1987, hlm 22.

H. Isnaini, Tafsir Sastra: Pengantar Ilmu Hermeneutika. Bandung: Pustaka Humaniora, 2021.

Pradopo, Rachmat. D. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2009, hlm 6.

Wellek.R, Warren. Literary Theory, Criticism, and History. USA: The Sewanee Review,1960, hlm 25.

H.Isnaini. Montase Sepilihan Sajak. Bandung: CV Pustaka Humaniora, 2022, hlm 69.

H. Isnaini, "Konsep Mistik Jawa pada Puisi-Puisi Karya Sapardi Djoko Damono," Universitas Padjadjaran, Disertasi, 2021.

Downloads

Published

2022-06-29

How to Cite

M. Zaki Alfriandi, & Fitria Dwi Astuti. (2022). SIMBOL ROMANTISISME PADA PUISI "AKU MEMBAWA ANGIN" KARYA HERI ISNAINI. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 22–27. https://doi.org/10.55606/jurribah.v1i1.131